Bocah 11 Tahun Dianiaya Dan Di Paksa Bekerja Hingga Trauma

  • Whatsapp
Bocah 11 Tahun Dianiaya Dan Di Paksa Bekerja Hingga Trauma
Bocah 11 Tahun Dianiaya Dan Di Paksa Bekerja Hingga Trauma

Garisatu.com – RK, bocah 11 tahun merupakan anak yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal saat RK berusia 4 tahun. RK kemudian diasuh oleh tantenya di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Bocah 11 Tahun Dianiaya Dan Di Paksa Bekerja Hingga Trauma

Akibat diasuh oleh ibu asuhnya yang berinisial ST (55), RK menerima kekerasan fisik dan juga dieksploitasi untuk dipaksa bekerja sebagai buruh kasar dan menyetorkan uang. Bocah 11 tahun itu-pun putus sekolah karena tuntutan dari tantenya itu.

Bacaan Lainnya

Selama ini bocah 11 tahun tersebut dipaksa bekerja sebagai buruh di pasar oleh tantenya tersebut.

Bocah 11 Tahun Dianiaya Dan Di Paksa Bekerja Hingga Trauma

Bocah 11 Tahun Dianiaya Dan Di Paksa Bekerja Hingga Trauma

Setiap hari ia dibekali alat untuk mengangkut sayuran untuk mengantarkan barang ke kios para pedagang. Kemudian, uang itu nantinya
harus disetorkan ke tantenya itu sehari Rp 50.000, seperti yang dijelaskan oleh Manajer Operasional PD Pasar Kota Kendari Evan.

Bocah 11 Tahun Dianiaya Dan Di Paksa Bekerja Hingga Trauma

Kasus penganiayaan terhadap RK itu terungkap setelah korban yang disekap oleh tantenya di Pasar Baruga tersebut diketahui oleh pedagang. Kasus penyekapan itu diketahui oleh pedagang pada 8 November 2020.

Saat itu, salah seorang pedagang yang bernama Sarifuddin (33) sedang mengupas sayur, tiba-tiba Sarifuddin mendengar suara teriakan orang minta tolong.

Bocah 11 Tahun Dianiaya Dan Di Paksa Bekerja Hingga Trauma

Setelah dilakukan pencarian, sumber suara itu diketahui berasal dari dalam sebuah kios milik tante korban.

Karena khawatir terjadi sesuatu, Sarifuddin kemudian bersama dengan saudara iparnya lalu membuka paksa kios yang terkunci dari luar tersebut. Setelah berhasil dibuka, Sarifuddin terkejut karena mendapati kaki dan tangan RK dirantai serta mulutnya dilakban.

“Saya bersama iparku bawa ini anak keluar dari kios, lalu buka lakban dari mulutnya. Namun rantai yang mengikat kedua tangan dan kedua kakinya tidak bisa terbuka karena dalam posisi terkunci dengan gembok,” tutur Sarifuddin berdasarkan keterangannya di Polsek Baruga, Senin (9/11/2020).

Bocah 11 Tahun Dianiaya Dan Di Paksa Bekerja Hingga Trauma

Sarifuddin kemudian melakukan koordinasi dengan Manager Operasional Pasar dan melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian.

Selanjutnya, RK dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk dilakukan perawatan medis dan visum akibat adanya luka memar disejumlah bagian tubuhnya yang diduga akibat dianiaya oleh tantenya. RK juga merasa trauma akibat kejadian itu.

Bocah 11 Tahun Dianiaya Dan Di Paksa Bekerja Hingga Trauma

Kapolsek Baruga AKP I Gusti Komang Sulatra mengatakan, tante korban saat ini sudah diamankan untuk diproses lebih lanjut.
Dari pemeriksaan sementara yang dilakukan, pelaku mengakui perbuatannya. Penyekapan yang dilakukan terhadap korban itu niat pelaku untuk membuat korban jera. Karena selama ini RK dinilai nakal.

“Setelah kami Interogasi pelaku, korban ini agak bandel, nakal sehingga si ibu asuh ini bermaksud memberi efek jera,” kata Komang dalam keterangan persnya di Mapolsek Baruga.

Akibat perbuatannya itu, pelaku dijerat Undang-undang Perlindungan Perempuan dan Anak dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *