#1 Aktivis Gugat Novel Gelar Aksi Bakar Lilin Di Depan Gedung Kejagung!

  • Whatsapp
Aktivis Gugat Novel Gelar Aksi Bakar Lilin Di Depan Gedung Kejagung

Garisatu.com – Pada Sabtu malam (11/7/2020) di depan gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, aksi bakar lilin digelar oleh para warga yang juga anggota Aktivis Gugat Novel (AGN).

Tujuan dari aksi tersebut yakni untuk menunjukkan solidaritas AGN terhadap korban kasus dugaan penganiayaan yang terkait dengan Novel Baswedan saat menjadi Kasat Reskrim di Polres Bengkulu tahun 2004.

Dari seluruh warga yang ikut aksi, empat darinya mengaku korban tuduhan mencuri Sarang Burung Walet di toko yang terletak di Bengkulu.

Bacaan Lainnya

Curhat Penderitaan Keluarga, Korban Kasus Sarang Walet: Tolo...

Dedi Nuryadi, salah satu korban tuduhan, mengatakan bahwa keluarganya khususnya anaknya merasa dilecehkan karena diolok teman-temannya bahwa orangtuanya adalah pencuri.

“Anak saya bahkan merasa malu terhadap teman-temannya, bahkan dia sampai berkelahi karena mengatakan bahwa bapaknya adalah maling. Mendengar hal itu siapa yang tidak sakit hati,” jelas Dedi.

Atas kejadian itu ia meminta kasus yang menyeret Novel dilanjutkan agar dapat membersihkan nama baiknya. Sebelumnya kasus tersebut telah dihentikan di tingkat Kejaksaan.

Dalam Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) Nomor B 03/N.7.10/Eo.1/02/2016 yang ditandatangani Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu, kasus Novel dihentikan karena tidak memiliki bukti kuat.

“Saat ini keluarga dan anak saya sudah menunggu keputusan sidangnya karena sudah lama kami di sini. Keluarga sangat menunggu hasil ini terlebih mereka sangat yakin kalau saya tidak bersalah. Saya ingin mengembalikan harga diri,” kata dia memohon.

Derita Keluarga Korban Akibat Kasus Sarang Burung Walet - Telusur

Selain Dedi, adapun korban Irwansyah mengaku keluarganya mengalami sejumlah kerugian atas kasus tersebut. Tidak hanya kerugian materi, penderitaan dari anak dan keluarga pun dialaminya.

“Yang kami rasakan dari kasus ini, kerugian materi dan terlebih jauh dari anak dan keluarga. Namun demi keadilan di negeri ini kemanapun akan kami datangi,” tegas dia.

“Buka kasus ini terang benderang, jangan lagi masyarakat bertanya-tanya apakah salah atau benar,” lanjut Irwansyah.

Di sisi lain, Dony Yefrizal Siregar pun memiliki harapan yang sama dengan kedua korban di atas. Demi membuka suara atas kejadian ini, ia mengaku jauh-jauh datang dari Medan.

News | Aksi Bakar Lilin di Depan Kejaksaan Agung RI Ungkit Kasus ...

Sementara akibat kejadian itu, M. Rusli mengungkapkan cacat permanen yang dialaminya.

“Kami sudah meninggalkan keluarga dan anak kami demi berjalannya proses hukum ini,” tutur Dony.

Agar penuntasan kasus tersebut tidak diskriminatif, Aktivis Gugat Novel Daud Ibrahim menyatakan pihaknya siap mendukung upaya penegakan hukum.

“Kami sudah mendengarkan langsung keluhan dan penderitaan korban dan keluarganya. Berikan akses keadilan hukum dinegeri ini bagi rakyat kecil,” papar dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *