6 Tips Membeli Rumah Untuk Pemula

  • Whatsapp
6 Tips Membeli Rumah Untuk Pemula
6 Tips Membeli Rumah Untuk Pemula

Garisatu.com – Membeli rumah tentu saja bukan perkara mudah. Meskipun sudah memiliki dana yang cukup namun tetap mengingat bahwa membeli rumah merupakan pengeluaran besar dan juga asset investasi jangka panjang, maka dari itu kita tidak boleh sembarangan dan harus jeli dalam mempertimbangkan segala aspek secara matang.

Mungkin akan terasa ribet ketika Menyusun perencanaan dalam membeli rumah namun semuanya akan terbayarkan jika kelak kamu dan keluargamu bisa menempati rumah yang kalian idam idamkan.

Bacaan Lainnya

Namun sebagai panduan dam gambaran, berikut ini ada beberapa tips dalam membeli rumah yang wajib kamu pahami.

1.         Rencanakan budget

6 Tips Membeli Rumah Untuk Pemula

Sudah hal mutlak membeli rumah membutuhkan dana yang cukup besar. Oleh karenanya kita membutuhkan perencanaan budget maupun batas kemampuan bayar masing masing.

Hal ini dilakukan supaya keputusan membeli rumah tidak membebani kondisi finansial dalam pemenuhan kebutuhan pokok, maupun kebutuhan lain yang sebelumnya sudah ada.

Sebagai informasi, biasanya pihak bank mensyaratkan angsuran KPR per bulan maksimal sebesar 30% penghasilan bersih pribadi maupun gabungan antara suami dan istri.

Ini bisa dijadikan patokan untuk batas kemampuan bayarmu, namun dengan catatan bahwa kamu dan pasangan tidak memiliki hutang.

2.         Kenali seluk beluk pembayaran rumah

6 Tips Membeli Rumah Untuk Pemula

Setelah merencanakan budget untuk membeli rumah, selanjutnya kamu perlu memahami pembayarannya. Hal ini penting supaya kamu bisa mengatur pembayaran dengan benar dan supaya kamu paham akan biaya serta komitmen dalam membeli rumah.

Ada 2 macam biaya yang perlu dibayarkan, diantaranya:

–           Booking fee

Ini merupakan pembayaran dalam bentuk sejumlah uang sebagai komitmen memesan unit property tertentu, untuk besaran biayanya, booking fee tidak memiliki patokan yang pasti, dan berbeda beda pada setiap jenis hunian maupun pengembang property (developer).

–           Uang tanda jadi atau down payment (DP)

Sama halnya dengan booking fee, DP merupakan bentuk dari bukti keseriusan pemesanan rumah yang diinginkan.

Selain itu DP juga digunakan untuk mengikat harga yang sebelumnya sudah disetujui antara penjual dan pembeli property.

Kembali lagi, untuk besaran nominalnya bisa bervariasi, pada umumnya mulai dari 10% tergantung promo yang sedang berlangsung dari bank ataupun pengembang properti.

Agar tidak terbebani DP, kamu dapat memilih bank atau pengembang properti yang mempunyai program keringanan kredit pembelian rumah.

6 Tips Membeli Rumah Untuk Pemula

Selain bukti keseriusan, terdapat 3 jenis pilihan cara bayar property yang berlaku di Indonesia, antara lain:

–           Kredit kepemilikan rakyat (KPR)

6 Tips Membeli Rumah Untuk Pemula

erupakan produk pembiayaan untuk pembeli rumah dengan skema pembiayaan sampai dengan 90% dari harga rumah.

Pada sistem ini, kita akan membayar rumah dengan cara mencicil tiap bulan kepada pihak bank. Lama cicilan atau tenornya beragam, dan dapat disesuaikan dengan kemampuan bayar masing-masing.

Untuk mengajukan KPR, terdapat ketentuan standar yang harus dipenuhi meliputi usia <50 tahun ketika mengajukan permohonan KPR, fotokopi KTP, akta nikah atau cerai, kartu keluarga, surat keterangan WNI (untuk WNI keturunan), serta dokumen terkait rumah yang dijadikan agunan (SHM, IMB, PBB).

–           Cash atau tunai

6 Tips Membeli Rumah Untuk Pemula

merupakan sistem pembayaran yang dilakukan dalam waktu paling lambat satu bulan sejak adanya kesepakatan antara pembeli dan pengembang.

Sistem bayar ini memiliki banyak keuntungan, karena biasanya pengembang akan memberikan potongan harga rumah yang menggiurkan (biasanya sekitar 10 – 15%).

Selain itu, keuntungan lainnya adalah kita tidak perlu memikirkan beban cicilan tiap bulan, maupun fluktuasi suku bunga pinjaman yang kerap melambung tinggi seperti di sistem bayar KPR.

–           Tunai bertahap atau cash installment

bila sebelumnya KPR adalah cicilan kepada pihak bank, maka Cash Installment adalah cicilan dalam kurun 6-24 bulan yang dibayarkan langsung kepada pihak pengembang.

Sistem bayar ini terbilang cukup efektif karena cicilan tak akan terpengaruh fluktuasi bunga bank. Namun, perlu kamu ketahui juga bahwa pada sistem ini pembeli diwajibkan untuk menyerahkan DP yang jumlahnya cenderung lebih besar atau sekitar 30 – 50% dari harga rumah, tergantung kebijakan pengembang.

3.         Tentukan lokasi

6 Tips Membeli Rumah Untuk Pemula

Jika kamu sudah menentukan budget dan paham mengenai system pembayarannya, hal penting ialah untuk menentukan lokasi rumah.

Penentuan lokasi ini dapat dipertimbangkan berdasarkan berbagai aspek, mulai dari pertimbangan atas lokasi yang tidak rawan banjir, memiliki akses yang mudah dan strategis, maupun pertimbangan atas kondisi air, bentuk tanah, hingga besarnya budget yang dimiliki.

4.         Pilih pengembang property atau developer yang terpercaya

Tahap selanjutnya adalah memilih rumah berdasarkan pengembangnya. Pastikan pihak pengembang atau developer yang dipilih merupakan pihak terpercaya.

Hal ini bisa dipastikan dengan menggali informasi seputar track record project sebelumnya, apakah developer memiliki masalah atau terdapat kejanggalan pada proyek hunian yang sudah pernah dibangun?

Bila tidak ada masalah, maka kamu dapat memilih produk hunian dari developer tersebut. Tapi, jangan lupa pastikan kembali produk hunian developer yang kamu pilih memiliki kisaran harga yang sesuai dengan budget yang kamu miliki.

5.         Tentukan tipe rumah

6 Tips Membeli Rumah Untuk Pemula

Pengembang properti umumnya memiliki beberapa produk hunian dengan tipe luas tanah dan bangunan yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, tipe rumah yang kini cukup populer adalah tipe 36, 45, 60, dan juga tipe 70. Untuk menentukan tipe rumah yang diinginkan kamu dapat mengecek produk rumah yang disediakan oleh developer pilihanmu, dan menentukannya berdasarkan dengan budget yang dimiliki.

Dalam menentukan tipe rumah ini, pastikan kamu tidak memaksakan keinginan untuk memiliki rumah impian ya. Sebagai opsi agar tetap on budget, kamu bisa memilih hunian dengan konsep rumah tumbuh yang memungkinkan untuk dibangun atau di renovasi di kemudian hari.

6.         Pastikan tidak ada kredit macet

Apabila kamu hendak membeli rumah dengan cara mencicil, maka pastikan bahwa kamu ataupun pasangan tidak memiliki kredit yang macet pembayarannya.

Apabila seseorang memiliki kredit macet akan lebih sulit mendapatkan approval pinjaman KPR dari bank. Hal ini terjadi karena pihak bank mempertimbangkan kemampuan dan kepatuhan kamu dalam membayar cicilan.

Selain itu, pihak bank biasanya juga akan memperhitungkan jumlah utang maupun cicilan berjalan  dengan  pendapatan kamu tiap bulannya, dan juga track record kredit macet jika kamu pernah mengalami sebelumnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *