Budi Gunadi: Neraca Dagang RI Nombok Akibat BUMN!

  • Whatsapp
Budi Gunadi: Neraca Dagang RI Nombok Akibat BUMN

Garisatu.com – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ir. Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan penyebab defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) di Indonesia yang disumbangkan oleh pihak BUMN.

Hal yang terjadi di PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) merupakan salah satu contohnya.

Pertama barang mentah diekspor dengan nilai yang rendah, lalu setelah sudah dalam bentuk barang, mereka mengimpor kembali dengan nilai yang lebih tinggi.

Bacaan Lainnya

Ia merinci, Inalum mengekspor bauksit dengan harga US$ 30 dolar per ton. Setelah itu pihaknya mengimpor alumina yang harganya US$ 400 per ton.

Sebagai informasi, untuk memproduksi 1 ton alumina hanya membutuhkan 3 ton bauksit yang senilai US$ 90.

“Jadi kalau 3 (ton bauksit) x US$ 30, kan US$ 90 kita ekspor, impornya US$ 400, 4 kali lipat,” jelas Budi Gunadi di acara virtual penandatanganan perjanjian potensi kerja sama sinergi Pertamina Group dengan BUMN galangan kapal klaster industri manufaktur, Selasa (14/7/2020).

“Jadi kenapa current account-nya negatif? ya karena memang itu ekspornya murah, impornya mahal,” lanjut dia.

Bahan bakunya berasal dari Indonesia, namun malah diproses di luar negeri. Berarti Indonesia mampu memproduksi barang yang sama dengan harga yang jauh lebih murah.

“Waktu dulu pertama kali berhenti dari bankir kerja di tambang, saya baru sadar bahwa Inalum itu impor alumina dari luar negeri. Padahal alumina itu dibikin dari bauksit dalam negeri,” jelas Budi Gunadi.

Ia ingatkan para perusahaan BUMN besar agar memprioritaskan produksi dalam negeri dan tidak menghabiskan modalnya ke luar negeri.

“Nah kebetulan dengan adanya COVID ini kita ingin memastikan bahwa perputaran roda ekonomi ini terjadi di Indonesia. Pertamina, PLN, tambang, termasuk Telkom, ya kalau bisa uangnya jangan di-spend (dihabiskan) keluar. Uangnya di-spend ke dalam supaya orang-orang kita yang ekonominya lagi susah, yang gajinya lagi susah mendapatkan kucuran uang tersebut,” terang Budi Gunadi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *