BI: Ini Alasan Rupiah Melemah Hingga Rp14.800 Per Dolar AS!

  • Whatsapp
BI: Ini Alasan Rupiah Melemah Hingga Rp14.800 Per Dolar AS

Garisatu.com – Akibat peningkatan kasus COVID-19, kekhawatiran pasar semakin meningkat atas prospek ekonomi global yang diperkirakan akan semakin merosot. Sebab akhir-akhir ini kasus COVID-19 malah mencetak rekor harian baru.

Menurut Bank Indonesia (BI), itu merupakan salah satu faktor terbesar terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Sebelumnya kurs rupiah sempat menguat hingga sekitar Rp13 ribu per dolar AS. Namun perlahan-lahan terus melemah hingga akhirnya menyentuh Rp14.800 per dolar AS dalam beberapa hari terakhir.

Bacaan Lainnya

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan pelaku pasar keuangan menjadi tinggalkan aset investasi berisiko, termasuk mata uang seperti rupiah akibat prospek ekonomi global yang masih lesu.

“Kondisinya akan lebih deeper (dalam) dan longer (panjang), sehingga terjadilah risk off. Jadi mereka menjauhi kembali instrumen-instrumen ataupun market yang mereka anggap akan membuat risiko tinggi,” terang Destry, dikutip Selasa (21/7).

Dengan begini pelaku pasar lebih memilih instrumen investasi lain. Contohnya surat utang pemerintah dan emas.

Situasi ini memungkinkan tingkat imbal hasil (yield) surat utang menurun, sementara harga emas meningkat.

“Mereka beli lagi bond US (surat utang AS), sehingga rupiah dan beberapa mata uang regional mengalami tekanan. Begitu juga di negara emerging market, bukan hanya Indonesia,” jelas dia.

Destry menambahkan, tingkat depresiasi atau pelemahan rupiah terhadap dolar AS tercatat mencapai 3,57 persen.

Meski begitu, menurut dia pelemahan ini masih lebih mending dibandingkan pelemahan mata uang negara lain.

Contohnya Baht Thailand yang sudah melemah 6,08 persen dari dolar AS sepanjang tahun ini. Lalu rubel Rusia yang melemah 24,9 persen dan real Brasil minus 34,43 persen terhadap dolar AS.

Pelemahan rupiah kali ini, menurut Menteri Keuangan 2013-2014 Chatib Basri, masih cukup wajar karena tidak melemah sendiri dan juga tidak melemah terlalu besar di dunia.

“Rupiah memang melemah, tapi ini tidak jadi masalah karena itu level yang masih terkendali,” kata Chatib.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *