BTN Mendapatkan Laba Bersih Rp 768 Miliar di Semester I-2020

  • Whatsapp
BTN Mendapatkan Laba Bersih Rp 768 Miliar di Semester I-2020

Garisatu.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, (BTN) mencetak laba bersih senilai Rp768 miliar pada semester I-2020.

Hingga semester I-2020, KPR subsidi BTN naik menjadi Rp 113,61 triliun, dari posisi di semester I-2020 sebesar Rp 107,34 triliun. Sementara KPR Non-subsidi, kredit perumahan lainnya, dan kredit konstruksi masing-masing tercatat sebesar Rp 79,87 triliun, Rp 7,56 triliun, dan Rp 27,87 triliun per semester I-2020.

Bacaan Lainnya

Bank BTN Mendapatkan Laba Bersih

BTN Mendapatkan Laba Bersih Rp 768 Miliar di Semester I-2020

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi Bank BTN menjadi penyumbang pertumbuhan kredit BBTN secara keseluruhan. KPR Subsidi yang menempati porsi sebesar 45,11% dari total portofolio kredit di Bank BTN tersebut tumbuh 5,84% yoy.

Direktur Utama Bank BTN Pahala N Mansury mengatakan, laba bersih perseroan ditopang oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp4,43 triliun. Perusahaan juga mencatatkan laba dari operasional di luar provisi sebesar Rp1,99 triliun.

“Perolehan laba bersih pada semester I ini melebihi ekspektasi kami. Kami optimistis, hingga akhir tahun nanti target laba BTN masih on-track, sejalan dengan mulai adanya peningkatan permintaan kredit pada Juni 2020,” ujar Pahala di Jakarta.

Lebih lanjut Pahala mengungkapkan, capaian pendapatan bunga bersih emiten bersandi saham BBTN tersebut disumbang oleh kenaikan pada penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar 0,32% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp 251,04 triliun pada semester I-2019 menjadi Rp251,83 triliun di periode yang sama tahun ini.

Dengan penyaluran tersebut, total penyaluran KPR BTN tumbuh sebesar 2,47 persen yoy dari Rp188,82 triliun menjadi Rp 193,49 triliun per 30 Juni 2020.

Kemudian, di segmen kredit non perumahan, perseroan menyalurkan kredit senilai Rp 22,91 triliun per akhir Juni 2020. Menurut Pahala, di tengah pertumbuhan positif tersebut, perseroan pun tetap menjaga kualitas kredit yang disalurkan.

Per Juni 2020, BTN mencatatkan penurunan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) net dari 2,42 persen per Juni 2019 menjadi 2,40 persen pada Juni 2020.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) terpantau naik 2,99 persen (yoy), dari posisi Rp 219,76 triliun pada Juni 2019 menjadi Rp 226,32 triliun di bulan yang sama tahun ini.

Pertumbuhan tersebut disumbang peningkatan perolehan giro sebesar 13 persen yoy menjadi Rp59,75 triliun dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 52,88 triliun.

Dengan peningkatan giro tersebut, Bank BTN mencatatkan kenaikan dana murah (Current Account Savings Account/CASA) sebesar 3,75% yoy dari Rp92,83 triliun menjadi Rp96,32 triliun per semester I/2020. “Secara bertahap kami terus meningkatkan porsi dana murah dengan memangkas porsi dana mahal,” tutur Pahala.

Kinerja positif pada kredit dan DPK tersebut juga turut mengerek naik aset BBTN sebesar 0,68% yoy menjadi sebesar Rp314,60 triliun. “Kami juga berupaya terus memperbaiki proses bisnis sehingga dapat mempertahankan pertumbuhan positif yang berkelanjutan,” jelas Pahala.

BTN Mendapatkan Laba Bersih Rp 768 Miliar di Semester I-2020

Pahala menambahkan, walaupun masa pandemi covid-19, perseroan terus memupuk likuiditas. Menurut Pahala, Liquidity Coverage Ratio (LCR) perseroan naik ke level 132,22% pada semester I/2020 dari 105,50% di periode yang sama tahun sebelumnya.

Permodalan (Capital Adequacy Ratio/CAR) BBTN pun kian menguat untuk menopang laju bisnis dari level 16,99% menjadi 19,10% per semester I/2020.

Dengan likuiditas yang sangat kuat ini, perseroan optimis akan dapat melalui masa pandemi dengan baik. Apalagi, profil restrukturisasi yang harus dilakukan perseroan pun diproyeksi turun drastis hingga akhir 2020. “Di luar ekspektasi, restrukturisasi terus menunjukkan penurunan. Sehingga kami proyeksikan tren penurunan restrukturisasi tersebut akan berlanjut hingga akhir 2020,” ucap Pahala.

Sementara itu, UUS Bank BTN hingga paruh pertama tahun ini, mencetak laba bersih senilai Rp100,33 miliar. Perolehan laba bersih tersebut ditopang pertumbuhan pembiayaan syariah sebesar 3,07% yoy menjadi Rp23,88 triliun pada semester I/2020.

BTN Syariah juga mencatatkan perolehan DPK senilai Rp20,80 triliun per semester I/2020. Dengan capaian tersebut, aset UUS Bank BTN naik 6,56% yoy dari Rp29,18 triliun pada 30 Juni 2019 menjadi Rp31,09 triliun di bulan yang sama tahun ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *