Ini Alasan Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD Melemah Ke Rp14.760!

  • Whatsapp
Ini Alasan Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD Melemah Ke Rp14.760

Garisatu.com – Per Rabu (12/8) sore, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.760 per dolar AS pada perdagangan pasar spot.

Dibanding perdagangan Selasa (11/8) sore dimana rupiah berada di level Rp14.680 per dolar AS, posisi tersebut terhitung 0,55 persen.

Meski begitu kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.777 per dolar AS, artinya melemah dibandingkan posisi kemarin, Rp14.728 per dolar AS.

Bacaan Lainnya

Pada sore ini mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak variatif terhadap dolar AS.

Dolar Singapura melemah 0,01 persen, yen Jepang melemah 0,30 persen, rupee India melemah 0,07 persen, dan yuan China melemah 0,01 persen.

Di sisi lain, ringgit Malaysia menguat 0,04 persen, baht Thailand menguat 0,05 persen, won Korea Selatan menguat 0,04 persen, dan peso Filipina menguat 0,01 persen.

Sedangkan pergerakan mata uang di negara maju juga masih bervariasi terhadap dolar AS.

Dolar Kanada melemah 0,07 persen dan poundsterling Inggris melemah 0,02 persen. Sementara, franc Swiss menguat 0,010 persen dan dolar Australia menguat 0,25 persen.

Menurut Kepala Riset Monex Investindo Ariston, pelemahan rupiah masih diakibatkan oleh efek penguatan dolar sejak awal pekan lalu.

Hal ini disebabkan membaiknya prospek pemulihan ekonomi Amerika Serikat.

Salah satu faktornya yakni data tenaga kerja AS yang lebih bagus dari ekspektasi pasar seperti data Non Farm Payrolls dan data tingkat pengangguran yang dirilis Jumat pekan lalu.

“Nanti malam ada data indeks harga konsumen AS, kalau datanya dirilis lebih bagus dari proyeksi, mungkin rupiah bisa tertekan lagi,” ungkap dia kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu sejak akhir pekan lalu kekhawatiran pasar terhadap kisruhnya hubungan AS dan China juga masih berjalan.

Namun Ariston mengatakan kabar baik stimulus paket II AS untuk penanganan COVID-19 sebesar US$1 triliun bisa mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

“Ini bisa berimbas positif karena stimulus ini memberikan sentimen positif ke pemulihan ekonomi global. Besok rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.650-14.850 per dolar AS,” papar dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *