Bahaya Eating Disorder: Tragis!

  • Whatsapp
Bahaya Eating Disorder: Tragis!
Bahaya Eating Disorder: Tragis!

Garisatu.com – Pernah mendengar istilah Eating Disorder? Eating disorder atau gangguan makan adalah gangguan mental pada seseorang saat mengonsumsi makanan. Penderita gangguan Eating Disorder ini dapat mengonsumsi terlalu sedikit atau terlalu banyak makanan, dan terlalu terobsesi pada berat badan atau bentuk tubuhnya.

Gangguan Eating Disorder terdiri dari beberapa jenis, namun yang sering kita jumpai biasanya ada 3 jenis yakni anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan gangguan makan berlebihan. Gangguan ini bisa saja terjadi pada usia berapa pun, namun lebih sering dijumpai pada remaja, sekitar usia 13 hingga 17 tahun.

Bacaan Lainnya
Bahaya Eating Disorder: Tragis!

Penyebab gangguan makan ini biasanya merupakan gabungan dari faktor genetik, faktor biologis, serta masalah psikologi. Untuk menanganinya, psikiater dapat melakukan psikoterapi, dan pemberian obat antidepresan atau antikecemasan kepada penderita.

Sekarang, kita akan membahas gejala gangguan makan yang sering kita jumpai. 

1. Bulimia nervosa 

Bahaya Eating Disorder: Tragis!

Bulimia nervosa merupakan gangguan makan yang membuat penderitanya ingin segera membuang makanan yang dikonsumsinya dengan cara yang tidak sehat, biasanya penderita bisa memuntahkan kembali makanan yang telah dimakan. Atau menggunakan obat pencahar atau obat yang membuang cairan tubuh.

Bahaya Eating Disorder: Tragis!

Tindakan tersebut dilakukan karena penderita merasa bersalah akibat telah makan banyak dan takut berat badannya naik. Akibat perilakunya, penderita bulimia dapat merasakan beberapa gangguan seperti peradangan pada tenggorokan, membengkaknya kelenjar ludah pada leher dan rahang, dehidrasi parah karena kekurangan cairan, gangguan pencernaan, seperti penyakit refluks asam lambung (GERD) atau irritable bowel syndrome, gigi sensitif dan rusak, dan gangguan elektrolit.

Bahaya Eating Disorder: Tragis!

Pada dasarnya, penyebab bulimia belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu seseorang terkena bulimia, seperti faktor keturunan, faktor emosional dan psikologis, faktor lingkungan sosial, seperti kritik dari orang lain terkait berat badan kamu, atau bentuk tubuh kamu. Terakhir, faktor pekerjaan juga dapat memicu seseorang mengalami bulimia, seperti misalnya artis atau atlet yang dituntut untuk tetap menjaga berat badan supaya ideal. 

Bahaya Eating Disorder: Tragis!

2. Anoreksia nervosa 

Bahaya Eating Disorder: Tragis!

Berbeda dengan bulimia, anoreksia nervosa membuat penderitanya membatasi asupan makannya karena merasa berat badannya berlebihan, meskipun pada kenyataannya, tubuhnya sudah ramping atau justru terlalu kurus.

Bahaya Eating Disorder: Tragis!

Penderita anoreksia nervosa juga akan menimbang berat badannya secara berulang-ulang. Karena terlalu membatasi makanannya, asupan kalori yang terlalu sedikit pada penderita anoreksi nervosa dapat menyebabkan beberapa gangguan berupa tumbuhnya rambut atau bulu halus di seluruh tubuh (lanugo), kulit kering, otot menjadi lemah, sering merasa kedinginan akibat suhu tubuh yang rendah, menstruasi menjadi tidak teratur, bahkan tidak mengalami haid, hipotensi atau darah rendah, anemia atau kurang darah, tulang keropos, dan juga bisa menyebabkan beberapa organ tidak berfungsi (kegagalan multiorgan).

Bahaya Eating Disorder: Tragis!

Gangguan di atas dapat berakibat fatal hingga mengakibatkan penderitanya meninggal. Kelaparan juga dapat menyebabkan penderitanya merasa sangat putus asa hingga melakukan percobaan bunuh diri.

3. Gangguan makan berlebih 

Bahaya Eating Disorder: Tragis!

Gangguan makan ini membuat penderita akan makan dengan cepat dan dalam porsi sangat banyak, meskipun tidak lapar. Penderita sering kehilangan kendali diri saat makan. Akibatnya, penderita gangguan ini cenderung akan memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Gejala gangguan makan berlebihan biasanya berupa:

• Mengonsumi makanan dalam jumlah banyak.

• Makan dengan sangat cepat.

• Tetap makan saat perut sudah kenyang.

• Bersembunyi saat makan karena malu bila terlihat orang.

Gangguan makan atau eating disorder merupakan hal yang harus diperhatikan. Apabila anda merasa janggal terhadap perilaku seseorang akan makanan, anda bisa membujuknya dan membicarakan dengan cara baik baik supaya ia mau berkonsultasi dengan psikiater. Sebab, pada dasarnya gangguan makan umumnya sulit diatasi tanpa bantuan dokter. 

Bahaya Eating Disorder: Tragis!

Gangguan makan juga berhubungan erat dengan kesehatan mental seseorang. Biasanya orang merasa tidak puas dengan berat badannya atau mereka pernah mengalami dibully dimasa lalu sehingga merasa tertekan secara mental.

Kondisi ini tentu tidak boleh dibiarkan begitu saja supaya penderita tidak berakhir pada bunuh diri. Konsultasikan kepada orang terdekat atau psikiater jika kamu atau salah satu orang yang kamu kenal mengalami gejala seperti ini. Semoga artikel ini bisa bermanfaat. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *