Gadis Usia 12 Tahun Menikah Dengan Pria Tuna Netra Usia 44 Tahun di Sulsel!

  • Whatsapp
https://id.wikipedia.org/wiki/Pernikahan_anak

Garisatu.com – Pada 30 Juni 2020, seorang gadis berinisial NS (12) menikah dengan seorang pria tuna netra, Baharuddin (44).

Acara pernikahannya digelar di Kampung Lamajakka, Desa Watung Pulu, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulsel dengan adat Bugis Makassar.

Lembaga Perlindungan Anak Pinrang dan Dinsos Kab. Pinrang telah menyelidiki pernikahan di bawah umur tersebut. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kapolsek Suppa, AKP Chandra.

“Iya betul, ada pernikahan anak di bawah umur dan sudah didalami oleh pemerintah,” ungkap AKP Chandra pada Sabtu (4/7).

Gadis Usia 12 Tahun Menikah Dengan Pria Tuna Netra Usia 44 Tahun di Sulsel
Foto: Dok. Istimewa

Lalu Chandra menjelaskan, Baharuddin adalah warga yang tinggal di Kota Makassar. Pekerjaan sehari-harinya adalah menjadi terapis pijat.

Awalnya pria ini mengunjungi rumah NS hanya sekedar untuk memijat. Ia juga pertamanya hanya menganggap NS sebagai seorang gadis kecil.

Namun setelah Baharuddin berkomunikasi secara mendalam dengan NS, ia merasakan ada koneksi. Lalu mereka sempat berpacaran.

“Mereka ini sempat pacaran,” ungkap Chandra.

Hubungan antar kedua pasangan itu memang belum lama, namun Baharuddin sudah memantapkan hatinya untuk menikahi gadis tersebut.

Setelah itu proses lamaran dan pernikahan dilakukan di rumah kakak kandung NS di Kampung Lamajakka.

Lanjut Chandra, pasangan tersebut juga sempat mengajukan permohonan pernikahan ke KUA Kecamatan Suppa.

Gadis Usia 12 Tahun Menikah Dengan Pria Tuna Netra Usia 44 Tahun di Sulsel
Foto: Dok. Istimewa

Namun karena pihak KUA menolak atas pernikahan dibawah umur tersebut, akhirnya pernikahan mereka dilakukan secara adat.

“Namun pihak KUA menolak dengan pertimbangan usia perempuan yang tergolong masih di bawah umur. Tapi, kakak kandung dari NS, tetap menikahkan mereka,” terang Chandra.

Pihak keluarga lalu mencoba mengajukan permohonan ke Pengadilan Agama Pinrang, Sulsel.

Hal itu agar mereka dapat memiliki penetapan pernikahan secara legal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *