Anies Usul Pesepeda Diijinkan Masuk Tol 2020

  • Whatsapp
Anies Usul Pesepeda Diijinkan Masuk Tol 2020

Garisatu.com – Hobi bersepeda memang mulai diminati oleh masyarakat sejak pandemi berlangsung. Hingga sekarang bersepeda menjadi tren dalam dunia olahraga.

Beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengusulkan ide agar sepeda diperbolehkan untuk memasuki jalan tol.

Melalui sepucuk surat Anies memohon izin ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono agar Tol Lingkar Dalam Jakarta (Cawang-Tanjung Priok) sisi barat bisa dilewati sepeda setiap hari Minggu pukul 06.00-09.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Usulan ini jelas ditolak karena sama sekali tidak sesuai dengan aturan serta fungsi utama dibangunnya jalan tol. Djoko mengatakan jalan tol jelas dibangun untuk kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

“Jalan tol dibangun untuk kendaraan roda empat ke atas,” tanggap Djoko.

Memberikan izin pesepeda memasuki jalur tol jelas tidak boleh sembarangan, karena selain melanggar aturan, hal ini jelas berbahaya bagi pesepeda maupun pengemudi roda empat lainnya.

Untuk sepeda motor saja harus dibuatkan jalur khusus dimana ada pembatas yang aman antara roda dua dan roda empat.

“Ketika ada usulan sepeda motor masuk tol saja, banyak yang menentang, kecuali ada pemisah antara sepeda motor dengan kendaraan roda empat ke atas, seperti (ada) di Tol Bali dan Jembatan Suramadu,” lanjutnnya.

Djoko juga menolak apabila bahu jalan digunakan sebagai jalur pesepeda.

“Kalo mengambil bahu jalan, jelas tidak boleh. Karena bahu jalan diperuntukkan kondisi darurat. Selain itu, Bahu jalan digunakan untuk patroli rutin petugas tol,” ungkapnya.

Usulan dari Anies ini ternilai hampir mustahil dilaksanakan karena sudah tertulis dengan jelas berdasarkan pasal 38 ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol, sepeda sudah jelas tak masuk dalam kriteria pengguna jalan tol.

“Jalan tol hanya diperuntukkan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih,” demikian bunyinya pasal 38 ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *