Anies: Sistem Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan

  • Whatsapp
Anies: Denda 100juta dan Penjara 1 Tahun Jika Kantor Buka Saat PSBB
Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta

Garisatu.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk memberhentikan sistem ganjil genap di seluruh kawasan Jakarta. Langkah tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 di area publik seperti transportasi umum.

“Kita menghapuskan dan mencabut kebijakan ganjil genap di seluruh kawasan Jakarta sehingga masyarakat bisa memilih moda transportasi yang minim menularkan (COVID-19), kita cabut sementara akan kembali diberlakukan ketika kondisi sudah dalam kontrol kita,” jelas Pak Anies di Balai Kota Jakarta, Minggu.

Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta pun sudah mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan transportasi umum. Saat genting ini, di masa COVID-19 merebak di Indonesia, Pemprov DKI meminta para masyarakat menggunakan kendaraan pribadi sebisanya.

Bacaan Lainnya

Meski begitu, masyarakat masih bisa menggunakan transportasi umum yang tersedia, meski terbatas, tapi mereka diharapkan untuk memegang tingkat kewaspadaan yang tinggi.

Selebihnya, selain meniadakan ganjil-genap, Pak Anies pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan ke luar kota sebisanya.

Menurut dia, ini saat yang tepat bagi Jakarta untuk membatasi akses para warga dari luar daerah Ibu Kota Jakarta. Akan tetapi, ia tetap harus berkoordinasi dengan tim gugus penanganan COVID-19 dari Pemerintah Pusat.

“Kami tidak bisa memutuskan sendiri, tapi harus dikonsultasikan dengan Kepala BNPB dalam penanganan virus Corona COVID-19,” ujar Pak Anies.

Per hari Minggu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia telah menangani 117 kasus terpapar COVID-19 positif, jadi ada tambahan 21 kasus baru (tadinya 96 kasus positif). Kasus virus corona COVID-19 ini tidak hanya tersebar di Jakarta. Bandung, Pontianak, Tangerang, Solo, Bali, serta Yogyakarta pun terdapat kasusnya.

Dari 21 kasus positif baru itu, berdasarkan apa yang disampaikan Achmad Yurianto, Jubir Penanganan COVID-19, 19 kasus dari Jakarta dan dua dari Jawa Tengah.

Sementara kasus pasien positif yang meninggal ada lima kasus. Untungnya sudah ada delapan kasus dinyatakan sembuh. Sisanya para pasien tersebut masih dirawat dalam ruang isolasi untuk diobservasi lebih lanjut oleh tim medis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *