Inilah 3 Perbedaan Tepung Terigu Protein Rendah, Tinggi, Dan Sedang

  • Whatsapp
Inilah 3 Perbedaan Tepung Terigu Protein Rendah, Tinggi, Dan Sedang

Garisatu.com – Tepung terigu protein merupakan partikel padat yang bgerbentuk butiran halus atau bisa juga sangat halus bergantung dari proses penggilingannya. Biasanya tepung digunakan sebagai bahan masakan, rumah tangga, bahan baku industry, hingga keperluan penelitian.

Rata rata tepung yang digunakan sebagai bahan utama untuk membuat kue dan roti adalah tepung terigu.

Bacaan Lainnya

Dan di pasaran, terdapat banyak jenis tepung terigu dengan jenis yang berbeda.

Pada umumnya di Indonesia, jenis tepung terigu yang terkenal ialah tepung terigu serba guna atau protein sedang, tepung terigu protein rendah, dan tepung terigu protein tinggi.

Inilah 3 Perbedaan Tepung Terigu Protein Rendah, Tinggi, Dan Sedang

Jenis jenis tepung terigu yang berbeda ini tentunya juga memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda pula.

Berikut ini penjelasan dari perbedaan ketiganya.

1.         Tepung terigu protein rendah

Tepung terigu protein rendah memiliki kadar protein 5 hingga 8%. Tepung ini memiliki ukuran partikel yang kecil sehingga tepungnya terasa seperti sutera.

Tepung ini bisa digunakan untuk membuat cake atau kue kering.  Ini penting untuk menghasilkan cake yang bertekstur halus dan rata.

Biasanya tepung ini digunakan untuk membuat kue kering terutama saat menjelang lebaran, karena dengan tepung ini kamu bisa menghasilkan kue kering yang renyah dan enak.

Inilah 3 Perbedaan Tepung Terigu Protein Rendah, Tinggi, Dan Sedang

Selain kandungan proteinnya yang rendah dibandingkan dengan 2 tepung lainnya, tepung ini juga melalui proses pemutihan yang berbeda dengan tepung lain.

Proses ini yang kemudian meningkatkan kemampuan tepung untuk menjaga air dan gula lebih baik.

Jadi, ketika kamu membuat kue dengan perbandingan gula lebih banyak daripada tepung, tepung terigu protein rendah bisa menahan mengembangnya, tidak mudah hancur, dan menghasilkan cake yang lembap.

Jika kamu hanya memiliki terigu serbaguna saat ingin membuat cake, kamu bisa memasukkan 2 sendok makan tepung jagung (Maizena) ke sendok takar ukuran 1 cup, lalu penuhi sisanya dengan terigu serbaguna hingga memenuhi mulut sendok.

Atau, jika menggunakan terigu serbaguna saja, kurangi 1 sendok makan per 1 cup tepung yang dibutuhkan agar jumlah protein tepung dalam adonan berkurang.

Inilah 3 Perbedaan Tepung Terigu Protein Rendah, Tinggi, Dan Sedang

2.         Tepung terigu protein sedang

Tepung terigu protein sedang ini bisa dikatakan sebagai tepung terigu serba guna.

Tepung terigu protein sedang mengandung kadar protein sekitar 10 hingga 12 persen. Jika di resep yang ingin kamu buat hanya tertulis terigu saja, maka kamu gunakan jenis tepung serbaguna ini.

Tepung ini merupakan campuran dari hard flour (protein tinggi) dan soft flour (protein rendah).

Inilah 3 Perbedaan Tepung Terigu Protein Rendah, Tinggi, Dan Sedang

Kandungan proteinnya yang sedang menawarkan keseimbangan antara kekuatan dan kelembutan pada makanan yang dibuat.

Kalau kamu hanya kadang-kadang saja dalam membuat roti atau cake, terigu ini merupakan pilihan yang tepat karena bisa digunakan untuk berbagai macam penganan.

Sesuai dengan namanya, “serbaguna”. Selain itu, terigu jenis ini juga paling mudah didapatkan, di warung kecil sekalipun.

Menurut artikel di situs web Fine Cooking, cake yang dibuat dengan terigu serbaguna memang cenderung lebih keras dibanding dengan menggunakan tepung untuk cake.

Sebaliknya, roti yang terbuat dari terigu serbaguna jadi agak lebih lembut dan kurang mengembang dibanding memakai tepung untuk roti. Namun, untuk pemula, perbedaan ini tidak terlalu jelas.

Kamu bisa membuat terigu serbaguna dengan mencampurkan tepung protein tinggi dan rendah dengan perbandingan yang sama.

Selain itu juga bisa memakai tepung untuk roti, tapi hasilnya akan menjadi lebih kenyal.

3.         Tepung terigu protein tinggi

Tepung ini mengandung kadar protein sekitar 12 hingga 14 persen. Disebut juga sebagai tepung roti karena  karena kebanyakan roti memerlukan kadar protein yang tinggi untuk menghasilkan banyak gluten.

Semakin tinggi kandungan protein terigu, semakin banyak juga kandungan gluten di dalamnya.

Adonan pun akan menjadi semakin kokoh, sehingga volumenya bisa lebih besar, teksturnya lebih kenyal, dan bagian kulitnya lebih cokelat.

Inilah 3 Perbedaan Tepung Terigu Protein Rendah, Tinggi, Dan Sedang

Gluten sendiri merupakan helaian serabut yang memberikan elastisitas pada adonan roti serta kekenyalan yang khas pada roti yang sudah dipanggang.

Menguleni adonan roti membentuk jaringan serabut gluten yang menjebak udara dan menghasilkan lubang-lubang udara sebagai ciri khas roti.

Terigu protein tinggi juga bisa digunakan untuk membuat mi karena dibutuhkan tekstur yang kenyal dan adonan yang tak putus jika direnggangkan.

Namun, jangan pakai tepung ini untuk membuat pastry dan cake yang ringan, beremah, dan lembut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *