Detail RUU Larangan Minuman Beralkohol

  • Whatsapp
Detail RUU Larangan Minuman Beralkohol
Detail RUU Larangan Minuman Beralkohol

Garisatu.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sedang membahas Detail RUU (Rancangan Undang-undang) Larangan Minuman Beralkohol (RUU Minol) yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif minuman beralkohol (minol) dan menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya minuman beralkohol.

Detail RUU Larangan Minuman Beralkohol

Detail RUU ini sebenarnya sudah diusul sejak periode DPR 2009-2014 tetapi tidak pernah selesai dibahas, kemudian dalam tahun ini dimasukkan ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020 yang diusulin oleh 3 fraksi di DPR yaitu fraksi PPP, fraksi PKS dan fraksi Gerindra.

Bacaan Lainnya

Dalam Detail RUU ini jelas membahas produsen hingga konsumen minol, dan juga sanksi yang akan diberikan. 

Detail RUU Larangan Minuman Beralkohol

Produsen hingga penjual minuman beralkohol terancam pidana 10 tahun dan denda Rp 1 miliar yang tertuang dalam Bab IV tentang Ketentuan Pidana dalam draf RUU.

Detail RUU Larangan Minuman Beralkohol

Dijelaskan melalui Pasal 18 hingga 21 dalam bab tersebut, mereka yang melanggar aturan memproduksi, memasukkan, menyimpan, dan/atau mengedarkan minuman beralkohol akan dipidana penjara minimal dua tahun dan paling lama 10 tahun atau denda paling sedikit Rp 200.000 dan paling banyak Rp 1 miliar.

Detail RUU Larangan Minuman Beralkohol

Kemudian bagi masyarakat yang mengonsumsi minuman beralkohol akan dipidana penjara minimal tiga bulan dan paling lama dua tahun atau denda paling sedikit Rp 10.000.000 dan paling banyak Rp 50.000.000.

Jika pelanggaran mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain, dipidana dengan pidana pokok ditambah satu pertiga.

Soal ketentuan larangan minuman beralkohol tertuang di Pasal 5, 6, dan 7.

Detail RUU Larangan Minuman Beralkohol

Namun, terdapat pengecualian dalam pasal 8 ayat (2) huruf e, disebutkan larangan minuman beralkohol tidak berlaku di tempat-tempat yang diizinkan oleh peraturan undang-undang. Rincian tempat itu dijabarkan di bagian penjelasan.

“Yang dimaksud dengan ‘tempat-tempat yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan’ meliputi toko bebas bea, hotel bintang 5 (lima), restoran dengan tanda talam kencana dan talam selaka, bar, pub, klub malam, dan toko khusus penjualan Minuman Beralkohol,” bunyi penjelasan pasal 8 ayat (2) huruf e dilansir dari draf yang diunggah situs resmi DPR.

Detail RUU Larangan Minuman Beralkohol

Pengecualian dalam pasal 8 juga memperbolehkan minuman beralkohol untuk kepentingan terbatas, seperti kepentingan adat, ritual keagamaan, wisatawan, farmasi, dan tempat-tempat yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan. Ketentuannya diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *