Jangan Lakukan 5 Diet Ini, Dianggap Berbahaya!

  • Whatsapp
Jangan Lakukan 5 Diet Ini, Dianggap Berbahaya!
Jangan Lakukan 5 Diet Ini, Dianggap Berbahaya!

Garisatu.com – Diet berbahaya? Memiliki resolusi diet pada awal tahun mungkin terdengar sudah biasa. Sebab sudah dari tahun ke tahun keinginan untuk mendapatkan berat badan ideal menjadi resolusi yang tidak tercapai oleh sebagian orang. Kegagalan dalam menjalani diet bisa disebabkan oleh berbagai factor mulai dari tidak tahan dengan godaan makanan hingga salah memilih pola diet.

Menerapkan diet ala selebriti yang populer juga tidak menjamin diet akan berhasil. Jika kamu ingin menjalani diet, tidak hanya perlu berkonsultasi dengan ahli gizi, setidaknya kamu juga perlu menghindari beberapa jenis diet yang dinilai berbahaya.

Bacaan Lainnya

Baru-baru ini US News dan World Report merilis jenis-jenis diet mulai yang paling sehat dan paling berbahaya. Penilaian jenis diet dilihat dari kemudahan untuk dijalankan, kepenuhan nutrisi, keamanan, efektivitas dalam menurunkan berat badan, dan potensinya untuk melawan bahaya penyakit diabetes dan penyakit jantung.

1.         Diet asam alkali

Jangan Lakukan 5 Diet Ini, Dianggap Berbahaya!

Pola diet ini bertujuan untuk menyeimbangkan pH tubuh. Karena pH yang seimbang dipercaya bisa menjadikan tubuh sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

Tubuh kita secara natural mengandung lebih banyak alkali. Mereka yang menganut pola diet ini mengklaim bahwa memberikan tubuh asupan asam hanya akan berbahaya kondisi kesehatan.

Diet ini juga memiliki aturan yang cukup merepotkan, yakni orang harus mengonsumsi makanan yang mengandung alkali dengan takaran 80% dan 20% makanan yang mengandung asam.

Makanan beralkali seperti contoh sayuran, buah yang tidak diproses, cambah biji bijian, dan almon. Meski terlihat sehat, diet ini sulit diikuti dan cakupan nutrisinya tidak seimbang. Selain itu, ia tak memiliki cukup data atau riset yang mendukung efektivitas diet.

2.         Diet paleo

Jangan Lakukan 5 Diet Ini, Dianggap Berbahaya!

Diet ini berasal dari jaman paleolitikum, masa kini, banyak orang terkena penyakit kronis karena banyak mengonsumsi makanan yang diproses dan tinggi karbohidrat.

Diet ini mengajak orang untuk kembali ke masa 10ribu tahun lalu, ketika orang hanya mengonsumsi apa yang mereka tanam dan tangkap.

Tidak ada junk food atau makanan yang diproses sehingga tidak ada penyakit modern termasuk diabetes yang berbahaya.

Diet paleo mungkin sangat berat dijalankan. Mungkin orang tidak akan bisa membayangkan makan roti isi alias sandwich tanpa roti.

Aturannya sederhana, jika manusia gua tidak memakan makanan tersebut, maka orang yang menjalani diet ini juga sama. Orang akan disarankan makan ikan, daging, sayuran, dan buah.

Ahli tak menyarankan diet ini karena orang tidak akan mendapat nutrisi secara penuh tentu berbahaya bagi kesehatan.

3.         Diet makanan mentah

Jangan Lakukan 5 Diet Ini, Dianggap Berbahaya!

Tren mengonsumsi makanan mentah pernah populer pada era 1800-an. Makanan mentah berarti, makanan tersebut tidak melalui proses apapun, termasuk radiasi, rekayasa genetik, atau terkena pestisida. Makanan yang telah melalui sekian proses bisa mengakibatkan hilangnya beberapa nutrisi di dalamnya.

Meski terdengar menyehatkan, nyatanya diet ini tak disarankan. Diet makanan mentah rendah akan kalori, kalsium juga vitamin B-12 dan D.

Untuk keamanannya, para ahli merasa ada risiko makanan yang mengandung racun akibat kontaminasi atau tidak dimasak.

Perlu diingat, diet ini meminta pengikutnya untuk makan segala sesuatunya tanpa diproses, termasuk daging mentah, susu yang tidak pasteurisasi, keju dari susu mentah dan juga ikan mentah.

Jangan Lakukan 5 Diet Ini, Dianggap Berbahaya!

4.         Diet hormon

Jangan Lakukan 5 Diet Ini, Dianggap Berbahaya!

Natasha Turner, dokter sekaligus pencetus ide diet ini, menjelaskan bahwa kelebihan salah satu jenis hormon seperti kortisol bisa menimbulkan nafsu makan yang berlebih. Hormon ini memang meningkat ketika orang merasa stres.

Diet ini cukup kontroversional sebab orang harus memulai dengan detoksifikasi selama dua minggu. Orang harus menjauhkan diri dari sumber-sumber kafein, gula dan alkohol juga gluten, produk susu, jagung, kentang, minyak, produk kacang-kacangan, jeruk dan anggur. Hal ini demi membersihkan tubuh dari kelebihan hormon termasuk estrogen dan kortisol.

Tentu tidak mudah untuk mengikuti dalam dua minggu pertama diet ini. Tidak hanya soal makanan yang harus dihindari tapi juga tubuh bisa saja menderita.

Orang akan mengalami sakit kepala, lemas dan sensitif. Selanjutnya, orang akan menjalani program diet Glyci-Mediterranean, yakni diet tinggi protein yang kaya akan sayur-sayuran, minyak zaitun dan kacang.

Meski belum ada risetnya, diet ini mirip dengan diet mediterania yang mampu meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

5.         Diet puasa

Jangan Lakukan 5 Diet Ini, Dianggap Berbahaya!

The fast diet atau diet puasa dicetuskan oleh seorang jurnalis sekaligus dokter, Michael Mosley dan Mimi Spencer, jurnalis dan penulis.

Mereka menuangkan pengalaman dietnya dalam buku “The FastDiet”. Diet ini menetapkan aturan 5:2, lima hari makan dengan porsi normal, kemudian dua hari mengurangi jatah kalori normal hingga 25 persen.

Kebutuhan kalori tidak hanya dipenuhi oleh sumber-sumber makanan yang disarankan, tetapi juga bisa melalui makanan ringan rendah kalori yang kaya akan serat dan nutrisi.

Ketika tidak berpuasa, tidak ada batasan dan larangan apapun, termasuk makan sepotong kue. Keberhasilannya bergantung pada konsumsi harian di luar hari puasa, karena tak ada aturan yang spesifik.

Itu dia 5 jenis diet berbahaya menurut para ahli, sebaiknya kamu menjalani program diet yang tetap memperhatikan asupan nutrisi seimbang dan sehat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *