Inilah 5 Perbedaan Susu Pasteurisasi Dan Susu UHT

Inilah 5 Perbedaan Susu Pasteurisasi Dan Susu UHT

Garisatu.com – Pernahkah kamu melihat keterangan “susu pasteurisasi” dan “susu uht” pada kemasan susu di supermarket? Memang ada banyak jenis susu yang dijual di pasaran, namun susu pasteurisasi dan susu uht menjadi jenis susu yang banyak dicari.

Sebetulnya pada dasarnya kedua jenis susu tersebut ialah sama, hanya saja yang membedakannya mulai dari cara pengolahan, suhu pemanasan, hingga ketahanan penyimpanannya.

Bacaan Lainnya

Kedua jenis ini tetap baik bagi tubuh karena baik untuk fresh milk maupun susu UHT sudah mengurangi jumlah bakteri maupun patogen lain penyebab penyakit yang ada pada susu mentah.

Berikut ini penjelasan yang lebih detail tentang perbedaan kedua susu tersebut:

1.         Suhu pemanasan

Adapun susu uht dan susu pasteurisasi sama sama melewati proses pemanasan pada suhu dan dalam jangka waktu tertentu.

Hal ini bertujuan untuk mematikan sumber penyakit yang mungkin terdapat pada susu, misalnya bakteri atau patogen lainnya.

Namun susu pasteurisasi dipanaskan dengan suhu yang lebih rendah dibandingkan susu uht.

Susu pasteurisasi juga bisa dipanaskan melalui beberapa metode dengan suhu dan jangka waktu yang berbeda.

Namun umumnya, pemasanan dilakukan pada suhu 72°C selama 15 detik. Sementara itu, susu UHT dipanaskan di suhu yang sangat tinggi, yaitu 138°C, selama kurang lebih dua detik.

2.         Tingkat sterilisasi

Sebab susu uht melalui proses pemanasan dengan suhu yang sangat tinggi, membuat jenis susu ini lebih steril dibandingkan dengan susu pasteurisasi.

Pada susu UHT, hampir semua bakteri bisa dibasmi, dan menjadikan susu ini hampir 100% steril.

Sementara pada susu pasteurisasi masih terdapat beberapa bakteri yang tersisa.

Namun, bakteri tersebut umumnya bukanlah jenis yang bisa menyebabkan penyakit berbahaya.

Untuk menghindari kontaminasi lebih lanjut, susu pasteurisasi akan melewati tahap tambahan dalam pengolahannya.

Setelah selesai dipanaskan pada suhu sekitar 72°C tersebut, susu akan langsung didinginkan hingga suhu sekitar 4,4°C.

3.         Rasa susu

Susu pasteurisasi dan susu UHT memiliki penampakan yang berbeda. Karena telah dipanaskan di suhu yang lebih tinggi, susu UHT umumnya memiliki rasa yang lebih “matang” dan warnanya cenderung terlihat kecokelatan.

Sementara itu, susu pasteurisasi memiliki rasa yang lebih mirip dengan susu segar dan warnanya lebih terang.

Inilah 5 Perbedaan Susu Pasteurisasi Dan Susu UHT

4.         Pengemasan

Kemasan susu pasteurisasi umumnya terbuat dari kertas karton atau plastik.

Sementara itu, susu UHT umumnya disimpan di dalam wadah yang meski dari luar terlihat seperti kertas karton serupa, namun di dalamnya terdapat setidaknya lima lapisan tambahan atau di simpan dalam wadah kaleng.

5.         Waktu kadaluarsa

Susu pasteurisasi memiliki sifat hampir sama dengan susu segar. Susu jenis ini umumnya hanya bisa disimpan selama 10-21 hari di dalam kulkas.

Sementara itu susu UHT dapat disimpan hingga lebih dari 6 bulan tanpa kulkas, selama kemasan tidak terbuka.

Setelah mengetahui perbedaan dari kedua jenis susu tersebut, mungkin sebagian dari kalian akan bertanya tanya, lebih baik mengonsumsi susu pasteurisasi atau susu uht.

Namun tidak ada jawaban yang pasti untuk pertanyaan tersebut. Karena semuanya kembali pada kebutuhan dan preferensi masing masing.

Satu hal yang pasti, kedua jenis susu tersebut lebih baik dibandingkan dengan susu segar yang tidak melalui proses pengolahan yang benar.

Karena dalam susu yang tidak diolah dengan baik bisa saja terdapat bakteri yang membahayakan kesehatan.

Kandungan bakteri seperti seperti Salmonella, E.coli, dan bakteri-bakteri lain penyebab keracunan makanan bisa saja ada didalam susu mentah.

Bakteri tersebut juga berisiko menimbulkan gangguan serius pada individu dengan sistem imun yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, kanker, dan diabetes, serta berbahaya bagi kelompok individu yang rentan, seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Jika anda mengalami keracunan makanan abikat susu, mungkin saja anda akan mengalami gejala gejala seperti mual, muntah, diare, sakit perut, demam, sakit kepala dan tidak enak badan.

Keracunan makanan akibat susu yang terkontaminasi, umumnya bisa sembuh dengan baik setelah beberapa hari pengobatan.

Namun pada kelompok individu yang rentan, kondisi ini bisa berkembang menjadi sesuatu yang parah.

Jadi, jangan menyepelekannya.Baik susu pasteurisasi maupun susu UHT, sebaiknya tidak diberikan pada anak yang masih berusia di bawah satu tahun, atau jika anak masih menerima ASI.

Pos terkait