Haul Ke-7 Taufik Kiemas: Politik Itu Berteman!

  • Whatsapp
Haul Ke-7 Taufik Kiemas: Politik Itu Berteman!

Garisatu.com – Mengenal sosok Taufik Kiemas, tidak bisa dilepaskan dari tradisi keilmuan dan keislaman yang dibangun dalam keluarga beliau. Taufik Kiemas dilahirkan dan dibesarkan dalam tradisi Masyumi yang berasaskan Islam.

Pada masa itu, ‘Islam’ dan ‘Nasionalisme’ seakan-akan vis a vis (sedang berhadap-hadapan). Tak heran, jika kemudian perdebatan dan pandangan politik turut berlangsung sengit dan “keras”. Pelbagai argumentasi dan rujukan keilmuan diadu dalam rapat-rapat atau sidang-sidang di konstituante.

Bacaan Lainnya

Menariknya dari pelbagai perdebatan dan perbedaan pandangan politik yang “panas” tersebut, selalu berakhir penuh rasa persaudaraan, saling menghormati dan menghargai perbedaan. Dalam situasi politik yang demikian Taufik Kiemas lahir dan dibesarkan.

Memasuki bangku perkuliahan, Taufik Kiemas, bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), yang ketika itu “dianggap” sebagai kelompok Bung Karno yang secara pandangan politik adalah “lawan” partai orang tuanya, Masyumi. Di sinilah sosok Taufik Kiemas menjadi menarik.

Sejak pra kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru bahkan mungkin sampai saat ini, Islamisme selalu diperhadap-hadapkan dengan Nasionalisme. Sejak muda, Taufik Kiemas justru meleburkan diri dalam dikotomi tersebut.

Ketika banyak orang berdebat masalah pluralisme di Indonesia, suami Hj. Megawati Soekarnoputri ini telah melakukan eksperimen pluralisme itu sendiri. Ketika orang sibuk mengkaji tentang Keindonesiaan dan Keislaman, Taufik Kiemas justru melakukannya.

Dikala anak sulung dari Tjik Agus Kiemas buah perkawinannya dengan Hamzatun Rusjda ini memutuskan bergabung dengan GMNI, sebagai anak dari pentolan Masyumi, Ayahnya sampai menitikkan air mata.

Airmata dan kesedihan sang Ayah adalah taruhan pertama Taufik Kiemas ketika beliau mencoba melebur dalam dikotomi Islam versus Nasionalisme di Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *