Kontroversi Penayangan Film G30sPKI

  • Whatsapp
Kontroversi Penayangan Film G30sPKI
Kontroversi Penayangan Film G30sPKI

Garisatu.com – Menjelang tanggal 30 September setiap tahun dalam beberapa tahun terakhir, selalu muncul kontroversi mengenai perlu tidaknya film “Pengkhianatan G30S/PKI” diputar kembali.

Film “Pengkhianatan G30S/PKI” pertama kali ditayangkan di televisi pada 30 September 1985, tepatnya di TVRI.

Bacaan Lainnya

Kontroversi Penayangan Film G30sPKI

Film G30sPKI

Sebelumnya film itu juga sempat ditayangkan di layar tancap atau bioskop di DKI Jakarta. Penayangannya bahkan memecahkan rekor penonton DKI yang mencapai 699.282 penonton menurut data PT Perfin yang dibeberkan direktur utama Zulharmans.

Kemudian film G30sPKI itu mulai muncul di televisi nasional pada 1985 bertepatan dengan peristiwa 30 September. Selain itu juga menjelang Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober.

Kontroversi Penayangan Film G30sPKI

Film G30sPKI yang diputar di TVRI itu menggambarkan rencana busuk PKI sejak 13 Januari 1965 di Desa Kanigoro, kabupaten Kediri sampai puncaknya menjelang tanggal 1 Oktober 1965.

Setelah itu juga menceritakan operasi penumpasan di bawah pimpinan Jenderal Soeharto sampai dengan operasi pemulihan keamanan dan ketertiban.

Kontroversi Penayangan Film G30sPKI

Film G30sPKI Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI diproduksi pada 1984 dengan didukung penuh oleh Pemerintah Orde Baru. Pada periode 1990-an, Pemerintah Orde Baru mewajibkan anak sekolah menonton film yang penuh adegan bersimbah darah itu. Setiap malam 30 September, film berdurasi empat jam itu selalu tampil di layar kaca.

Pascareformasi atau tepatnya pada 30 September 1998, film tersebut dihentikan penayangannya. Keputusan itu diambil Menteri Penerangan Letjen TNI Yunus Yosfiah karena Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara Republik Indonesia (PPAURI) keberatan lantaran film itu menyudutkan mereka. Belakangan, sejumlah sejarawan juga mengkritik akurasi sejarah film tersebut.

Kontroversi Penayangan Film G30sPKI

Pada tanggal 27 September lalu, stasiun televisi SCTV kembali menayangkan filn tersebut. Pihak SCTV memiliki sejumlah alasan memutar film yang kerap memantik kontroversi itu .

Gilang Iskandar, Corporate Secretary Grup Surya Citra Media (SCM), perusahaan induk SCTV, mengatakan, pihaknya setidaknya memiliki dua alasan. Pertama, SCTV memang memiliki hak siar atas film berdurasi empat jam tersebut. Kedua, tak ada larangan untuk menayangkan film yang disutradarai mendiang Arifin C. Noer itu.

Kontroversi Penayangan Film G30sPKI

“Bahkan terakhir, beberapa waktu lalu ditegaskan oleh Bapak Menko Polhukam Mahfud MD bahwa stasiun televisi boleh menayangkan film G30S/PKI,” kata Gilang.

Akhir-akhir ini, film G30S/PKI kembali memicu kontroversi. Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyebut, dirinya dicopot dari jabatan Panglima TNI karena menginisiasi acara nonton bareng film G30S/PKI pada 2017 silam.

Kontroversi Penayangan Film G30sPKI

“Pada saat itu, saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebut saja partai PDIP. ‘Pak Gatot, hentikan itu, kalau tidak pasti Pak Gatot akan diganti’. Saya bilang terima kasih, justru saya gas karena ini adalah benar-benar berbahaya. Dan benar-benar saya diganti,” kata Gatot di kanal Youtube Hersubeno Arief. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *