Guru Setubuhi Siswi Hingga 10 Kali Dengan Modus Belajar Di Rumah

  • Whatsapp
Guru Setubuhi Siswi Hingga 10 Kali Dengan Modus Belajar Di Rumah

Garisatu.com – Banyak pelaku kejahatan yang memanfaatkan masa pandemi COVID-19 untuk dijadikan modus merugikan orang lain.

Kini muncul kasus modus di dunia pendidikan, seorang guru beraksi memanfaatkan siswinya untuk memuaskan nafsu birahinya.

Bacaan Lainnya

Kali ini terjadi di Jambi, dimana seorang pria yang dikenal sebagai guru honorer di salah satu SD Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat, Jambi mencabuli siswi SMA di rumahnya.

“Pelaku ditangkap di rumahnya di RT 02, Betara III, Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjab Barat, Jambi sekitar pukul 00.30 WIB,” kata Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro, Sabtu (29/8).

Diketahui bahwa pelaku merupakan mentor bimbel online berinisial AG (31). Ia membuka bimbel online untuk pelajar SMA via WhatsApp (WA) grup ‘Belajar Club’.

Lalu menggunakan modus tersebut, pelaku membujuk korban untuk belajar ke rumahnya.

Siswi SMA yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, berinisial M (16) menjadi korban pencabulan.

Ia merupakan anggota yang paling aktif bertanya dalam grup WA itu.

Keaktifannya menjadi salah satu faktor komunikasi antara keduanya yang berlangsung semakin intens.

“Namun sebagai mentor, pelaku tidak menyebutkan identitasnya sebagai guru honorer SD, hanya menyebutkan ahli di mata pelajaran Matematika dan Kimia,” terang Kapolres.

Setelah pelaku membujuk, korban akhirnya memberanikan diri ke Jambi. Pertama kali pencabulan dilakukan pada waktu subuh di rumahnya.

“Celakanya selama bersama pelaku, korban tidak diperkenankan keluar rumah, Hp korban juga dikuasai pelaku. Korban pun tak diizinkan pulang. Dalam melancarkan aksinya, pria yang berstatus bujangan ini juga mengimingi korban untuk didaftarkan PNS,” terang Kapolres.

Akhirnya masalah tersebut terbongkar setelah keluarga korban menemukan rumah pelaku, dan meminta korban untuk pulang.

Siswi tersebut kemudian bercerita kepada orang tuanya bahwa ia telah mengalami peristiwa pencabulan.

“Atas kejadian tersebut, orang tua korban melaporkan kejadian ke Polres Tanjab Barat. Berdasarkan laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku,” jelas Kapolres.

Saat ini Kapolres masih mengembangkan kasus tersebut karena tindakan asusila bisa saja tidak hanya terjadi kepada satu namun beberapa siswi lainnya.

“Karenanya, kita harap jika ada siswi lainnya yang menjadi korban tindak asusila pelaku untuk segera dapat melaporkannya kepada petugas,” kata dia.

Di sisi lain, pelaku AG mengungkap telah melakukan persetubuhan hingga 10 kali, atas dasar sama-sama suka.

Menurutnya, siswi M saat itu tidak mempersoalkan hal tersebut.

“Kami melakukannya mau sama mau, kami sudah berulang kali melakukan hubungan badan di rumah. Ada sekitar 10 kali kami melakukannya,” ungkap pelaku.

Siswi juga secara sadar dijemput dari Jambi ke rumahnya.

Siswi 16 tahun itu bahkan telah tinggal bersama guru tersebut dalam satu rumah papan yang AG tinggali seorang diri di tepi jalan lintas Jambi-Kuala Tungkal selama sekitar 20 hari.

Ayah pelaku yang berinisial AD lalu mengatakan bahwa anaknya dan perempuan itu sempat akan dinikahi namun batal, lantaran orang tua korban meminta uang Rp 100 juta.

“Kita sudah ke rumah keluarganya dan sepakat mau menikahi anaknya. Saat itu, kesepakatan Rp 25 juta saya sanggupi. Tapi berubah, keluarganya minta Rp 100 juta, kita nggak sanggup,” tutur ayah pelaku.

Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyidikan terhadap kasus pencabulan anak di bawah umur tersebut.

Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Tanjab Barat untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *