Jokowi: Mudik Bukan Dilarang, Hanya Saja Tidak Dianjurkan!

  • Whatsapp
Jokowi: Mudik Bukan Dilarang, Hanya Saja Tidak Dianjurkan!

Garisatu.com – Presiden RI Joko Widodo mengingatkan masyarakat bahwa mudik tidak dilarang, melainkan  tidak dianjurkan di tengah pandemi COVID-19 karena dapat memicu peningkatan penyebaran penyakit corona.

[irp posts=”5090″ name=”Sandi Uno: Masyarakat Harus Bersama Lawan COVID-19!”]

Bacaan Lainnya

Jokowi jelaskan, larangan mudik hanya berlaku bagi, anggota TNI, Polri dan pegawai negeri sipil (PNS).

“Sekali lagi pemerintah menganjurkan untuk tidak mudik,” tegas Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/4).

Setelah pemerintah pusat mengobservasi secara mendalam, mudik sangat berpotensi meningkatkan penularan virus COVID-19 di berbagai daerah.

Dulu Berdamai dengan Corona, Kini Jokowi Minta Jangan Putus Asa

Meski begitu, Jokowi menambahkan bahwa pemerintah tidak dapat melarang mudik dengan gampang untuk dua kelompok masyarakat.

Ia terangkan, kelompok pertama yaitu rakyat yang terpaksa mudik akibat kehilangan pekerjaan imbas pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan yang pendapatannya menurun drastis.

Lalu kelompok kedua yakni masyarakat yang memiliki tradisi pulang kampung, apalagi karena hari raya Idul Fitri untuk bertemu sanak saudara.

Traffic Jam Car Urban - Free photo on Pixabay
Memang mudik tidak dilarang, tetapi pemerintah pusat diharuskan membatasi kapasitas transportasi umum maupun kendaraan pribadi.

“Yang pakai kendaraan pribadi akan kita batasi dengan pembatasan kapasitas angkut mobil dan motor,” tutur dia.

[irp posts=”5082″ name=”Jokowi Tugaskan Mendagri dan Gugas Tangani COVID-19 dan PHK”]

Meski tidak dilarang, tentu sebaiknya tidak mudik. Demi mengurangi jumlah pemudik, Jokowi menyalurkan dana bantuan sosial (bansos) baru.

Dana tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang ekonominya terdampak virus corona. Tak hanya yang tinggal di Jabodetabek, masyarakat di daerah lain pun akan diberikan dana bansos tersebut.

Bansos Covid-19 Archives - Viral & Trending
Untuk para warga yang tinggal di DKI Jakarta, pemerintah pusat akan membagikan bansos dengan total biaya Rp2,2 triliun. Bansos Rp600 ribu akan dibagikan untuk setiap 2,6 juta jiwa atau 1,2 juta keluarga per bulan selama 3 bulan, dimulai dari April dan berakhir di Juni, seperti perkiraan menurunnya kasus COVID-19.

Selanjutnya, Rp600 ribu juga akan diberikan untuk warga di Bodetabek sebanyak 1,6 juta jiwa atau 576 ribu keluarga selama 3 bulan. Jadi total anggaran mencapai Rp1 triliun.

[irp posts=”5079″ name=”5 Makanan Penangkal Virus COVID-19, Apa Saja?”]

“Untuk masyarakat di luar Jabodetabek akan diberikan bansos tunai kepada 9 juta keluarga yang tidak menerima bansos PKH (Program Keluarga Harapan) mau pun bansos sembako. Sekali lagi kepada 9 juta keluarga sebesar Rp600 ribu per bulan selama 3 bulan dan total anggaran yang disiapkan Rp16,2 triliun,” terang Jokowi.

“Target 197 ribu pengemudi taksi, sopir bus atau truk dan kenek, akan diberikan insentif Rp600 ribu per bulan selama 3 bulan. Anggaran yang disiapkan Rp360 miliar,” lanjut dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *