Hukuman Bagi Cowok Yang Ingkar Janji Mengawini

  • Whatsapp
Hukuman Bagi Cowok Yang Ingkar Janji Mengawini

Garisatu.com – Bagi para cowok yang hendak mengucapkan janji untuk mengawini pacar kalian. Pertimbangkan betul niat suci itu.  Jika janji menikahi itu tak mampu ditunaikan. Maka siap-siap berurusan dengan hukum.

Teristimewa bagi kalian yang dicap sebagai cowok player.  Jangan umbar janji, kalau tak ingin diribetkan dengan persoalan hukum.

Bacaan Lainnya

Bisa saja kalian berdalih. Dengan alasan bahwa ‘pacaran’ bukan merupakan hubugan hukum.

FYI, bilamana kondisi atau unsur perbuatan hukum berikut ini kalian lakukan. Maka dengan kondisi tertentu tersebut. Janji mengawini yang diingkari itu dapat dituntut ke pengadilan, bro.

Seorang kekasih atau pacar dapat dituntut karena ‘wanprestasi‘, at least kalau telah melakukan hubungan layaknya suami isteri. Atau hubungan seksual di luar ikatan perkawinan.

Kita bisa me-refer yurisprudensi, yakni Putusan Mahkamah Agung RI (MA) No 3277 K/Pdt/2000 tertanggal 18 Juli 2003.

Dalam putusannya MA yang mengabulkan sebagian dari gugatan penggugat, menyatakan: “hukum bahwa karena Tergugat tidak menepati janjinya untuk mengawini Penggugat, maka harus membayar kembali kepada Penggugat segala biaya yang telah dikeluarkan oleh Penggugat untuk membiayai kehidupan Tergugat selama tergugat menjalin hubungan asmara dengan penggugat sebagai suami istri tanpa ikatan perkawinan yang sah“.

Baca juga: Pacaran Sehat: Waspadai “Dating Violence” Dalam Relasi Intim (Pacaran)

Selain berdasarkan putusan diatas, admin mengutip artikel yang dimuat di hukumonline.com . Di dalam artikel tersebut mengulas Putusan MA No. 522 K/Sip/1994.

Singkat kata melalui putusan itu, MA menghukum si pria yang kebablasan bertindak setelah berjanji menikahi, dan bertunangan dengan seorang perempuan.

Gara-gara janji menikahi ‘nyaris’ terealisir, dua sejoli itu pun  melakukan hubungan suami istri. Akibat hubungan terlarang ini, berbuah kehamilan sang cewek.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kehamilan itu ternyata tidak dikehendaki oleh si Cowok. Ketidakberteriamaannya memicu emosinya. Lantas ia memaksa calon isterinya menggugurkan kandungan.

Setelah menelaah duduk perkaranya, MA akhirnya menghukum si cowok dengan pidana. Karena terbukti telah menyerang kehormatan susila, melakukan pencurian dengan kekerasan, dan penganiayaan mengakibatkan luka berat.

Cowok Player

Tidak hanya karena telah melakukan hubungan badan saja. Cowok yang ingkar janji untuk bersanding di pelaminan bisa dituntut ke pengadilan kalau melakukan hal ini. Yaitu telah melakukan perbuatan yang dapat dianggap serius dalam tata hubungan kemasyarakatan. Pengertian tersebut dapat dimaknai misalnya telah terjadi pertunangan atau mengumumkan akan terjadinya perkawinan.

Untuk perbuatan yang demikian ini. Seorang cewek yang menjadi korban dapat menuntut sang  cowok  membayar ganti rugi. Sanksi berupa ganti rugi itu dimaksud untuk pemulihan nama baik cewek yang menggugat.

Mengapa bisa dituntut? 

Karena perbuatan tersebut melanggar Pasal 58 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata).

Adapun bunyi dari Pasal 58 KUHPerdata pada pokoknya:

First, janji kawin (menikahi) tidak menimbulkan hak untuk menuntut di muka Hakim berlangsungnya perkawinan. Juga tidak menimbulkan hak untuk menuntut penggantian biaya, kerugian dan bunga, akibat tidak dipenuhinya janji itu. Semua persetujuan untuk ganti rugi dalam hal ini adalah batal.

Second, akan tetapi, jika pemberitahuan kawin ini telah diikuti oleh suatu pengumuman, maka hal itu dapat menjadi dasar untuk menuntut penggantian biaya atau menuntut kerugian. Namun tidak boleh memperhitungkan soal kehilangan keuntungan.

Third, masa daluarsa untuk menuntut ganti rugi tersebut adalah 18 bulan terhitung sejak pengumuman rencana perkawinan.

So, buat para cowok yang belum serius menjalani hubungan dengan cewek kalian sebaiknya tidak menjadikan ikatan perkawinan sebagai gombalan. Apalagi itu kalian lakukan sebagai alat untuk dapat mengeksploitasi seorang cewek.

Ingat bro, selain putusan-putusan MA dalam perkara yang dicontohkan tadi. Selain bisa dipidana dapat juga dituntut ganti rugi atas perbuatan ingkar yang demikian itu.

Apalagi secara tegas dalam perkara lainnya, MA menyatakan tidak menepati perjanjian untuk melangsungkan pernikahan adalah Perbuatan Melawan Hukum atau onrechtmatige daad.

Oh ya, mengakhiri artikel ini. Admin ingin membagi lirik dari lagunya kahitna yang berjudul “Menikahimu”:

Menikah denganmu
Menetapkan jiwa
Bertahtakan kesetiaan cinta
Selamanya

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *