Anies: Denda 100juta dan Penjara 1 Tahun Jika Kantor Buka Saat PSBB

  • Whatsapp
Anies: Denda 100juta dan Penjara 1 Tahun Jika Kantor Buka Saat PSBB
Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta

Garisatu.com – Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, akan kritis dan bertindak tegas kepada perusahaan maupun pelaku usaha yang tetap beroperasi dalam masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku mulai hari ini, Jumat (10/4).

Lanjut dia, Pemprov DKI bersama TNI dan polisi akan menertibkan perusahaan yang masih ‘rewel’ dan tidak mengikuti peraturan secara ketat.

Bacaan Lainnya

“Nanti ada pengawasan, penertiban dan kita akan kerahkan seluruh kekuatan di Pemprov, TNI, dan polisi untuk kita tertibkan,” ujau Pak Anies, pada Kamis (9/4).

Lalu ia berkata, jika ada perkantoran yang memaksakan pegawainya masuk, risiko penularan virus corona dapat meningkat. Upaya menanggulangi penyebaran corona tidak akan berguna jika pihak perusahaan tidak mau bekerja-sama.

Sambung Pak Anies, ada potensi hukuman yang akan dikenakan perusahaan jika tidak menjalankan aturan. Hukuman tersebut tercantum dalam UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“(Dalam) Pasal 93, yang memberikan denda sebesar Rp 100 juta dan hukuman setahun maksimal. Itu bisa dikenakan,” tegas dia.

Inilah pasal yang dimaksud Pak Anies.

Pasal 93

Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

“Artinya, kalau diingatkan tidak bisa (patuh), pasti bisa diproses hukum. Dan kepolisian, kejaksaan siap memproses ini apabila tak dilaksanakan,” jelas dia.

Sebelumnya pun Pak Anies telah mengeluarkan Seruan Gubernur Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Kegiatan Perkantoran Dalam Rangka Mencegah Penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19).

Isinya yakni Pak Anies meminta untuk memberhentikan operasional seluruh kegiatan perkantoran dalam sementara waktu.

8 sektor perkantoran yang tetap boleh beroperasi saat PSBB di Jakarta yaitu:

1. Kesehatan

2. Pangan (makanan dan minuman)

3. Energi (air, gas, listrik, pompa, bensin)

4. Komunikasi (jasa komunikasi dan media komunikasi)

5. Keuangan dan perbankan, termasuk pasar modal

6. Kegiatan logistik distribusi barang

7. Kebutuhan ritel (warung, toko kelontong yang biasa beri bantuan warga)

8. Industri strategis di kawasan Jakarta

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *