Fadil Imran Siap Tegasi Ormas Yang Melakukan Tindak Pidana

Fadil Imran Siap Tegasi Ormas Yang Melakukan Tindak Pidana

Garisatu.com – Fadil Imran Siap Tegasi Ormas Yang Melakukan Tindak Pidana. Kerumunan yang terjadi akibat kepulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab menuai buntut yang panjang. Setelah kasus kerumunan yang terjadi saat pernikahan putri keempat Rizieq Shihab pada 14 November lalu yang diselenggarakan di Petamburan, Rizieq didenda Rp 50juta dan juga menyebabkan Irjen Nana Sudjana dipecat akibat acara yang diselenggarakan Rizeiq melanggar protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19 ini. 

Dipecatnya Irjen Nana Sudjana kemudian digantikan oleh Inspektur Jenderal Fadil Imran menjadi Kapolda Metro Jaya dan dilantik oleh Kapolri Jenderal Idham Azis. 

Bacaan Lainnya

Terkait kerumunan yang terjadi di Petamburan pada 14 November itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran telah mengultimatumkan kepada para tersangka yang terlibat di kerumunan. Fadil Imran juga menegaskan akan menangkap Imam Besar Rizieq Shihab. 

“Habib Rizieq akan kita tangkap!” ujar Fadil menegaskan, di Polda Metro Jaya, Jakarta pada hari Kamis (10/12/2020) sore.

Sebelumnya Polda Metro Jaya telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam karus kerumunan itu, salah satunya ialah Rizieq Shihab sedangkan lima lainnya terdiri dari panitia atau penyelenggara kegiatan resepsi, yakni Haris Ubaidillah, Ali Alatas, Maman Suryadi, Ahmad Sobri Lubis dan Idrus.

Fadil Imran juga menyampaikan bahwa tidak ada Ormas atau kelompok yang menempatkan dirinya diatas negara, apalagi jika ormas tersebut melakukan tindak pidana. Ia menegaskan bahwa ormas yang melakukan tindak pidana akan dilakukan penegakan hukum yang tegas. 

“Tidak ada satu kelompok atau ormas yang menempatkan dirinya di atas negara, apalagi ormas tersebut melakukan tindak pidana,” kata Fadil. 

Tindak pidana yang dimaksud ialah melakukan hate speech, melakukan penghasutan, menyemburkan ujaran kebencian dan menyebarkan berita bohong. Bahkan berlangsung secara berulang ulang dan selama bertahun tahun. Hal tersebut disampaikan oleh Fadil Imran di Mapolda Metro Jaya pada Jumat (11/12/2020) pagi. Menurut Fadil, ormas-ormas yang menggunakan identitas sosial seperti suku dan agama, bisa merusak rasa kenyamanan masyarakat dan merobek kebhinekaan di Indonesia.

Alasan Fadil menegakkan hukum secara tegas  termasuk bagi ormas ormas tersebut ialah karena dianggap meresahkan masyarakat dan merobek kebhinekaan Indonesia. 

“Jadi saya harus melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap model seperti ini. Tidak ada gigi mundur, ini harus kita selesaikan,” ujar Fadil.

“Di samping ini merupakan tindak pidana, ini juga dapat merusak rasa nyaman masyarakat, dapat merobek-robek kebinekaan kita, karena menggunakan identitas sosial apakah suku atau agama. Tidak boleh! Negara ini dibangun dari kebinekaan,” ujar Fadil.

Fadil Imran Siap Tegasi Ormas Yang Melakukan Tindak Pidana

Kemudian apabila pihak kepolisian menangkap dan melakukan penegakan hukum terhadap suatu ormas atau kelompok, hal itu dikarenakan demi ketertiban dan keteraturan sosial. 

“Jadi, kalau Polda Metro Jaya menangkap, memproses hukum kelompok atau siapapun, maka itu karena negara ini butuh keteraturan sosial, kita butuh ketertiban sosial,” tambahnya.

Menurut Fadil, masyarakat masih kurang memahami bahaya kerumunan yang ditimbulkan pada saat pandemi. Fadil memberi contoh dengan membandingkan kasus perampokan dengan pembunuhan satu keluarga, di mana masyarakat banyak yang berempati terhadap kasus itu. Padahal kasus tersebut tidak ada bedanya dengan kerumunan yang terjadi saat pandemi. Sama sama bisa merugikan masyarakat banyak. 

“Ujungnya sama-sama mati. Mortality rate-nya (akibat Covid-19) sekira 1,3 persen. Setiap hari yang meninggal di Jakarta (karena Covid-19) 3-4 orang, bahkan lebih. Apa yang terjadi? Perasaan kita merasa biasa-biasa saja, padahal ini mati,” ucapnya.

Menurut Fadil, segala yang dapat menimbulkan korban, baik secara keselamatan jiwa maupun korban fisik karena sakit, dan menyebabkan kerugian materiil perlu ditindak oleh pihak kepolisian. 

Terkait penangkapan Rizieq Shihab pun pihak penasihat hukum, Aziz Yanuar angkat bicara. Aziz mengatakan bahwa pihaknya masih belum berencana mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan kliennya sebagai tersangka oleh tim penyidik Polda Metro Jaya terkait perkara dugaan tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. Itu. 

“Masih belum (mengajukan gugatan praperadilan),” kata Aziz, Kamis (10/12/2020).

Aziz juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Rizieq Shihab terkait penetapan tersangka dan rencana penangkapan kliennya oleh tim penyidik Polda Metro Jaya.

Pos terkait