Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi Hingga 8 November

  • Whatsapp
Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi Hingga 8 November
Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi Hingga 8 November

Garisatu.com – Setelah menerapkan PSBB Transisi Jilid II yang berlaku dari 12 Oktober hingga 25 Oktober 2020, Gubernur DKI Jakarta kembali memperpanjang PSBB Transisi hingga 8 November 2020 nanti. Perpanjangan tersebut tertulis dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1020 Tahun 2020.

Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi Hingga 8 November

Dalam keputusannya, Anies menyampaikan bahwa tidak terdapat peningkatan kasus yang signifikan selama perpanjangan PSBB Masa Transisi sejak 11 Oktober lalu.

Bacaan Lainnya

Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi Hingga 8 November

Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi Hingga 8 November

Namun, apabila terjadi peningkatan kasus secara signifikan kembali, maka pemberlakuan PSBB Masa Transisi ini dapat dihentikan dan Pemprov DKI Jakarta dapat menerapkan kembali Kebijakan Rem Darurat. 

“Dalam hal ini, seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta dapat menerapkan kembali kebijakan Rem Darurat (Emergency Brake). Artinya, apabila terjadi tingkat penularan yang mengkhawatirkan, Pemprov DKI Jakarta dapat menghentikan seluruh kegiatan yang sudah dibuka selama PSBB Masa Transisi dan menerapkan kembali pengetatan,” ujar Anies dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/10/2020).

Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi Hingga 8 November

Anies menjelaskan penularan Covid-19 di DKI Jakarta dalam dua pekan terakhir relatif melandai. Selain itu, keterisian tempat tidur isolasi dan juga keterisian tempat tidur di ruang ICU juga relatif menurun.

Untuk mempertahankan dan mengendalikan situasi Covid-19 di DKI Jakarta, masyarakat diimbau untuk saling mengingatkan dalam menerapkan perilaku 3M sehari-hari yakni Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, dan Menggunakan Masker. Penerapan 3M ini dinilai sangat penting dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi Hingga 8 November

Berdasarkan pengamatan perilaku 3M yang dilakukan oleh Tim FKM dari UNICEF di DKI Jakarta, sempat terjadi penurunan tren kepatuhan pada perilaku memakai masker dari 75 persen (12 Oktober 2020) menjadi 71 persen (24 Oktober 2020) kemudian terjadi perbaikan perilaku mencuci tangan dari 39 persen (12 Oktober 2020) menjadi 43 persen (24 Oktober 2020).

“Penerapan 3M ini penting demi kebaikan bersama agar dapat memutus mata rantai penularan Covid-19,” tutur dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *