Indonesia Pergi Menjemput 245 WNI yang Di Hubei: A Risky Mission!

  • Whatsapp
WNI

Garisatu.com – WNI yang tertahan di Wuhan kini terdengar doa- doanya. Indonesia telah mengirim tim penolong untuk menjemput pulang saudara Indonesia kami yang tertahan di Provinsi Hubei dikarenakan oleh Coronavirus yang mematikan.

Bacaan Lainnya

Ketika WHO (World Health Organization) mengumumkan keadaan mengerikan yang terkait dengan Coronavirus, semua negara langsung sibuk menjemput warga negaranya yang tertahan di Provinsi Hubei.

Coronavirus, penyakit yang mengerikan dan telah merenggut nyawa, telah merugikan banyak sekali pihak. Salah satunya warga Indonesia yang sedang berlibur, melanjutkan studi, ataupun yang bekerja di Tiongkok. Karena virus ini pertama ditemukan di Wuhan, China, akses keluar masuk yang ditutup paling ketat adalah kota Wuhan. Dan ternyata, tidak sedikit warga Indonesia yang sedang berada disana.

Sejumlah WNI yang tidak dapat pulang sejak 23 Januari, ketika akses keluar dan masuk kota Wuhan, Hubei, telah ditutup, semuanya terpaksa berdiam diri menunggu pertolongan. Tidak hanya di Wuhan, seluruh WNI yang berasa di Provinsi Hubei pun terkurung dan tidak dapat pulang ke Tanah Air, maupun ke negara lain untuk menjauh dari Coronavirus.

Baca juga WNI yang sedang berdiam diri di Wuhan sebelum pertolongan datang: https://garisatu.com/coronavirus-indonesia-wni-di-wuhan-ingin-pulang/

Pada 1 Februari, Indonesia telah mengirim tim penolong untuk mengevakuasi 245 warga Indonesia. Anggota tim telah hadir di Provinsi Hubei. Indonesia pun telah menerima ijin pendaratan dan pergerakan pesawat untuk menjemput WNI pulang ke Tanah Air. Meski begitu, WNI yang akan memasuki Indonesia akan dicek kesehatannya, sesuai prosedur dan protokol kesehatan yang berlaku. Ini agar mencegah penyebaran Coronavirus di Indonesia.

“Jika tak ada halangan, Insya Allah, penjemput bersama tim evakuasi akan berangkat dalam waktu 24 jam dengan pesawat berbadan lebar agar semua WNI yang bersedia dievakuasi dapat diterbangkan secara langsung tanpa transit.” jelas Bapak Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *