Bahaya Kekurangan Vitamin-D, Gejala Hingga Cara Mengatasinya

  • Whatsapp
Bahaya Kekurangan Vitamin-D, Gejala Hingga Cara Mengatasinya
Bahaya Kekurangan Vitamin-D, Gejala Hingga Cara Mengatasinya

Garisatu.com – Baik bagi anak anak maupun orang dewasa, semuanya membutuhkan vitamin-D. Vitamin-D memiliki banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh tubuh, selain untuk menjaga kesehatan tulang, vitamin-D berperan juga untuk mengatur kadar kalsium, hingga mencegah sejumlah penyakit serius.

Seseorang bisa saja mengalami kondisi kekurangan vitamin-D, namun kekurangan vitamin-D ini biasanya jarang disadari karena gejalanya yang kurang spesifik. Padahal, kekurangan vitamin-D bisa meningkatkan risiko terjadinya masalah pada tulang, seperti penyakit rakitis dan osteoporosis, serta melemahnya sistem kekebalan tubuh.  

Bacaan Lainnya
Bahaya Kekurangan Vitamin-D, Gejala Hingga Cara Mengatasinya

Berdasarkan rekomendasi angka kebutuhan gizi dari Kementrian Kesehatan, anak anak, remaja, dan orang dewasa hingga usia 65 tahun perlu mengonsumsi vitamin D sebanyak 15 mikrogram (mcg) per hari. Sedangkan dosis  vitamin D yang dianjurkan untuk lansia di atas usia 65 tahun, adalah 20 mcg per hari.

Kondisi kekurangan vitamin D atau defisiensi vitamin D merupakan kondisi di mana tubuh tidak mendapatkan asupan vitamin tersebut secara cukup. Ini bisa terjadi karena kurang mengonsumsi makanan sumber vitamin D atau jarang terpapar sinar matahari.

Bahaya Kekurangan Vitamin-D, Gejala Hingga Cara Mengatasinya

Selain itu, ada beberapa kondisi yang juga bisa menyebabkan seseorang mengalami kekurangan vitamin D, yaitu:

            •          Menderita gangguan atau penyakit yang dapat menghambat penyerapan vitamin D di saluran cerna, seperti penyakit radang usus dan malabsorpsi.

            •          Menderita alergi susu atau intoleransi laktosa.

            •          Memiliki warna kulit gelap.

            •          Berusia lanjut.

            •          Memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

            •          Mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya obat antikejang atau pengobatan HIV.

            •          Menjalani pola makan vegetarian.

Seperti yang kita bahas sebelumnya, kekurangan vitamin D bisa dialami oleh siapapun dari bayi, anak anak, hingga orang dewasa. Meski biasanya tidak memiliki gejala yang spesifik, ada beberapa tanda dan gejala yang bisa timbul ketika tubuh kekurangan vitamin D.

Kekurangan vitamin D pada bayi dan anak biasanya akan mengalami sesak napas, kram dan kejang otot, pertumbuhan lebih lambat, terlambat tumbuh gigi dan berjalan, nyeri tulang, dan bentuk kaki yang bengkok.

Bahaya Kekurangan Vitamin-D, Gejala Hingga Cara Mengatasinya

Pada orang dewasa, biasanya gejala yang dialami seperti sering mengalami nyeri otot, nyeri punggung, nyeri tulang, tulang rapuh atau mudah patah meskipun tidak mengalami cedera berat, mudah terserang penyakit infeksi seperti flu, tubuh mudah lelah atau lelah yang berkepanjangan, suasana hati yang buruk, luka yang sulit sembuh, hingga rambut rontok.

Bahaya Kekurangan Vitamin-D, Gejala Hingga Cara Mengatasinya

Beberapa gejala kekurangan vitamin D tersebut juga bisa menyerupai tanda dan gejala dari penyakit lain. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan ke dokter. Dokter dapat melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar vitamin D di dalam tubuh.

Bahaya Kekurangan Vitamin-D, Gejala Hingga Cara Mengatasinya

Kondisi kekurangan vitamin D pun cukup mengkhawatirkan dan tidak bisa dianggap sepele. Karena kondisi ini bisa meningkatkan resiko seseorang mengalami gangguan kesehatan, gangguan pertumbuhan dan kekuatan tulang, selain itu juga bisa menyebabkan osteoporosis, radang sendi, penyakit infeksi seperti pneumonia, sepsis, dan TBC, depresi, sakit kepala dan migrain, demensia, diabetes, obesitas, penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, gagal jantung, dan penyakit jantung, multiple sclerosis, kanker seperti kanker payudara, kanker usus besar dan juga kanker prostat.

Jika seorang ibu hamil mengalami kondisi kekurangan asupan vitamin D, maka berisiko mengalami sejumlah komplikasi kehamilan, seperti diabetes gestasional, preeklampsia, dan kelahiran prematur, serta berisiko tinggi melahirkan secara caesar.

Beberapa cara bisa kamu lakukan untuk mengatasi kondisi kekurangan vitamin D seperti diatas. Mencukupi asupan vitamin D harian juga bisa menjaga tulang supaya kuat dan sehat, serta mencegah berbagai penyakit akibat kekurangan vitamin ini. Caranya adalah dengan:

            •          Mengonsumi makanan yang kaya akan vitamin D, seperti susu sapi, susu kedelai, yogurt, telur, dan minyak ikan. Makanan laut, seperti ikan sarden dan tuna, juga merupakan sumber vitamin D yang baik untuk dikonsumsi.

            •          Berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 20-30 menit, setidaknya 2 kali seminggu.

            •          Mengonsumsi suplemen vitamin D, jika diperlukan.

Meski demikian, patut diingat bahwa asupan vitamin D perlu dikonsumsi sesuai kebutuhan. Karena vitamin D adalah jenis vitamin yang larut lemak, kelebihan vitamin D akan ditumpuk di dalam tubuh. Akibatnya, lama kelamaan dapat terjadi keracunan vitamin D.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *