Bocah 10 Tahun Alami Kekerasan Dari Kedua Orangtuanya

  • Whatsapp
Bocah 10 Tahun Alami Kekerasan Dari Kedua Orangtuanya
Bocah 10 Tahun Alami Kekerasan Dari Kedua Orangtuanya

Garisatu.com – Bocah 10 Tahun, RFZ laki-laki di Desa Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau ditemukan seorang diri penuh dengan luka di tubuhnya.

Bocah 10 Tahun Alami Kekerasan Dari Kedua Orangtuanya

Bocah 10 tahun tersebut diduga dibuang oleh orangtuanya. Ditemukan pula secarik kertas dari ibunya. Penemuan bocah tersebut pun menjadi viral di media sosial. Terungkap fakta bahwa RFZ rupanya kerap disiksa oleh ayah kandungnya, DZ (34).

Bacaan Lainnya

Bocah 10 Tahun Alami Kekerasan

Bocah 10 Tahun Alami Kekerasan Dari Kedua Orangtuanya

Dari hasil pemeriksaan, kekerasan yang dialami bocah 10 tahun dilakukan oleh sang ayah. Kekerasan berawal saat DZ pulang kerja melihat mata sebelah kiri dan hidung dua anaknya bengkak.

Saat ditanya, dua anak yang masing kecil tersebut mengaku dipukul oleh RFZ, kakak kandung mereka. DZ yang emosi lalu mengambil tang di atas meja rumahnya di Desa Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras.

Bocah 10 Tahun Alami Kekerasan Dari Kedua Orangtuanya

Ia kemudian menjepit jari kelingking kiri bocah 10 tahun itu. Walaupun anaknya menangis kesakitan, DZ terus menjepit kelingking dan jari manis anaknya menggunakan tang.

Tak sampai di situ. DZ mengambil kursi kayu dan memukulkan punggung ke anaknya sebanyak dua kali. Ia lalu kembali mengambil tang dan memukulkan ke wajah anaknya.

Karena tersulut emosi, DZ mengambil sebuah kapak di bawah meja dan mengancam akan memotong kaki anaknya jika keluar rumah. Sang istri yang melihat itu langsung menghentikan tindakan suaminya.

Bocah 10 Tahun Alami Kekerasan Dari Kedua Orangtuanya

MZ lalu membawa anaknya keluar rumah dan meninggalkannya di Desa Palas hingga ditemukan warga. Kini dirinya telah tinggal dan diasuh oleh Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko menjadi anak angkatnya. 

Kapolres Pelalawan mengaku mengasuh anak tersebut supaya tidak lagi mendapat kekerasan dari orangtuanya. Menurutnya, jika korban dikembalikan lagi kepada orangtuanya, dikhawatirkan akan kejadian lebih parah lagi.

Bocah 10 Tahun Alami Kekerasan Dari Kedua Orangtuanya

“Kalau saya kembalikan juga ke keluarganya, takutnya nanti kejadian yang lebih parah lagi. Dari pada anak ini mati makanya saya selamatkan,” ucap Indra Wijatmiko saat berbincang dengan Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (30/9/2020) malam.

Ia menyebutkan, korban mengalami depresi berat akibat disiksa ayahnya hingga dibuang ibunya.

Bocah 10 Tahun Alami Kekerasan Dari Kedua Orangtuanya

“Anak ini mengalami depresi berat. Tidak mau bicara, tidak mau makan. Makanya dia saya ambil menjadi anak angkat,” kata Indra.

Selama dua hari tinggal bersamanya, menurut dia, kondisi korban sudah mulai membaik dan ceria. Namun, luka-luka ditubuh korban masih perlu mendapat perawatan dan memulihkan psikologis anak. Indra juga mengatakan akan menyekolahkan korban ke sekolah dasar.

Bocah 10 Tahun Alami Kekerasan Dari Kedua Orangtuanya

Saat ini ia sedang mengurus pindahan sekolah korban.

“Dia ini kan kelas dua SD. Jadi saya bawa ke Polres karena sekolahnya terlalu jauh di kampung. Saya akan koordinasi dengan dinas pendidikan untuk pindah sekolahnya. Kalau saya lihat anak ini cerdas, kreatif dan pandai matematika,” kata Indra.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *