Bambang Saputra: Putusan Akhir Pelaku Kasus Novel 2020 Berarti Polri Tak Neko-Neko

  • Whatsapp
Bambang Saputra: Putusan Akhir Pelaku Kasus Novel Buktikan Polri Tak Neko-Neko

Garisatu.com – Telah berlangsung beberapa waktu pro dan kontra mengenai kasus penyiraman penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Novel Baswedan. Kini dibahas Bambang Saputra, pengamat hukum politik.

Keputusan akhir adalah para pelaku dijatuhkan hukuman 2 tahun penjara. 2 tahun penjara kepada Rahmat Kadir Mahulette dan 1 tahun 6 bulan kepada Ronny Bugis.

Bacaan Lainnya

KPK Investigator Novel Suffers Burns to His Face After Acid Attack ...

Dinyatakan putusan hakim pengadilan negeri Jakbar, terdakwa Rahmat dan Ronny terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal subsider 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Lebih subsider pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tidak hanya itu, adapun fakta-fakta persidangan yang semakin memperkuat keyakinan majelis hakim bahwa jelas bersalah para pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Novel Baswedan.

Bambang mengatakan bahwa artinya putusan hakim sendiri pun menafikan tudingan atas adanya penghilangan barang bukti yang ditujukan kepada pihak reskrim khususnya saat masih proses penyidikan di Mapolda Metro Jaya tahun 2017 lalu kepada dirreskrimum Kombes Pol. Rudy Heryanto Adi Nugroho, S.H., M.H.

Bambang Saputra: Putusan Akhir Pelaku Kasus Novel 2020 Berarti Polri Tak Neko-Neko

“Atas sebagian opini publik yang berkembang belakangan ini akhirnya polisi seakan menjadi serba salah. Padahal mereka telah bekerja secara professional, sesuai prosedural dan mengikuti aturan hukum yang berlaku. Bagaimana tidak? Buktinya mereka dapat meringkus para pelakunya yang juga masih anggota polisi. Kemudian memprosesnya secara hukum hingga sampai ke meja hijau,” jelas Bambang, Sabtu (19/7).

Lanjut Bambang, tentang adanya tudingan penghilangan barang bukti. Jika alat buktinya tidak ada, mustahil perkaranya dapat dinyatakan lengkap (P21) dan bisa disidangkan.

Untuk kasus ini polri pun tampaknya sudah sangat berhati-hati dalam bekerja, sehingga telah mengawal jalannya perkara ini ke persidangan di pengadilan.

Bambang Saputra: Putusan Akhir Pelaku Kasus Novel 2020 Berarti Polri Tak Neko-Neko

Adapun Irjen. Pol. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho, S.H., M.H. yang kini menjabat sebagai Kadivkum Mabes Polri, ia juga ikut terjun ke persidangan.

“Namun namanya pemikiran orang ya ada saja, asumsi kan pasti berbeda-beda. Demikian pula dengan munculnya penafsiran hukum di luar sana pasti berbeda-beda, wong beda kepentingan. Apalagi kalau sampai diseret ke ranah politis, tentu akan menimbulkan kegaduhan publik yang luar biasa,” papar cendekiawan muda itu.

Ia berkata, apakah janggal jika seorang yang dulunya menduduki jabatan mengerti terhadap seluk-beluk perkara ini, dan bahkan kini menjabat pula sebagai Kadivkum Polri turut hadir di persidangan.

“Silakan berpikir yang logis dan realistis,” kata Bambang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *