Ini Dia Mitos Dalam Dunia Skincare, Jangan Percaya!

  • Whatsapp
Ini Dia Mitos Dalam Dunia Skincare, Jangan Percaya!
Ini Dia Mitos Dalam Dunia Skincare, Jangan Percaya!

Garisatu.com – Dunia kecantikan dan skincare memang sedang menjadi tren beberapa tahun belakangan. Banyaknya brand brand dan berbagai macam produk skincare yang dikeluarkan membuat orang berlomba lomba mendapatkan wajah sehat bersih dan glowing maksimal. Cara penggunaan skincare pun menjadi problema baru, ada yang meyakini bahwa skincare sebaiknya diaplikasikan dengan cara tertentu supaya bisa bekerja dengan maksimal. Tetapi menurut para ahli, ada beberapa yang memang hanya mitos belaka.

Berikut ini para ahli merangkum 10 mitos paling umum ditemukan mengenai skincare untuk memisahkan antara fiksi dna fakta. Apa sajakah mitos dlaam dunia perskincare an itu? Yuk simak penjelasan dibawah ini.

Bacaan Lainnya

1.         Mitos berhenti menggunakan retinol jika mengiritasi kulit

Retinol merupakan superstar anti penuaan yang tidak terbantahkan. Turunan dari Vitamin A ini memang baik digunakan namun bisa menimbulkan beberapa efek samping termasuk kemerahan, kekeringan, dan pengelupasan.

Biasanya jika orang mengalami kondisi seperti ini, tidak jarang yang berfikir bahwa mereka tidak cocok menggunakan produk ini dan enggan untuk menggunakannya lagi.

Ini Dia Mitos Dalam Dunia Skincare, Jangan Percaya!

Kunci untuk mengatasi hal ini ialah bukan membuang atau membiarkan retinol anda tidka terpakai begitu saja, melainkan mengubah bagaimana dan kapan waktu untuk menggunakannya.

Seorang dokter kulit dan direktur pendiri Eternal Dermatology di Fulton, Maryland, Dr. Ife Rodney mengatakan bahwa kamu akan mengalami kulit kering dan iritasi, terutama saat pertama kali mulai menggunakan retinol.

Ini Dia Mitos Dalam Dunia Skincare, Jangan Percaya!

Daripada menghentikan retinol sepenuhnya, kamu harus mengurangi frekuensi penggunaan menjadi dua malam sekali, atau bahkan setiap malam ketiga, lalu perlahan-lahan tingkatkan sesuai toleransi.

Pastikan juga untuk tidak menggunakan lebih dari seukuran kacang polong untuk seluruh bagian wajah.

2.         Mitos krim mata paling baik disimpan dalam lemari es

Seorang ahli kimia botani dan pendiri DMK skincare mengungkapkan bahwa suhu yang lebih dingin tidak memperpanjang masa simpan produk. Tubuh kita juga akan secara alami 98,6 derajat farenheit (37 derajat celcius) menghangatkan krim dingin tersebut saat dioleskan ke kulit.

Ini Dia Mitos Dalam Dunia Skincare, Jangan Percaya!

Suhu dingin memang membantu mengurangi pembengkakan, namun jika benar itu tujuannya, kamu lebih disarankan untuk meggunakan kompres dingin yang akan tetap mempertahankan suhu yang sejuk bahkan setelah ditempatkan ke kulit hangat kamu, salah satu contoh yang bisa digunakan seperti face roller.

Ini Dia Mitos Dalam Dunia Skincare, Jangan Percaya!

3.     Harga sebanding dengan yang anda dapatkan

Ada istilah ‘ada harga ada kualitas’. Pernyataan ini memang ada benarnya, namun terkadang tidak sepenuhnya benar jika itu mengarah pada skincare.

Ini Dia Mitos Dalam Dunia Skincare, Jangan Percaya!

Tidak semua produk skincare yang mahal akan bekerja lebih baik daripada produk perawatan kulit yang lebih murah. Ini semua tentang formulasi. Sementara menurut Dr. Mariwalla, kita seringkali membayar lebih mahal hal-hal seperti pelembap dan pembersih demi kemasan yang cantik atau nama merek yang mewah.

Saran darinya, pelajari dan cari bahan aktif yang terbaik untuk rutinitas perawatan kulit Anda dan bacalah labelnya sebelum membeli. Itu pedoman yang lebih ampuh daripada label harga.

4.         Mitos kulit berminyak tidak membutuhkan pelembab

Ini Dia Mitos Dalam Dunia Skincare, Jangan Percaya!

Tidak sedikit juga orang yang menganut paham ini. padahal pernyataan ini salah. Mungkin akan terlihat intuitif jika melewatkan pelembab bagi anda yang memiliki kulit berminyak. Namun sebaiknya anda melakukan yang sebaliknya, sebab kulit berminyak sekalipun bisa mengalami dehidrasi.

Seorang dokter kulit bersertifikat di Riverchase Dermatology di Miami, Stacy Chimento, mengatakan bahwa pelembap justru berkontribusi dalam mengontrol produksi minyak berlebih.

Ini Dia Mitos Dalam Dunia Skincare, Jangan Percaya!

Menggunakan pelembab secara rutin bisa membuat kulit Anda tidak terlalu berminyak karena akan membantu menyeimbangkan produksi minyak, tambah Dr. Rodney. Kuncinya ialah memilih formula bebas minyak ringan, seperti yang Meningkatkan Neutrogena Hydro Hyaluronic Acid Gel-Cream.

5.         Semakin tinggi SPF maka semakin baik

Ini Dia Mitos Dalam Dunia Skincare, Jangan Percaya!

Jika anda juga menganut paham ini, sebaiknya ubah pola pikir anda. Penting untuk diingat, pertama, SPF hanya mengukur perlindungan produk terhadap sinar UVB, yang menyebabkan kulit terbakar, kata Dr. King.

“Perbedaan perlindungan UVB antara SPF 100 dan SPF 50 adalah marjinal dan tidak menawarkan penyumbatan ganda. SPF 100 memblokir 99% sinar UVB, sedangkan SPF 50 memblokir 98%. SPF 30 memblokir 96,7% sinar UVB.

Oleh karena itu, mengapa rekomendasi umum adalah tetap menggunakan rumus spektrum luas, yang menghalangi sinar UVA dan UVB, dengan minimal SPF 30.

Itupun Anda perlu mengoleskan tabir surya dalam jumlah yang memadai, sesuatu yang kebanyakan orang tidak lakukan untuk mendapatkan tingkat perlindungan yang tepat.

Jadi memang tidak salah memilih SPF yang lebih tinggi terutama jika anda sering dan lama berada di bawah sinar matahari, hanya saja patokannya tidak hanya nomor SPF yang tercantum, melainkan juga cara pemakaiannya harus tepat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *