Jenis Jenis Diet, Yang Mana Lebih Efektif?

  • Whatsapp
Jenis Jenis Diet, Yang Mana Lebih Efektif?
Jenis Jenis Diet, Yang Mana Lebih Efektif?

Garisatu.com – Berbagai metode dan jenis diet sudah dicoba oleh orang orang untuk menurunkan berat badan, hasilnya pun ada yang berhasil dan ada juga yang stuck di angka yang sama. Tentu akan menjadi tanda tanya jika kita sudah menjalani diet namun angka timbangan tidak kunjung turun.

Kamu perlu mengetahui jenis jenis diet dan metode diet yang tepat dan cocok untuk tubuh kamu, supaya berat badan kamu juga bisa turun seperti yang kamu inginkan.

Bacaan Lainnya
Jenis Jenis Diet, Yang Mana Lebih Efektif ?

Dibawah ini kita akan menjelaskan beberapa metode dan jenis diet supaya kanu bisa memilih diet yang cocok denganmu. 

1. Diet vegan 

Jenis diet vegan merupakan metode diet yang membatasi semua produk makanan hasil hewani karena alasan etika, lingkungan, atau juga kesehatan. Bisa dibilang kamu disarankan untuk menjadi “vegetarian” selama masa diet ini. Selain daging, kamu juga tidak boleh mengonsumsi susu, telur, dan produk turunan hewani seperti gelatin, madu, albumin, kasein, dan beberapa bentuk vitamin D3.

Jenis Jenis Diet, Yang Mana Lebih Efektif ?

Pola jenis diet ini tampaknya sangat efektif untuk membantu orang dalam menurunkan berat badan, seringkali tanpa menghitung kalori,  karena kandungan lemak pada sayuran sangat rendah dan serat yang tinggi membuat kamu merasa lebih kenyang lebih lama.

Meski tidak boleh mengonsumsi produk hewani secara umum, namun sekarang sudah banyak tersedia produk serupa namun berlabel vegan friendly sehingga bisa kamu konsumsi untuk yang sedang berdiet vegan. 

2. Diet paleo 

Jenis Jenis Diet, Yang Mana Lebih Efektif ?

Jenis Paleo diet atau juga dikenal dengan diet manusia purba(caveman diet) merupakan metode diet yang mengadaptasi kebiasaan makan dari nenek moyang pada zaman dulu. Diet ini mengikuti kebiasaan diet orang-orang pada masa Paleolitik yakni sekitar 2,5 juta sampai 10.000 tahun lalu.

Jenis Jenis Diet, Yang Mana Lebih Efektif ?

Tujuan dari jenis diet ini adalah mengembalikan kebiasaan makan kita seperti manusia pada zaman dulu yang mengonsumsi makanan dari hasil berburu dan mengumpulkan, namun bukan berarti kita harus berburu sungguhan ya. Dengan mengonsumsi bahan-bahan makanan yang menyehatkan, seperti buah dan sayuran, serta menghindari makanan yang sudah diolah dan dalam kemasan, tentu kamu akan lebih sehat setelah menjalani paleo diet.

Jenis diet paleo lebih menekankan ke seluruh makanan tetapi melarang biji-bijian dan susu.

3. Diet dukan 

Jenis Jenis Diet, Yang Mana Lebih Efektif ?

Jenis diet dukan diciptakan oleh Pierre Dukan seorang dokter dan ahli nutrisi dari Perancis. Diet dukan merupakan metode diet tinggi protein, penurunan berat badan rendah karbohidrat dan dibagi menjadi empat fase terbagi atas dua fase penurunan berat badan dan dua fase pemeliharaan.

Berapa lama kamu bisa bertahan di setiap fase tergantung pada berapa banyak berat badan yang ingin kamu turunkan. Setiap fase memiliki pola makannya tersendiri. Pierre Dukan mengklaim bahwa diet ini dapat menurunkan berat badan sebanyak 5 kg hanya dalam waktu satu minggu. Kunci dari penurunan berat badan ala diet dukan adalah dengan mengonsumsi makanan yang tinggi protein, oatmeal, air putih, dan berjalan kaki cepat minimal 20 menit.

Jenis Jenis Diet, Yang Mana Lebih Efektif?

4. Diet HGC 

Jenis Jenis Diet, Yang Mana Lebih Efektif ?

Diet HCG merupakan diet yang cukup ekstrem. Diet ini dimaksudkan untuk menyebabkan penurunan berat badan yang sangat cepat hingga 1-2 pon (0,45-1 kg) per harinya. 

Diet yang satu ini menggunakan hormon HGC sintetis yang menimbulkan efek tidak gampang lapar. HCG adalah singkatan dari Hormon Chorionic Gonadotropin, yaitu hormon khusus yang diproduksi sendiri oleh tubuh perempuan pada saat awal kehamilan. Dalam bentuk paling murninya, HCG berperan untuk mengatur produksi hormon lainnya seperti progesteron dan estrogen di dalam tubuh ibu hamil untuk mendukung proses tumbuh kembang janin.

Sekarang ini produk hormon HCG sudah banyak dijual dalam berbagai macam bentuk, mulai dari berbentuk semprotan, diteteskaan di mulut, tablet, hingga suntikan.

5. Intermittent Fasting 

Jenis Jenis Diet, Yang Mana Lebih Efektif ?

Intermittent fasting atau yang lebih dikenal sebagai diet puasa merupakan metode diet yang membuat siklus tubuh kamu berada di antara periode puasa dan makan.

Diet puasa  tidak mengatur makanan apa yang harus dikurangi atau makanan apa yang harus dikonsumsi, namun diet ini akan lebih mengatur kapan kamu makan dan kapan harus berhenti makan alias “puasa”. Biasanya metode ini menganjurkan untuk puasa makan selama 16 jam, dengan waktu yang dapat kamu tentukan sendiri.

Pada umumnya, metode ini hanya menentukan dalam satu minggu, kapan saja waktu untuk berpuasa. Yang dimaksud puasa di sini hanya puasa makan saja, kamu tetap masih boleh minum. Selama periode berpuasa, kamu diharuskan untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sedikit  sekali atau tidak makan sama sekali.

Dengan demikian, ini dapat dilihat lebih kepada pengaturan pola makan daripada diet. Intermittent fasting biasanya menggunakan metode 16:8, yaitu 16 jam berpuasa dan 8 jam sisanya untuk makan. Kamu tetap dapat mengonsumsi makanan seperti biasa namun tetap harus memperhatikan porsi kamu. 

6. Diet the zone 

Jenis Jenis Diet, Yang Mana Lebih Efektif ?

Zone diet atau lebih dikenal zona diet merupakan diet yang memanfaatkan perbandingan rasio asupan makanan setiap harinya. Persentase untuk setiap zona yang dimaksud adalah 40% Karbohidrat, 30% Protein dan 30% Lemak. Rasio perbandingan ini harus diterapkan baik untuk asupan makanan maupun camilan.

Sehingga dengan rasio asupan yang seimbang, tubuh tetap dapat menghasilkan energi dari asupan karbohidrat seimbang dan lemak tetap bisa terbakar.

Tipsnya adalah kamu dapat membagi piring kamu menjadi 3 bagian. Dimana 1/3 bagian piring kamu diisi dengan makanan tinggi protein rendah lemak seperti ayam, ikan, keju rendah lemak, tahu, atau potongan tipis daging sapi. Sedangkan 2/3 bagian piring kamu dapat diisi dengan sumber karbohidrat rendah glisemik seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

Diet ini mengarahkan pada gaya hidup sehat dengan kembali mengkonsumsi makanan kaya nutrisi dan meninggalkan makanan cepat saji.

7. Diet ultra low fat 

Diet ultra low fat diet atau diet ultra rendah lemak merupakan diet yang membatasi asupan lemak dan seringkali juga lemak jenuh dan kolesterol. Diet ultra rendah lemak dimaksudkan untuk mengurangi terjadinya kondisi seperti penyakit jantung dan obesitas.

namun diet ultra rendah lemak bukanlah metode diet makan yang baik untuk jangka panjang. 80% dari rencana diet terdiri dari makan karbohidrat, dan hanya 10% yang dicadangkan untuk protein. Satu-satunya poin bagus dari program diet ini adalah menggunakannya untuk tujuan jangka pendek.

Itulah jenis jenis diet di dunia yang diterapkan oleh orang orang. Sebelum menjalanjan suatu program diet sebaiknya kamu pahami terlebih dulu cara kerja diet tersebut dan pertimbangkan apakah diet tersebut kira kira cocok atau tidak dengan tubuhmu. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *