Hatta Ali Bagi Resep Menjaga Wibawa Mahkamah Agung

  • Whatsapp
Hatta Ali Bagi Resep Menjaga Wibawa Mahkamah Agung
https://www.mahkamahagung.go.id

garisatu.com – Di hadapan Presiden, Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali juga menjelaskan bahwa pengawasan dan pembinaan menjadi salah satu elemen kunci dalam menjaga kewibawaan, harkat dan martabat lembaga peradilan.

Hal itu dikatakan Hatta Ali saat menyampaikan pidato Laporan Tahunan Mahkamah Agung tahun 2019 di hadapan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Rabu pagi, 26 Februari 2020 di Jakarta Convention Centre pada Sidang Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung.

Bacaan Lainnya

Penyampaian Laporan ini juga disaksikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, KH. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden RI ke enam Tris Sutrisno,  Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Wakil Ketua Mahkamah Agung Qatar, Wakil MA Sudan, Wakil Ketua MA Arab Saudi,  Wakil Ketua MA Jepang,  para Hakim Agung, para Hakim Adhoc, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, para Duta Besar, dan undangan lainnya.

Dalam sidang istimewa ini Hatta Ali mengatakan bahwa untuk menciptakan iklim yang meminimalisir segala bentuk pelanggaran, maka dilakukan berbagai upaya berkesinambungan baik secara mandiri maupun dengan dukungan pihak eksternal.

Salah satu sistem yang dibangun MA saat ini merujuk pada standar internasional adalah Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah diadopsi melalui SNI ISO 37001. Sistem ini dirancang bagi pengadilan untuk menaati peraturan perundang-undangan dengan kemampuan mencegah (prevent), mendeteksi (detect), dan menangani (respond) tindak pidana suap.

Berdasarkan hasil penilaian atas 43 klausul yang menjadi kriteria SMAP pada lembaga peradilan, maka terdapat 7 pengadilan. Pengadilan dimaksud yaitu PN.Klas I A Khusus Jakarta Pusat dan Makassar, PN.Klas IA Yogyakarta, Denpasar, dan Padang, serta PN. Klas I B Ternate dan Pangkal Pinang telah memperoleh pengakuan berupa sertifikat sebagai lembaga yang telah menerapkan manajemen anti penyuapan sesuai dengan standar internasional.

Tindakan preventif lainnya dilakukan melalui pembentukan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Pada tahun 2019, terdapat 63 Satuan Kerja (satker) yang memperoleh predikat Zona Integritas menuju WBK/WBBM, yang melengkapi 7 satker pada tahun sebelumnya. Penghargaan ini diikuti pemberian penghargaan kepada Ketua Mahkamah Agung sebagai Pemimpin Perubahan Pembangunan ZI menuju WBK/WBBM serta 14 Pimpinan Pengadilan sebagai Tokoh Pelopor Perubahan Tahun 2019.

Selain tindakan preventif, MA secara responsif telah menangani 2.952 pengaduan dan dari jumlah tersebut telah selesai diproses sebanyak 1.956 pengaduan dan 996 pengaduan masih dalam proses penyelesaian.

Berdasarkan hasil pemeriksaaan atas pengaduan-pengaduan tersebut, MA menjatuhkan hukuman disiplin terhadap 179 orang Hakim, Hakim Ad Hoc dan Aparatur Peradilan lainnya.

Hatta Ali MA
Hatta Ali sampaikan Laporan Tahunan 2019
Foto: https://www.mahkamahagung.go.id

Selain itu, Hatta Ali menerangkan dalam rangka menjaga keluhuran martabat dan kehormatan Hakim, telah digelar Sidang Majelis Kehormatan Hakim oleh MA bersama KY terhadap 4 orang Hakim. Dimana mereka telah dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran dan dijatuhi hukuman disiplin berat.

Semua upaya di bidang pengawasan dan pembinaan telah pula diuji melalui survey kepuasan publik terhadap pelayanan pengadilan yang dilakukan oleh pihak eksternal yaitu LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial) melalui analisis kualitas layanan (SERQUVAL).

Berdasarkan hasil survey tersebut, secara keseluruhan indeks kepuasan publik terhadap lembaga peradilan sebesar 76% atau termasuk kategori “Baik” berdasarkan klasifikasi Indeks yang digunakan oleh BPS. Layanan peradilan yang mendapat kategori baik tersebut secara rinci yaitu : layanan informasi 74%, layanan administrasi dan sidang 75%, layanan mediasi 75%, dan layanan bantuan hukum 79%.

Dalam kesempata ini Hatta Ali tak lupa menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih pada seluruh Hakim dan Aparatur Peradilan di Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan dari Sabang sampai Merauke, dari Melonguane sampai Rote Ndao, yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah demi kemajuan badan peradilan.

“Penghargaan dan ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah turut serta bersama-sama membantu pelaksanaan tugas dan fungsi MA, dari pihak eksekutif dan legislatif pada tingkat pusat maupun daerah, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, media massa, dunia pendidikan, Mahkamah Agung dan pemerintah negara-negara sahabat, serta mitra-mitra pembaharuan Mahkamah Agung,” kata Hatta Ali.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *