BTN Fokuskan KPR Dan FLPP Dari Refinancing SMF Rp850 Miliar!

  • Whatsapp
BTN Fokuskan KPR Dan FLPP Dari Refinancing SMF Rp850 Miliar

Garisatu.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ikut mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional.

Kini BTN tengah memaksimalkan sumber pendanaan dari sejumlah pihak untuk menyokong pembiayaan di sektor properti yang juga mengait lebih dari 170 industri turunan.

Bacaan Lainnya

Sarana Multigriya Finansial (Persero) Tbk merupakan salah satu pihak yang bekerjasama dalam pembiayaan ini.

BTN Fokuskan KPR Dan FLPP Dari Refinancing SMF Rp850 Miliar 1

BTN bersama SMF menandatangi Perjanjian Kerjasama (PKS) terkait pinjaman sebesar Rp 850 miliar di Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Menurut Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury, dana tersebut nantinya akan disalurkan ke dalam bentuk KPR Subsidi.

Penyaluran dana dapat dijalankan baik dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan maupun FLPP maupun Subsidi Selisih Bunga (SSB).

“Kerjasama dengan SMF ini kami harapkan dapat menjadi stimulus tambahan dari yang sudah kita lakukan untuk mendukung PEN (pemulihan ekonomi nasional) melalui sector property agar 170 lebih ibdutri turutannya ikut bergerak dalam masa pandemic covid-19,” kata Pahala, Jakarta, Selasa (14/7).

BTN Prioritaskan KPR Dalam Kerjasama Dengan SMF 2020

Pahala tambahkan, kedepannya perseroan ingin terus melakukan kerja sama yang lebih baik serta bermanfaat bersama SMF.

Tujuan utama tentunya untuk mendukung pemerintah terutama dalam mendorong masyarakat untuk memiliki rumah dari hasil kerjasama BTN dengan SMF.

Pahala mengatakan bahwa sejak tahun 2011 kolaborasi Bank BTN dengan SMF terkait pinjaman sudah berjalan.

Lalu nilai outstanding pinjaman hingga Juni 2020 sudah tercatat Rp 17,8 triliun.

Pinjaman tersebut terdiri dari pinjaman Subordinasi sebesar Rp6 triliun, pinjaman refinancing sebesar Rp 9,01triliun dan pinjaman KPR FLPP sebesar Rp 2,87triliun.

Bank BTN bermitra dengan SMF tidak hanya dalam kerjasama pinjaman atau refinancing, namun juga untuk transaksi sekuritisasi.

Tercatat nilai sekuritasi Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) sebanyak 12 kali dengan nominal total sebesar Rp 11,65 triliun.

Di sisi lain, Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengatakan agar dapat lebih memaksimalkan dalam pembiayaan rumah untuk rakyat, refinancing tersebut merupakan bentuk dukungan SMF kepada pemerintah melalui BTN.

BTN Prioritaskan KPR Dalam Kerjasama Dengan SMF

“Kami berharap refinancing ini dapat memicu para penyalur KPR untuk memaksimalkan kemampuannya dalam mendorong pertumbuhan kredit yang tengah pandemi Covid-19. Hal ini merupakan bagian dari kontribusi SMF dan BTN dalam mendukung program PEN yang dicanagkan oleh Pemerintah,” terang Ananta Wiyogo.

Lanjut Ananta, karena sejalan dan beriringan dengan Program Pemerintah dalam memulihkan kondisi ekonomi nasional, refinancing KPR kali ini diharapakan dapat menjadi salah satu katalis yang dapat menopang pertumbuhan kredit perbankan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *