#1 Apa Benar Penderita Diabetes Dilarang Olahraga?

  • Whatsapp
Apa Benar Penderita Diabetes Dilarang Olahraga

Garisatu.com – Beredar informasi mengenai bahayanya olahraga bagi penderita diabetes, karena akan membuat kondisi semakin buruk. Namun apa benar?

Menurut dr. Dante Saksono, Sp.PD., Ph.D., KEMD informasi tersebut tidak sepenuhnya benar.

Bacaan Lainnya

Justru dengan berolahraga, insulan dapat bekerja lebih baik sehingga gula darah menurun. Namun ada hal yang perlu diperhatikan.

“Tapi ada tipsnya, jangan minum obat yang bisa menurunkan gula darah sebelum olahraga. Kalau dia minum obat diabetes sebelum olahraga terus dia enggak makan, maka gula darah akan drop. Tapi kalau dia minum obat sesudah olahraga, sebelum makan itu yang benar,” jelas dr. Dante dalam bincang-bincang daring Tropicana Slim, Jumat.

dr. Dante mengatakan bahwa dosis obat pasien diabetes dapat menurun jika dibantu dengan olahraga.

Contohnya, pasien yang biasanya memerlukan dosis obat 2 mg, dengan berolahraga dosisnya bisa berkurang menjadi 1 mg saja. Hal tersebut terjadi karena insulin yang diproduksi jadi lebih sensitif.

“Keuntungannya olahraga bisa mengurangi komplikasi yang timbul akibat diabetesnya. Orangnya akan lebih sehat, sirkulasi jantungnya lebih bagus, sirkulasi darah di kakinya lebih bagus, pembuluh darahnya lebih bagus dengan olahraga,” terang dr. Dante.

“Tapi ada juga yang harus diperhatikan. Kalau gula darahnya terlalu tinggi atau di atas 300 dari batas normal, ia tidak diperkenankan berolahraga. Jadi apa yang harus dilakukan, cek gula darah dulu, jangan minum obat sebelum olahraga,” tambah dia.

Selanjutnya dr. Dante mengatakan olahraga apapun boleh dilakukan oleh penderita diabetes, yang penting hati senang.

Karena hal ini memiliki pengaruh dengan kontinuitas seseorang untuk menjalaninya setiap hari.

“Olahraga yang bagus itu yang ia senang, kalau ia senang ia akan semangat dan melakukannya secara rutin. Tapi kalau yang bagus itu HIIT (high intensity interval training) dengan melakukan speed intensity yang keras terus slow lagi dan ini udah ada penelitiannya bisa menurunkan gula darah 30-40 persen,” jelas dr. Dante.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *