Gubernur BI Emosional Soal Wabah Corona 2020: ‘Pengen Nangis!’

  • Whatsapp
Gubernur BI Emosional Soal Wabah Corona 2020: 'Pengen Nangis!'

Garisatu.com – Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia (BI) merasa sangat emosional jika memikirkan  perekonomian negri yang terimbas wabah COVID-19.

“Saya emosional, pengin nangis ini. Malam tahajud, betul-betul mohon perlindungan. Allah Maha Besar, Maha Kuasa, Insya Allah bangsa kita selamat. Mohon maaf kalau agak sentimentil,” ungkap dia dalam rapat kerja bersama dengan Komisi XI DPR lewat video conference, Rabu (8/4/2020).

Namun Pak Perry mengatakan bahwa ia beserta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh santoso, serta otoritas terkait tetap memantau perkembangan ekonomi.

Bacaan Lainnya

Pak Perry juga membeberkan koordinasi dilakukan di setiap akhir minggu secara intens. Menurutnya, penyebaran virus ini bagaikan air bah yang datang pada zamn Nabi Nuh.

Maka itu, bank sentral serta pemerintah sedang mengupayakan penopang ekonomi agar Indonesia mampu melaluinya.

“Kami mohon dukungan, kami membangun kapal dan beri kami waktu agar kapal kuat. Saya setiap hari benar-benar menangis dan berdoa karena isu ini kompleks. Ini betul-betul ikhtiar maksimal, makanya kami butuh dukungan,” lanjut dia.

Perry menambahkan, beberapa hal yang telah dilakukan pemerintah adalah dengan memberikan guyuran insentif dari sisi fiskal dan berbagai kebijakan.

Hal terkini ialah pemambahan pengeluaran oleh pemerintah untuk penanganan COVID-19, termasuk obat-obatan dan alkes, sebesar Rp 405,1 triliun.

Di sisi lain, BI juga telah melakukan quantitative easing untuk menambah likuiditas sebesar hampir Rp 300 triliun.

Selain itu pun ada sejumlah kebijakan yang dikeluarkan oleh OJK serta LPS yang mampu menguatkan kebijakan pemerintah dan bank sentral.

“Pokoknya kami memiliki plan A, plan B, plan C, bahkan plan D. Langkah-langkah ini kami diskusikan secara marathon. Kami mohon dukungan,” jelas Pak Perry.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *