7 Perbedaan Daging Babi Dan Daging Sapi

  • Whatsapp
7 Perbedaan Daging Babi Dan Daging Sapi
7 Perbedaan Daging Babi Dan Daging Sapi

Garisatu,com – Daging menjadi makanan yang kerap kita konsumsi setiap hari selain sayur sayuran dan buah. Daging yang biasa kita konsumsi umumnya terdiri dari daging ayam, daging babi, daging sapi, hingga daging unggas. Antara daging daging tersebut tentu memiliki karakteristik dan perbedaannya masing masing.

Serta tidak semuanya mengonsumsi semua jenis daging. Ada yang tidak mengonsumsi daging babi, ada pula yang tidak mengonsumsi sapi.

Bacaan Lainnya

Akan tetapi untuk membedakan kedua jenis daging ini cukup susah karena penampakannya yang hampir sama. Maka dari itu kami akan membahas merinci perbedaan keduanya.

            1.         Daging mentah

7 Perbedaan Daging Babi Dan Daging Sapi

Jika diperhatikan secara spesifik, daging babi memiliki warna yang lebih pucat dibandingkan dengan daging sapi. Warna daging babi cenderung menyerupai daging ayam. Tapi untuk membedakannya tidak hanya dilihat dari warnanya saja ya.

Yang menjadi bahaya disini ialah warna pada daging babi oplosan akan dikamuflase dengan pelumuran darah sapi.

Maka cara untuk membedakannya ialah dengan merendam daging kedalam air selama beberapa jam. Kemudian lihatlah apakah warna pada daging tersebut mengalami perubahan atau tidak.

            2.         Serat daging

7 Perbedaan Daging Babi Dan Daging Sapi

Kamu juga bisa membedakan antara sapi dan babi dilihat dari serat dagingnya. Karena perbedaannya terlihat jelas dari serat serat pada masing masing daging.

Pada sapi, serat seratnya akan tampak padat dan garis garis dari seratnya sangat terlihat dengan jelas. Nah, sedangkan serat pada daging babi terlihat lebih samar dan sangat renggang.

            3.         Lemak

7 Perbedaan Daging Babi Dan Daging Sapi

Poin selanjutnya kamu bisa membedakan sapi dan babi dari kandungan lemaknya. Perbedaannya terdapat pada tingkat keelastisannya.

Daging babi memiliki tekstur lemak yang lebih elastis dibandingkan dengan daging sapi. Sedangkan lemak daging sapi cenderung lebih kaku dan berbentuk.

Kamu juga perlu memperhatikan lemak pada daging babi sangat basah dan sulit dilepas dari dagingnya. Sementara lemak daging sapi agak kering dan tampak berserat.

            4.         Tekstur

Perbedaan lainnya terlihat dari tekstur masing masing daging. Daging sapi memiliki tekstur yang lebih kaku dan padat dibandigkan dengan daging babi. Daging babi cenderung lebih lembek dan mudah direnggangkan.

Dari perbedaan ini sebetulnya kita bisa merasakan perbedaan antara keduanya ketika memegang dagingnya. Daging babi memiliki tekstur yang lebih kenyal, sementara daging sapi memiliki tekstur yang lebih keras.

            5.         Harga

Perbedaan selanjutnya juga bisa kita ketahui dari harga daging. Harga daging sapi jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan daging babi.

Makanya, kalau kamu nemuin ada penjual daging sapi yang menjual dagingnya dengan harga miring, kamu harus lebih hati-hati, karena bisa aja itu daging sapi yang sudah basi atau bahkan ternyata dia menjual daging babi. 

            6.         Aroma

7 Perbedaan Daging Babi Dan Daging Sapi

Aroma pada daging babi cenderung lebih khas dan cenderung lebih apek dan amis. Sementara daging sapi memiliki aroma yang lebih anyir. Sebelum kamu mengonsumsi kaldu daging, sebaiknya cium aroma kaldunya terlebih dulu.

7 Perbedaan Daging Babi Dan Daging Sapi

            7.         Kaldu sapi dan kaldu babi

7 Perbedaan Daging Babi Dan Daging Sapi

Poin ini yang paling susah untuk membedakannya. Mengapa demikian? Karena jika sudah menjadi masakan, kita akan sulit membedakannya.

Faktanya rumah makan di Indonesia, sering kali tidak mengaku apakah dagangan mereka mengandung kaldu babi atau tidak.

Kaldu daging babi biasanya lebih berminyak dan memiliki lebih banyak lemak. Kuah kaldu daging babi lebih kental dibandingkan dengan kaldu daging sapi.

Itu dia cara membedakan antara daging sapi dan daging babi. Namun ada yang perlu diperhatikan dalam mengonsumsi kedua jenis daging ini sebab jika dikonsumsi berlebihan atau dikonsumsi secara tidak baik, bisa mengakibatkan beberapa masalah kesehatan.

Seperti contoh bahaya dari mengonsumsi daging babi ialah bisa beresiko menyebabkan infeksi parasit (kecacingan), kanker hati dan sirosis, hepatitis E, dan multiple sclerosis.

Kamu bisa menghindari bahaya ini dengan cara seperti mengecek label dari produk babi yang ingin dibeli, mencuci kedua tangan hingga bersih sebelum mengolah daging babi, memilih potongan daging babi tanpa lemak, dan hindari mengonsumsi daging babi mentah atau setengah matang.

Sedangkan bahaya mengonsumsi terlalu banyak daging sapi bisa menyebabkan kolesterol tinggi, mengantuk, sembelit, gangguan jantung, mengebabkan berat badan naik dan gampang haus, hingga meningkatkan resiko kanker.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *