Aluminium VS Stainless Steel, Mana Yang Lebih Baik? Simak 8 Perbedaanya!

  • Whatsapp
Aluminium VS Stainless Steel, Mana Yang Lebih Baik? Simak 8 Perbedaanya!
Aluminium VS Stainless Steel, Mana Yang Lebih Baik? Simak 8 Perbedaanya!

Garisatu.com – Aluminium atau stainless steel ya? Bahan aluminium merupakan bahan yang cukup banyak kita temukan dalam kehidurpan sehari hari. Sebagian besar barang barang, perabot, peralatan dan perlengkapan rumah kita menggunakan bahan aluminium.

Aluminium sendiri merupakan unsur kimia. Aluminium juga merupakan logam paling berlimpah.

Bacaan Lainnya

Aluminium bukan merupakan jenis logam berat, tetapi merupakan elemen yang berjumlah sekitar 8% dari permukaan bumi dan paling berlimpah ketiga.

Aluminium terdapat dalam penggunaan aditif makanan, antasida, buffered aspirin, astringents, semprotan hidung, antiperspirant, air minum, knalpot mobil, asap tembakau, penggunaan aluminium foil, peralatan masak, kaleng, keramik, dan kembang api.

Aluminium sendiri juga terdiri dari berbagai jenis karena bisa dipadukan dengan bahan lain, sebutan untuk aluminium paduan ini ialah alloy.

Aluminium VS Stainless Steel, Mana Yang Lebih Baik? Simak 8 Perbedaanya!

Selain aluminium, ada pula bahan yang serupa tapi tak sama. Yakni stainless steel.

Keduanya menjadi topik diskusi yang cukup menarik karena sama sama dianggap anti karat atau korosi.

Sama-sama antikarat, lantas apa bedanya? Kapan Aluminium Alloy bisa digunakan dan kapan Stainless Steel harus dipilih?

Maka dari itu, simaklah 8 poin yang menguraikan perbandingan Aluminium Alloy Vs Stainless Steel berikut ini:

1.         Ketahanan terhadap karat

Aluminium VS Stainless Steel, Mana Yang Lebih Baik? Simak 8 Perbedaanya!

Meski sama sama tahan akrat, bentuk ketahanan keduanya cenderung berbeda. Bahan stainless steel bisa bertahan dari korosi karena permukaannya yang dibuat dengan menggunakan lapisan krom. Jika lapisan krom ini rusak, maka stainless steel tidak lagi memiliki perlindungan sehingga membuatnya bisa berkarat.

Sedangkan, logam aluminium sendiri memang sudah bersifat antikarat karena reaksinya yang sangat sensitif terhadap udara.

Ketika permukaan aluminium terpapar oleh udara, maka akan terbentuk lapisan tipis yang melindungi logam dari korosi.

Apabila lapisan ini dikelupas, bagian logam yang terbuka akan segera bereaksi dan kembali membentuk lapisan baru.

Sifat ini tetap bertahan meskipun aluminium telah dipadukan dengan logam lain menjadi Aluminium Alloy.

Hanya saja, reaktivitas Aluminium Alloy terhadap udara menjadi bervariasi tergantung jenis logam paduannya.

2.         Berat dan kekuatan

Aluminium VS Stainless Steel, Mana Yang Lebih Baik? Simak 8 Perbedaanya!

Aluminium alloy terasa jauh lebih ringan dibandingkan stainless steel. Namun stainless steel jauh lebih kuat daripada aluminium alloy.

Oleh karena itu, untuk memilih menggunakan aluminium alloy atau stainless steel perlu diperhatikan seberapa besar kekuatan yang diperlukan.

Terdapat berbagai macam jenis Aluminium Alloy dengan beragam kekuatan pula.

Ada Aluminium Alloy yang masih bisa memenuhi kebutuhan konstruksi yang mengandalkan kekuatan, namun ada juga jenis yang hanya bisa digunakan untuk keperluan ringan.

Semakin murni suatu paduan aluminium, maka semakin ringkih pula paduan tersebut.

Aluminium Alloy yang kuat biasanya memiliki magnesium sebagai campuran utamanya.

Alloy yang kuat bisa digunakan sebagai material konstruksi bangunan, jembatan, hingga rangka pesawat terbang.

Sementara itu, jenis Aluminium Alloy yang kurang kuat bisa digunakan sebagai material pembuat pintu atau jendela.

3.         Harga

Aluminium VS Stainless Steel, Mana Yang Lebih Baik? Simak 8 Perbedaanya!

Harga aluminium alloy jauh lebih murah dibandingkan dengan stainless steel, maka jika kekuatan suatu konstruksi atau produk sudah dapat dipenuhi oleh Aluminium Alloy, material ini sering kali lebih dipilih daripada Stainless Steel.

4.         Daya hantar panas

Aluminium VS Stainless Steel, Mana Yang Lebih Baik? Simak 8 Perbedaanya!

Pada aspek ini, aluminium alloy bekerja lebih baik. Aluminium alloy memiliki daya hantar pana syang lebih baik dibandingkan stainless steel.

Karena dari sifatnya ini dan juga harga yang murah, membuat aluminium alloy banyak digunakan sebagai material yang berfungsi untuk menyebarkan panas secara merata.

Beberapa pemanfaatan daya hantar panas Aluminium Alloy bisa ditemukan pada radiator mobil, suku cadang AC, dan juga beberapa bagian pada ponsel pintar (smartphone).

Aluminium VS Stainless Steel, Mana Yang Lebih Baik? Simak 8 Perbedaanya!

5.         Daya hantar listrik

Selain daya hantar panasnya, aluminium alloy juga bisa mengjadi penghantar listrik yang baik.

Sedangkan, dibandingkan kebanyakan logam, Stainless Steel memiliki daya hantar listrik yang sangat buruk.

Sifat Aluminium Alloy yang ringan, antikarat, tahan terhadap panas, serta bisa menghantarkan listrik dengan sangat baik membuatnya terpilih menjadi salah satu material utama dalam produksi kabel, terutama untuk kabel tegangan tinggi.

6.         Pengolahan dan pengelasan

Aluminium VS Stainless Steel, Mana Yang Lebih Baik? Simak 8 Perbedaanya!

Stainless steel cenderung lebih mudah dipotong dan juga disambung. Demikian pula, stainless steel juga termasuk material yang mudah dilas.

Sebaliknya, aluminium sendiri merupakan material yang sulit untuk dilas. Ketika sudah dipadukan dengan logam lain menjadi Aluminium Alloy, karakter tersebut bisa saja berubah sehingga Aluminium Alloy dapat dilas.

Namun, pengelasan pada Aluminium Alloy juga bukanlah hal sembarangan.

Diperlukan pemilihan jenis Aluminium Alloy yang tepat serta diperlukan teknik-teknik khusus untuk bisa mengelas Aluminium Alloy.

7.         Ketahanan terhadap panas

Bahan stainless steel terbilang cukup tahan terhadap panas, bahkan hingga 400 derajat celcius. 

Namun, tidak demikian halnya dengan Aluminium Alloy. Pada seri Aluminium Alloy tertentu, material ini cukup tahan terhadap panas.

Semakin murni paduan Aluminium Alloy, semakin ringkih dan tidak tahan panas material tersebut.

Oleh karena itu, jika Aluminium Alloy akan digunakan pada tingkat suhu tertentu yang cukup panas, pastikan untuk memilih Aluminium Alloy dari seri dan campuran yang tepat.

8.         Pengaruh terhadap makanan

Secara umum stainless steel aman digunakan untuk makanan, dan banyak peralatan dapur yang juga menggunakan bahan stainless steel.

Adapun, beberapa jenis Aluminium Alloy juga cukup aman untuk dipaparkan pada makanan, misalnya Aluminium Alloy yang digunakan untuk produk aluminium foil, peralatan dapur, ataupun kemasan makanan/minuman.

Beberapa jenis Aluminium Alloy lainnya masih belum disarankan untuk digunakan bersama produk makanan.

Pasalnya, aluminium dari material tersebut dikhawatirkan masih bisa bereaksi dengan makanan dan membentuk senyawa tertentu sehingga berpengaruh terhadap rasa dan warna.

Oleh karena itu, ketika menggunakan Aluminium Alloy untuk produk makanan, pastikan untuk memilih jenis Aluminium Alloy yang sesuai.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *