BTN Malah Naik Daun Di Era New Normal 2020

  • Whatsapp
BTN Malah Naik Daun Di Era New Normal 2020

Garisatu.com – Saat ini emiten dengan kode saham BBTN tidak hanya mengoptimalkan penempatan dana negara yang senilai Rp5 triliun, namun juga berupaya menghimpun dana non-konvensional melalui penerbitan obligasi berkelanjutan dengan nilai pokok sebesar Rp1,5 triliun.

Menurut Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury, perseroan mempunyai mesin yang mampu mengakselerasi permintaan kredit perumahan dan juga mendukung Program Satu Juta Rumah dari pemerintah secara bersamaan.

Bacaan Lainnya

“Kami akan terus menggali berbagai kemudahan agar makin banyak masyarakat Indonesia dapat memiliki rumah,” ungkap dia.

Pahala mengatakan permintaan rumah bersubdisi terjadi peningkatan hingga 75% secara tahunan (year on year/yoy) pada awal semester kedua tahun ini. Lalu rumah non-subdisi pun ikut naik sekitar 30% yoy.

Lalu untuk mendorong penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR), saat ini BTN tengah mengadakan Indonesia Property Expo 2020.

Penawaran lain juga ada, seperti tingkat suku bunga yang rendah, hingga bebas biaya provisi dan diskon asuransi jiwa.

Dilanjutkan oleh Direktur Finance, Planning, dan Treasury Bank BTN Nixon L.P. Napitupulu, dibandingkan dengan Juni 2020 tren penyaluran kredit pada Juli 2020 sudah meningkat dengan signifikan.

“Walaupun masih di bawah situasi pandemi, tren penjualan KPR pada Juni dan Juli sudah membaik, baik jumlah akad maupun jumlah pencairan. Kami tentunya optimistis,” jelas dia.

Kata dia, perseroan akan tetap berupaya untuk menjaga laba di kisaran Rp1,2 triliun hingga tetap memupuk pencadangan pada tahun ini.

Pencadangan bertujuan mengantisipasi peningkatkan permintaan restrukturisasi KPR akibat pandemi.

“Kalau aset kami harapkan bisa tumbuh 4% sampai 5% sedangkan dana masyarakat masih dapat tumbuh baik di 8%,” terang dia.

Adapun, BBTN tetap mencatatkan kinerja positif pada semester I/2020. Kredit dan pembiayaan masih tumbuh 0,32% yoy menjadi Rp251,83 triliun, ditopang oleh KPR subsidi.

Sementara itu, lanjut Nixon, permintaan restrukturisasi sudah sangat rendah pada awal kuartal ketiga tahun ini.

Tambahan permintaan restrukturisasi pada Juni 2020 hanya Rp9,92 triliun, turun dibandingkan periode puncaknya pada April 2020 yang mencapai Rp12,66 triliun.

Total restrukturisasi mencapai 230.991 debitur dengan nilai mencapai Rp36,46 triliun hingga 30 Juni 2020.

Di sisi lain, rasio kredit bermasalah atau NPL Bank BTN pun menembus 4,71% (gross) dan 2,4% (nett) pada semester I/2020.

NPL ini makin meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 3,32% (gross) dan 2,42% (nett).

Menurut Direktur Distribution and Retail Funding Bank BTN Jasmin, dana pihak ketiga (DPK) masih mampu tumbuh normal pada paruh kedua tahun ini.

Agar menjaga tingkat margin, rasio dana murah dapat dipertahankan pada 42,4% dan akan ditingkatkan hingga 45%.

Selain itu perseroan juga mendapat keuntungan dari peningkatan transaksi melalui perputaran dana murah tersebut, selain keuntungan penurunan beban bunga dana simpanan berjangka.

“Kami akan push penggunaan mobile banking. Setiap nasabah yang membuka rekening baik tabungan maupun KPR sudah wajib aktivasi mobile banking.” katanya.

Perseroan memaksimalkan beberapa program seperti gratis biaya transkasi kliring dan RTGS untuk nasabah korporasi.

Kemudian giro kelembagaan juga fokus dioptimalkan seperti instansi pemerintah yang selama ini belum maksimal lewat akuisisi satuan kerja.

Hasil dari kinerja tersebut mendorong harga saham BBTN kembali naik ke kisaran Rp1.580, membaik dari harga terendah sejak Mei yang sempat menyentuh Rp745. Adapun, price to book value saat ini berada pada 0,96 kali.

Penilaian Terhadap BTN

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan berpendapat bank pelat merah khususnya BBTN tergolong mampu berdiri tegak saat banyak sektor terimbas oleh pandemi COVID-19.

Perseroan masih mampu untuk mempertahankan margin meskipun peningkatan konsumsi sekaligus penyaluran KPR masih sangat terbatas.

Hal ini terutama didorong oleh mulai menurunnya beban dana sekaligus meningkatnya transkasi.

“Saya melihat perseroan masih bisa meningkatkan laba di atas Rp1 triliun dan ini menjadi sentimen baik bagi peningkatan kepercayaan investor,” ungkap dia.

Untuk total transkasi mobile banking BTN pada paruh pertama tahun ini tercatat 34,14 juta, naik 31,56% yoy, pengaruh dari peningkatan nilai transkasi sekaligus jumlah penggunanya.

Jumlah transkasi, nilai transkasi, sekaligus jumlah pengguna di internet banking BTN juga menunjukkan tren serupa meskipun tidak banyak.

Ia mengingatkan BBTN masih tetap perlu menjaga kualitas kreditnya, sebab konsumsi sekaligus pendapatan masyarakat saat ini terpangkas cukup dalam.

“Mayoritas yang ambil KPR adalah masyarakat berpendapatan tetap, dan biasanya sudah banyak terpangkas. Rasio NPL perlu dijaga, ketika ekspansi pun harus sangat selektif agar tak membuat kualitas kredit lebih buruk,” jelas dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *