Binge Eating Disorder: Cara Untuk Mengatasinya

  • Whatsapp
Binge Eating Disorder: Cara Untuk Mengatasinya
Binge Eating Disorder: Cara Untuk Mengatasinya

Garisatu.comBinge Eating Disorder (BED) merupakan penyimpangan perilaku makan, dimana penderita akan makan dalam jumlah yang sangat banyak dan sulit menahan keinginan untuk makan. Gangguan makan ini bertolak belakang dengan anoreksia. Binge eating disorder dapat menyebabkan penyakit serius seperti obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, bahkan penyakit jantung. 

Seseorang yang mengalami binge eating disorder biasanya akan makan dalam porsi yang sangat besar atau makan dengan jumlah yang banyak dan kesulitan untuk berhenti makan. Biasanya penderita binge eating disorder akan merasa bersalah, kesal, bahkan depresi setelah makan dalam jumlah banyak.

Bacaan Lainnya
Binge Eating Disorder: Cara Untuk Mengatasinya

Hal ini kemudian bisa mendorong penderita untuk melakukan cara cara yang tidak sehat seperti memuntahkan kembali makanannya supaya berat badan tidak naik atau disebut dengan kondisi bulimia. 

Penyebab seseorang mengalami binge eating disorder belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat beberapa faktor yang memicu terjadinya binge eating pada seseorang, antara lain : 

1. Genetik 

Apabila dalam satu keluarga terdapat salah satu anggota yang memiliki riwayat gangguan pola makan, resiko yang lebih tinggi bisa terjadi pada anggota lain. 

2. Memiliki riwayat gangguan kejiwaan 

Gangguan kejiwaan seperti depresi, bipolar, atau kecanduan alkohol dan obat obatan juga bisa memicu binge eating pada seseorang. 

3. Terjadi gangguan pada zat kimia di otak yang mengatur pola makan

4. Trauma emosional

Binge Eating Disorder: Cara Untuk Mengatasinya

Seseorang yang memiliki trauma seperti pernah di bully, mengalami kekerasan seksual, stress berat, ditinggal orang terkasih juga bisa memicu terjadinya binge eating.

5. Memiliki berat badan berlebih

6. Memiliki citra negatif atau ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh. 

Binge Eating Disorder: Cara Untuk Mengatasinya

Hal hal diatas bisa mendorong seseorang untuk binge eating karena memilih untuk melampiaskan perasaanya terhadap makanan. Dalam beberapa kasus, makan dapat memberikan perasaan senang dalam diri kita. 

Gejala seseorang yang mengalami binge eating disorder adalah sebagai berikut :

• Cara makan yang jauh lebih cepat dari pada biasanya.

• Makan dalam porsi yang banyak meskipun tidak merasa lapar.

• Makan banyak hingga terlalu kenyang dan membuat perut tidak nyaman.

• Menyendiri saat makan agar orang lain tidak tahu seberapa banyak makanan yang ia konsumsi.

Seseorang dikatakan mengalami BED jika gejala-gejala di atas muncul setidaknya 1 kali perminggu, dalam 3 bulan. Pada binge eating disorder ringan, episode gejala muncul sebanyak 1-3 kali per minggu. Sedangkan pada BED berat, episode gejala dapat muncul sebanyak 8-13 kali per minggu. 

Apabila BED yang sangat parah, episode gejala dialami lebih dari 14 kali per minggu.

Binge Eating Disorder: Cara Untuk Mengatasinya

Binge eating jika tidak ditangani dengan tepat, dapat berpotensi besar menyebabkan beberapa masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan hipertensi. BED juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti kembung dan sembelit, bahkan gangguan psikologis, seperti gangguan cemas dan depresi.

Ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk menangani binge eating disorder. Secara umum, tujuan penanganan binge eating disorder difokuskan untuk memperbaiki perilaku makan pasien, meningkatkan rasa percaya diri pasien, membantu pasien memperoleh berat badan ideal, dan mengatasi masalah kesehatan lain yang muncul terkait BED.

Binge Eating Disorder: Cara Untuk Mengatasinya

Beberapa metode yang dilakukan seperti psikoterapi, konsultasi psikologi, dan pemberian obat obatan. Metode yang dapat dilakukan untuk menangani binge eating disorder adalah sehagai berikut. 

1. Terapi kognitif

Terapi ini bertujuan untuk membantu penderita memahami faktor pemicu binge eating, dan melatih penderita untuk mengalihkan keinginan makannya dengan melakukan kegiatan lain. Terapi ini juga bermanfaat untuk membantu pasien mengendalikan emosi, mood, dan gangguan perilaku yang muncul saat episode gejala BED berlangsung.

2. Pemberian obat obatan 

Pemberian obat juga dapat menangani binge eating. Golongan obat antidepresan seperti lisdexamfetamin dimesylate, obat antiepilepsi topiramat, adalah obat-obatan yang dapat digunakan untuk meredakan gejala binge eating disorder.

3. Membantu mengontrol berat badan 

Binge eating disorder sering membuat penderitanya kesulitan menjaga berat badan, sehingga membantu pasien BED untuk memperoleh berat badan ideal adalah salah satu aspek penanganan yang penting dilakukan. Dalam prosesnya, dokter akan menentukan jumlah serta jenis makanan yang dikonsumsi pasien dan membantu pasien mencari cara menahan nafsu makan yang efektif. 

Dengan menurunnya berat badan, pasien diharapkan akan lebih percaya diri dan muncul citra positif terhadap dirinya, sehingga binge eating disorder bisa berkurang secara perlahan.

Binge eating disorder pada umumnya sulit ditangani tanpa bantuan psikolog atau bantuan dari dokter. Sebaiknya anda berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala tersrbut. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *