Belasan Jurnalis Hilang Saat Demo, Dianiaya

  • Whatsapp
Belasan Jurnalis Hilang Saat Demo, Dianiaya
Belasan Jurnalis Hilang Saat Demo, Dianiaya

Garisatu.com – Belasan jurnalis hilang usai demo ricuh Tolak UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020). Demo ini sampai malam dan berakhir dengan bakar-bakaran fasilitas publik.

Selain itu, beberapa perangkat kerja milik jurnalis juga dirampas oleh oknum anggota polisi.

Bacaan Lainnya

Belasan Jurnalis Hilang Saat Demo, Dianiaya

Pengacara LBH Pers Ahmad Fathanah mengatakan bahwa dari 18 orang.

Ke-17 di antaranya merupakan jurnalis dari berbagai Pers Mahasiswa atau Persma.

Sedangkan, satunya merupakan jurnalis media online Merahputih.com atas nama Ponco Sulaksono.

Jurnalis Hilang Saat Demo

Terakhir diketahui, Ponco sedang meliput aksi di bilangan Tugu Tani, Gambir, Jakarta Pusat. Menurut Kompartemen News merahputih.com, terakhir Ponco mengirim berita pukul 15.14 WIB lalu beliau pun hilang.

Belasan Jurnalis Hilang Saat Demo, Dianiaya

Hingga Kamis (8/10) malam sekira pukul 23.00 WIB, kabar mengenai keberadaan Ponco masih belum diketahui atau hilang. Rekan-rekan seprofesi telah mencoba berkoordinasi dengan jajaram Polda Metro Jaya hingga Polres terkait. Namun, keberadaan Ponco masih belum diketahui.

Republika.co.id juga telah mencoba menghubungi nomor ponsel Ponco. Namun tak ada jawaban.

Belasan Jurnalis Hilang Saat Demo, Dianiaya

Selain itu, sejumlah perangkat kerja milik jurnalis juga dilaporkan dirampas oleh oknum anggota polisi.

Salah satunya, yakni memori kamera miliki jurnalis Suara.com atas nama Peter Rotti.

Memori kamera milik Peter dirampas oleh oknum anggota polisi lantaran merekam tindakan represif mereka saat memukuli peserta demostrasi di sekitar Halte Transjakarta Bank indonesia.

Belasan Jurnalis Hilang Saat Demo, Dianiaya

Bahkan, Peter sempat diseret dan dianiaya hingga mengalami luka lebam.

Menurut dia, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, saat Peter merekam video aksi sejumlah oknum aparat kepolisian mengeroyok seorang peserta aksi di sekitar halte Transjakarta Bank Indonesia. Ketika itu, Peter berdua dengan rekannya, yang juga videografer, yakni Adit Rianto S, melakukan live report via akun Youtube peristiwa aksi unjuk rasa penolakan Omnimbus Law.

Belasan Jurnalis Hilang Saat Demo, Dianiaya

“Melihat Peter merekam aksi para polisi menganiaya peserta aksi dari kalangan mahasiswa, tiba-tiba seorang aparat berpakaian sipil serba hitam menghampirinya,” papar Suwarjono dalam keterangan resmi Suara.

Kemudian, kata dia, disusul enam orang polisi yang belakangan diketahui anggota Brimob. Para oknum polisi itu meminta kamera Peter. Namun, Peter menolak sambil menjelaskan bahwa dirinya jurnalis yang sedang meliput.

Belasan Jurnalis Hilang Saat Demo, Dianiaya

Tak peduli dengan penjelasan Peter, para oknum polisi itu memaksa dan merampas kamera Peter. Seorang dari oknum polisi bahkan disebut sempat meminta memori kamera. Peter menolak dan menawarkan akan menghapus video aksi kekerasan aparat polisi terhadap seorang peserta aksi.

Para oknum polisi bersikukuh dan merampas kamera jurnalis video Suara.com tersebut. Peter yang menolak pun diseret sambil dipukul dan ditendang oleh segerombolan oknum polisi tersebut.

Belasan Jurnalis Hilang Saat Demo, Dianiaya

“Saya sudah jelaskan kalau saya wartawan, tetapi mereka (polisi) tetap merampas dan menyeret saya. Tadi saya sempat diseret dan digebukin, tangan dan pelipis saya memar,” kata Peter melalui sambungan telepon, sebagaimana disampaikan redaksi Suara.com.

Setelah merampas kamera, memori yang berisi rekaman video liputan aksi unjuk rasa mahasiswa dan pelajar di sekitar patung kuda, kawasan Monas, Jakarta itu diambil apart. Namun, kameranya dikembalikan kepada Peter.

Belasan Jurnalis Hilang Saat Demo, Dianiaya

“Kamera saya akhirnya kembalikan, tetapi memorinya diambil sama mereka,” ujarnya.

Peter mengalami memar di bagian muka dan tangannya akibat penganiayaan aparat kepolisian. Tak hanya itu, tiga anggota pers mahasiswa GEMA Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) juga dikabarkan hilang sejak pukul 11.45 WIB, ketika meliput demonstrasi tolak UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (8/10).

Belasan Jurnalis Hilang Saat Demo, Dianiaya

Ketiganya yakni Ajeng Putri, Dharmajati, dan Muhammad Ahsan Zaki diduga hilang. Mereka terakhir mengabarkan posisi di sekitar Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Namun dikabarkan kini telah berhasil ditemukan.

Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh ucap Redaktur Pelaksana GEMA, Indah Sholihati. Indah menyatakan rekan-rekannya itu saat ini berada di Mapolda Metro Jaya.

Belasan Jurnalis Hilang Saat Demo, Dianiaya

“Iya Kak (sudah ketemu). Kami sedang di Polda mengurusnya,” ucap Indah saat dihubungi, Jumat (9/10).

Meski begitu, Indah belum bisa menjelaskan kenapa rekan-rekannya itu bisa dibawa ke Polda Metro Jaya.

“Untuk sementara masih di proses,” kata dia.

Kemudian, anggota pers mahasiswa dari Pers Lima Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Amalia Azahra dan Syarifah Nuraini juga sempat dikabarkan hilang dan berhasil ditemukan. Keberadaan keduanya saat ini ada di Polda Metro Jaya dan tidak hilang.

“Iya sudah ketemu. Di Polda,” kata salah satu rekan mereka, Sitin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *