Anies: Kemenkes Perlu Update Corona Dengan Cepat dan Transparan

  • Whatsapp
Anies: 4 Hotel BUMD Dibuat Jadi Penginapan Tim Medis
Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta

Garisatu.comKementerian Kesehatan (Kemenkes) RI diminta untuk transparan dalam mengumumkan data perlintasan para pasien virus corona (COVID-19) oleh Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta.

Request dari Pak Anies ini bertujuan untuk menekan penyebaran virus mematikan ini, karena pasien corona per Jumat (13/3) mendadak meroket dari 35 menjadi 69 orang.

“Kami berharap Kemenkes untuk jalankan arahan presiden, khususnya pada kecepatan dan transparansi hasil tes orang-orang yang diduga memiliki atau terjangkit COVID 19. Ini memang perlu dilakukan dengan cepat. Karena kita tahu, hari ini saja 69 [orang], lompatannya cepat,” tutur Pak Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Jumat (13/3).
Menurutnya, jejak para pasien tersebut perlu diberi tahu agar pihak Pak Anies dapat melacak orang-orang yang sempat kontak dengan para pasien di area itu.
Sebenarnya saat ini Kemenkes memang masih merahasiakan data perlintasan ke mana saja pasien pergi sebelum dirawat. Tidak hanya itu, rapat negara-negara yang didatangi para pasien imported case bahkan ditutup oleh pihaknya.
“Kami di Jakarta perlu tahu siapa saja dan di mana saja, sehingga kita bisa langsung tracing, ke beberapa hari sebelumya berkegiatan dimana, dengan siapa saja, kontaknya dengan siapa saja. Itu dikerjakan oleh Dinkes. Itu dikerjakan, terus menjangkau setiap orang yang penah interaksi dan berpotensi. Kalau kita tidak lakukan dengan cepat, penyebaran jadi luas lagi,” ujar Pak Anies.
Anies: Kemenkes Perlu Update Corona Dengan Cepat dan Transparan
Pak Anies di cek suhu dengan termometer dahi
Malaysia pun menjadi contoh yang transparan mengumumkan jejak pasiennya. Anies beropini, malah berkat Malaysia, Indonesia dapat mengetahui pasien 01 ternyata tertular dari WN Jepang di Jakarta. WN Jepang tersebut terinfeksi COVID-19 di Malaysia, lalu sempat kontak dengan pasien kasus 01 dalam acara dansa di Jakarta Selatan.
“Pelajaran penting buat Indonesia, buat Jakarta, karena Malaysia transparan maka kita tahu ada yang postif, WN Jepang, dan dia pernah ke Indonesia, jadi kita bisa tracing. Bila Malaysia menutup-tutupi, kita tidak tahu itu semua,” tegas Pak Anies.
“Saya sudah berkirim surat ke Kemenkes, kita tidak punya cukup waktu untuk menunggu, kita punya kewajiban melindungi semua. Karena itu akses untuk menguji harus dilakukan, transparansi harus ada, dari situ dilakukan perlindungan,” ucapnya.

Sekarang sudah ada 69 orang di Indonesia yang terinfeksi virus corona COVID-19. Sebanyak 5 orang dinyatakan sembuh, dan 4 di antaranya meninggal dunia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *