Haul Ke-7 Taufik Kiemas: Politik Itu Berteman!

  • Whatsapp
Haul Ke-7 Taufik Kiemas: Politik Itu Berteman!

Prof. Azzumardy Asra, menulis analisa dalam buku; Taufik Kiemas Di Mata Tokoh Islam; bahwa bergabungnya Taufik Kiemas ke GMNI, sangat mungkin didorong oleh semangat keislaman beliau guna memperkenalkan atau memperluas jaringan keislaman di setiap lini.

Sebagai pengagum Bung Karno, Taufik Kiemas dalam pelbagai kesempatan seringkali mengaku bahwa bergabungnya dia dengan GMNI karena ia ingin memperluas wawasan.

Bacaan Lainnya

Sejak kecil, dia sudah terbiasa mendengarkan penjelasan tentang keislaman dari Ayahnya. Maka, ketika beranjak dewasa, dia merasa perlu memperluas wawasan dan membangun jaringan baru di organisasi yang sama sekali lain dibanding apa yabg sering dia dengar dari ayahnya sejak kecil.

Karena itu, ketika meniti karir politik, kegemaran dan naluri mencari wawasan dan membangun networking dengan siapapun, tampak jelas dilakukan dalam keseharian Taufik Kiemas.

Seringkali Taufik Kiemas hadir dan turut serta aktif dalam forum-forum diskusi baik formal maupun informal. Entah itu dalam satu partai maupun lintas partai, baik partai berbasis nasionalis maupun partai berasaskan Islam.

Pergaulan yang dirintis dan dibangun Taufik sejak muda, membuat langkah-langkah politiknya bisa berjalan dengan baik. Banyak gagasan dan pandangan politik Taufik yang disampaikan dalam forum-forum diskusi maupun dalam forum resmi kenegaraan sebagai anggota DPR maupun Ketua MPR-RI mendapat sambutan dan dukungan dari berbagai kalangan.

Lihat saja, ketika perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara sudah melupakan jalan ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Kebhinekaan, Taufik Kiemas membuat gagasan pentingnya mensosialiasikan kembali semua nilai-nilai tersebut. Gagasan ini diberi nama sosialisasi 4 Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ide dan gagasan tentang sosialisasi 4 pilar diterima secara aklamasi oleh seluruh anggota MPR RI saat itu. Bahkan jika kita mundur sedikit, ketika pemilihan Ketua MPR RI, Taufik Kiemas didaulat dan ditetapkan secara aklamasi melalui musyawarah mufakat sebagai ciri dan kultur demokrasi Pancasila.

Penerimaan secara aklamasi oleh berbagai kelompok yang berbeda selain karena ide dan gagasan yang bernas, juga karena pribadi Taufik Kiemas keseharian yang luwes tanpa pernah membeda-bedakan orang dari pandangan politik, agama, suku dan ras.

Karena dalam banyak kesempatan Taufik menyampaikan, bahwa perbedaan yang ada tersebut mempunyai tujuan yang sama untuk kejayaan bangsa Indonesia.

Taufik Kiemas sebagai pribadi, terbiasa menjadi pendengar yang baik, selain pribadi yang bisa menyampaikan pandangannya dalam kalimat-kalimat yang jelas, tegas, lugas, disertai dengan joke-joke ringan yang menopang semakin mudahnya memahami pandangan, ide dan saran yang di sampaikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *