Bahaya Menggunakan Deodoran Setiap Hari

  • Whatsapp
Bahaya Menggunakan Deodoran Setiap Hari
Bahaya Menggunakan Deodoran Setiap Hari

Garisatu.com – Beraktifitas seharian dapat membuat tubuh mengeluarkan keringat dan menyebabkan bau tidak sedap. Maka dari itu, muncullah deodoran yang digunakan dibagian ketiak untuk mencegah timbulnya bau badan. Selain deodoran, ada pula antiperspiran.

Bahaya Menggunakan Deodoran Setiap Hari

Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Antiperspiran berfungsi untuk menghambat keluarnya keringat. Antiperspirant menggunakan bahan kimia atau astringent kuat yang menyumbat atau memblokir pori-pori sehingga mencegah pelepasan keringat di ketiak. 

Bacaan Lainnya

Namun tidak semua orang wajib menggunakan deodoran, seperti fungsinya, deodoran cukup dipakai oleh orang yang rentan mengalami bau badan saja. 

Terlalu sering menggunakan deodoran ternyata bisa menyebabkan resiko besar bagi kesehatan. Dilansir dari laman Time, penelitian menunjukkan bahwa beberapa senyawa yang digunakan dalam deodoran maupun antiperspiran diserap dan disimpan dalam sel-sel lemak, yang lazimnya berada di daerah ketiak.

Padahal, jaringan ketiak juga mengandung reseptor hormon yang dapat bereaksi terhadap beberapa bahan deodoran dan antiperspiran.

Bahaya Menggunakan Deodoran Setiap Hari

Tidak hanya itu, Profesor biologi di North Carolina State University, Heather Patisau, juga mengatakan bahwa beberapa senyawa yang terkandung dalam deodoran bisa mengganggu fungsi hormon reproduksi dan perkembangan tubuh.

Ini yang kemudian menjadi alasan bahwa deodoran dapat meningkatkan gangguan reproduksi hingga kanker dan dapat menganggu mikroorganisme baik dalam tubuh. Berikut merupakan bahan bahan berbahaya yang terdapat pada deodoran yang harus kamu perhatikan. 

1. Aluminium 

Bahaya Menggunakan Deodoran Setiap Hari

Senyawa aluminium biasanya digunakan didalam antiperspiran untuk mencegah produksi keringat yang berblebih. Penggunaan antiperspiran yang terlalu sering dapat menyebabkan aluminium menumpuk di jaringan payudara dan bisa menyebabkan ketidakstabilan gen dalam jaringan payudara yang memicu pertumbuhan tumor atau sel kanker.

Selain itu, terlalu banyak aluminium dalam tubuh juga dapat menyebabkan penyakit tulang atau demensia.

Biasanya, kelebihan aluminium akan disaring keluar dari tubuh oleh ginjal. Apabila orang yang memiliki fungsi ginjal yang lemah maka tidak dapat menyaring aluminium dengan cukup cepat.

Namun, jika Anda memiliki fungsi ginjal normal, ginjal biasanya dapat memproses jumlah aluminium dari antiperspiran dan kosmetik yang diserap melalui kulit.

Inilah sebabnya mengapa Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS mengharuskan produsen deodoran atau antiperspiran untuk memasukkan peringatan khusus untuk orang dengan penyakit ginjal.

Bahaya Menggunakan Deodoran Setiap Hari

2. Paraben 

Bahaya Menggunakan Deodoran Setiap Hari

Paraben biasanya digunakan didalam produk deodoran untuk mencegah pertumbuhan jamur, bakteri, dan juga ragi.

Sama halnya dengan alumunium, paraben juga dapat diserap oleh kulit dan menganggu fungsi hormon. Saah satunya, dapat meningkatkan fungsi hormon estrogen, yang merupakan hormon wanita yang penting untuk perkembangan seksual, kesehatan payudara, dan fungsi tubuh lainnya.

Selain itu, paraben maupun phthalates bisa menyebabkan bayi lahir cacat karena bahan kimia tersebut menyebabkan sel tubuh mutasi. Itulah sebabnya wanita hamil disarankan untuk tidak memakai deodoran.

3. Bahan penyebab alergi 

Beberapa orang bisa saja memiliki reaksi alergi terhadap deodoran atau antiperspiran. Penelitian menunjukkan bahwa alergi bisa disebabkan oleh bahan-bahan seperti propilen glikol, minyak atsiri, aditif biologis, paraben, vitamin E, dan lanolin yang terdapat dalam deodoran. 

Jika Anda sudah mengetahui bahwa Anda alergi terhadap salah satu dari bahan-bahan tersebut, segera konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan produk-produk pencegah bau badan tersebut untuk menghindari terjadinya alergi. 

Bahaya Menggunakan Deodoran Setiap Hari

Meskipun American Cancer Society dan National Cancer Institute mengatakan belum ads bukti konklusif yang menemukan kaitan antara bahan kimia deodoran ini dengan kanker, kita tetap disarankan untuk tidak menggunakan deodoran terlalu banyak.

Karena pada nyatanya penggunaan deodoran bukanlah sesuatu hal yang wajib, apalagi jika kita tidak memiliki aktifitas yang padat dan juga produksi keringat tidak berlebih. Kita tetap bisa menggunakan deodoran sebagai pencegah bau badan, namun disarankan untuk memilih deodoran yang bebas dari kandungan berbahaya seperti paraben, aluminium, dan bahan bahan penyebab alergi. 

Atau anda bisa mencoba membuat deodoran alami dirumah yang terbuat dari minyak kelapa murni, shea butter, baking soda, beeswax, dan tepung maizena.

Anda cukup melelehkan minyak kelapa, shea butter, dan beeswax didalam mangkuk lalu campurkan baking soda dan tepung maizena secara perlahan untuk menghidari adanya penggumpalan.

Saat sudah tercampur rata anda bisa menambahkan minyak esensial sesuai selera dan kemudian diamkan cairan deodoran hingga memadat sempurna.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *