Cara Ekstrem Korut Cegah Covid-19

  • Whatsapp
Cara Ekstrem Korut Cegah Covid-19
Cara Ekstrem Korut Cegah Covid-19

Garisatu.com – Korea Utara yang dikenal sebagai negara dengan sistem kesehatan yang lemah berupaya sekeras mungkin mengatasi pandemi Covid-19 dan hingga detik ini belum melaporkan satu pun kasus Covid-19.

Pemerintah Korea Utara memerintahkan tentaranya di perbatasan untuk melakukan tembak di tempat buat mencegah masuknya virus corona Covid-19 ke wilayah Korea Utara dari China. Demikian menurut keterangan menurut komandan pasukan AS di Korea Selatan.

Bacaan Lainnya

Cara Ekstrem Korut

090500200 1584788704 20200321 Rudal Korea Utara 1

Korut diketahui sangat sigap menutup perbatasan dengan China dan memberlakukan tindakan pengamanan yang ketat sejak virus corona menyebar pada Januari 2020,. Hanya saja, meski virus SARS-Cov-2 telah menginfeksi jutaan orang di lebih dari 200 negara, hingga kini Korut tetap berkeras bahwa negaranya masih terbebas dari virus corona hingga Juli lalu.

Meski begitu, laporan dari Korut tersebut diragukan oleh para ahli. Para ahli beranggapan jika pemerintah Korea Utara sengaja menutup nutupi jumlah warganya yang terinfeksi covid-19 dengan alasan negara tersebut memiliki sistem fasilitas kesehatan yang kurang memadai sehingga rentan terinfeksi virus corona.

Namun, upaya Korea Utara dalam mencegah masuknya virus corona dinilai cukup esktrem. Pasalnya, tentara dan polisi Korea Utara telah diperintahkan untuk menembak mati siapa pun yang  berada dalam jarak setengah mil dari perbatasan negara dengan China.

5e0cb4d41ceeb

Walau sudah menerapkan kebijakan yang begitu tegas, kasus Covid-19 pertama Korea Utara dilaporkan pada Minggu (26/7/2020).
Kasus Covid-19 pertama ini diduga berkaitan dengan seorang pembelot yang kembali ke negara komunis itu pada pekan lalu secara ilegal.

 “Sebuah peristiwa darurat terjadi di Kota Kaesong, di mana seorang pembelot yang pergi ke Korea Selatan tiga tahun lalu, seseorang yang diduga telah terinfeksi virus ganas ,kembali pada 19 Juli 2020 setelah melewati garis demarkasi secara ilegal,” demikian Kantor Berita Negara KCNA, dikutip dari BBC, Minggu (26/7/2020).

Pemimpin Korut Kim Jong Un kemudian mengadakan pertemuan darurat dengan para pejabat tinggi dan meminta penutupan kota itu.
Kim pun memerintahkan “sistem darurat maksimum” untuk menahan penyebaran virus corona. Sementara, penyelidikan tentang bagaimana orang itu bisa melintasi perbatasan juga tengah dilakukan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *