5 Perbedaan Whipping Cream Dan Heavy Cream

  • Whatsapp
5 Perbedaan Whipping Cream Dan Heavy Cream
5 Perbedaan Whipping Cream Dan Heavy Cream

Garisatu.com – Saat hendak membuat kreasi makanan, seperti dessert atau makanan manis, biasanya akan menggunakan bahan berupa krim. Krim yang digunakan dalam berbagai resep ini bisa berupa whipping cream dan heavy cream.  Kedua jenis cream ini juga akan kamu temukan pada bagian rak pendingin di supermarket bersama dengan produk produk olahan susu lainnya.

Baik whipping cream maupun heavy cream sama sama merupakan krim berbentuk cair dan memiliki perbedaan, meskipun sedikit.

Bacaan Lainnya

Perbedaan antara satu krim dan yang lain adalah jumah lemak susu di dalamnya.

Krim yang dijual sudah dilakukan pengelompokan sebelumnya, yakni sesuai dengan kandungan lemak.

5 Perbedaan Whipping Cream Dan Heavy Cream

Umumnya, semakin banyak kandungan lemak didalam krim, akan membuat saus lebih stabil ketika dicampurkan ke dalamnya.

Dalam pembuatan saus, kedua krim ini bisa digunakan, karena keduanya memiliki kandungan lemak di atas 25%.

Dikutip dari The Kitchen, Fine Cooking, dan All Recipe, berikut ini merupakan perbedaan whipping cream dan heavy cream.

1.         Kandungan lemak

5 Perbedaan Whipping Cream Dan Heavy Cream

Whipping cream dan heavy cream merupakan dua jenis krim yang masuk kedalam golongan lemak tinggi, namun berbeda pada jumlah persentasenya.

Heavy cream termasuk jenis krim cair yang mengandung lemak susu antara 36% hingga 40%.

Krim ini dikenal juga dengan sebutan krim kental. Sedangkan whipping cream mengandung lemak susu antara 30% hingga 36%.

Tingkat kandungan lemak yang tinggi pada kedua jenis krim cair ini membuatnya mudah untuk dikocok hingga bervolume atau mengembang.

2.         Fungsi

5 Perbedaan Whipping Cream Dan Heavy Cream

Jumlah kandungan yang sedikit berbeda didalam kedua krim cair ini mempengaruhi fungsi mereka dalam bahan makanan.

Karena jumlah kandungan lemak pada whipping cream sebesar 35 persen, membuat krim ini cocok dijadikan hiasan pada pie supaya bisa lebih lezat.

Selain itu, whipping cream juga sering dijadikan sebagai topping minuman atau es krim supaya tampilannya semakin cantik.

Dan juga karena kandungan lemaknya yang tergolong cukup banyak, whipping cream bisa digunakan sebagai pengganti heavy cream pada masakan.

Jadi, jika kamu tidak bisa menemukan heavy cream untuk membuat kue atau masakan lain, jangan ragu untuk menggunakan whipping cream sebagai alternatifnya.

Sementara kandungan lemak yang tinggi pada heavy cream membuat tekstur krim ini semakin kental.

Heavy cream juga tidak mudah menggumpal saat dipanaskan. Oleh karena itu, heavy cream pas untuk digunakan sebagai bahan membuat krim sup dan saus supaya memperkaya rasa.

5 Perbedaan Whipping Cream Dan Heavy Cream

3.         Hasil akhir

5 Perbedaan Whipping Cream Dan Heavy Cream

Keduanya, heavy cream dan whipping cream sama sama bisa dijadikan sebagai krim kocok (whipped cream), namun keduanya memberikan hasil yang berbeda.

Whipped cream yang dihasilkan dari whipping cream akan lebih lembut dan lebih ringan sehingga menjadikannya cocok untuk ditaruh diatas hidangan penutup seperti salad.

Sedangkan whipped cream yang dihasilkan dari heavy cream akan lebih padat sehingga menjadikannya cocok untuk diletakkan diatas cake / bolu dan juga isian pastry.

4.         Jumlah kalori dan harga

5 Perbedaan Whipping Cream Dan Heavy Cream

Heavy cream mengandung lebih banyak lima kalori per sendok makan dibanding whipping cream. Harga heavy cream umumnya juga lebih mahal dibanding whipping cream.

5.         Whipped cream (krim yang sudah dikocok) lebih tahan lama

5 Perbedaan Whipping Cream Dan Heavy Cream

Untuk membuat kue yang cantik dengan whipped cream lebih tahan lama, kamu harus mempersiapkan dan mengolahnya dengan tepat.

Bahan tambahan lain yang digunakan untuk dikocok bersama dengan whipping cream ialah gula bubuk, ekstrak vanilla, dan susu bubuk.

Kamu bisa menggunakan susu apa saja seperti susu bubuk skim, susu bubuk tanpa mengandung lemak, akan tetapi pastikan bahwa susu yang akan dibuat menjadi whipped cream harus benar-benar dalam keadaan dingin.

Begitu juga dengan wadah yang digunakan, harus dalam keadaan dingin.

Bila perlu, saat pengocokkan berlangsung bisa ditambah dengan es batu pada bagian bawah wadah dengan tujuan menjaga suhu wadah dan susu tetap dingin.

Untuk whipped cream kaku lebih lama bisa menambahkan lelehan marshmallow atau bubuk puding vanila.

Marshmallow atau bubuk puding vanila bisa ditambahkan saat whipped cream akan dikocok.

5 Perbedaan Whipping Cream Dan Heavy Cream

Khusus untuk penambahan bubuk puding vanila, bubuk akan menggumpal dan membuat tampilan whipped cream kurang cantik.

Anda bisa mengocok whipped cream menggunakan ballon whisk, standing mixer, food processor atau mixer tangan.

Beda alat mengocok, beda pula waktu pengocokkan yang diperlukan. Untuk hasil yang maksimal, sebaiknya jangan terlalu banyak susu yang dikocok pada waktu bersamaan.

Namun, Siapa sangka blender bisa digunakan untuk mengocok whipped cream.

Tidak hanya itu, pengocokkan dengan blender juga bisa membuat whipped cream kaku lebih lama.

Tekstur yang dihasilkan pun terlihat sempurna. Agar whipped cream yang Anda buat bisa kaku lebih lama, pastikan saat pengocokkan hingga whipped cream benar-benar kaku.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *