[VIRAL] Bayi Usia 8 Hari Disiksa Ibu Kandung di Samarinda!

  • Whatsapp
[VIRAL] Bayi Usia 8 Hari Disiksa Ibu Kandung di Samarinda!

Garisatu.com – Sedang viral di sosial media sebuah video mengenai ibu kandung yang menyiksa bayinya sendiri yang hanya berusia 8 hari.

Dikabarkan hal tersebut terjadi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Video tersebut menunjukkan seorang bayi yang dicekik dan dipukul pakai tangan.

Secara rinci, dilaporkan ada 2 video yang tersebar. Satunya menunjukkan bayi yang dicekik hingga muka memerah, dan video kedua menunjukkan bagian tubuh bayi diremas dan dipukul hingga bayi menangis.

Pihak kepolisian akhirnya menyelidiki kasus tersebut, membawa pihak Yayasan Rumah Aman yang mengurus masalah kekerasan Ibu dan anak.

Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Kota Iptu Abdillah Dalimunthe mengungkapkan bahwa lokasi perempuan tersebut akhirnya ditemukan.

“Setelah kami lidik, kami dapat di Jalan Pelita, Perumahan Handil Kopi (Kecamatan Sambutan), kita temui ibu itu memang tinggal di situ,” kata Abdillah, Rabu (10/6/2020).

Lalu dilaporkan bahwa ayah dari sang bayi merupakan pacar perempuan tersebut, belum memiliki status menikah.

“Statusnya bapak bayi itu bukan suaminya, hanya pacar saja,” tutur dia.

Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa Ibu dari bayi tersebut menganiaya anaknya sendiri karena marah atas pacarnya yang hendak mendekati perempuan lain.

“Dia ingin menunjukkan kejengkelan dia, makanya dia video tadi itu. Video itu dia pasang di status WA-nya untuk menunjukkan kepada pacarnya, tapi menyebar ke mana-mana,” rinci Abdillah.

Bayi tersebut dibawa pihak polisi untuk dicek kesehatannya, namun tidak ada tanda-tanda kekerasan dan hasilnya sehat.

“Keterangan dari rumah sakit sementara tidak kelihatan tanda-tanda kekerasan, alhamdulillah masih sehat,” kata dia.

Abdillah mengatakan bahwa bayi mungkin akan menjalani rawat inap di rumah sakit karena kekurangan gizi serta tidak terurus.

Untuk sang ibu, pihak kepolisian berencana akan membawanya untuk diperiksa kesehatan mentalnya ke psikolog.

“Ibunya berusia 24 tahun sedangkan bayi baru berumur 8 hari. Bayi lahir Juni 2020 lalu,” ungkap Abdillah.

Abdillah tambahkan, upaya hukum akan tergantung dengan hasil pemeriksaan kesehatan dari rumah sakit yang sedang ditunggu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *