5 Perbedaan Ayam Kampung Dan Ayam Negeri, Mana Lebih Baik?

  • Whatsapp
5 Perbedaan Ayam Kampung Dan Ayam Negeri, Mana Lebih Baik?
5 Perbedaan Ayam Kampung Dan Ayam Negeri, Mana Lebih Baik?

Garisatu.com – Jika kamu pergi ke pasar, kamu akan menemukan banyak pedagang ayam yang menjual baik ayam kampung ataupun ayam negeri. Ayam kampung disebut sebut lebih sehat daripada ayam negeri. Apakah benar ?

Ayam kampung adalah sebutan di Indonesia bagi ayam peliharaan yang tidak ditangani dengan cara budidaya massal komersial serta tidak berasal-usul dari galur atau ras yang dihasilkan untuk kepentingan komersial tersebut.

Bacaan Lainnya

Ayam kampung tidak memiliki istilah ayam kampung petelur ataupun pedaging.

Hal ini disebabkan ayam kampung bertelur sebagaimana halnya bangsa unggas dan mempunyai daging selayaknya hewan pada umumnya.

5 Perbedaan Ayam Kampung Dan Ayam Negeri, Mana Lebih Baik?

Sedangkan ayam negri atau ayam broiler atau yang disebut juga ayam ras pedaging adalah jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam.

Dari latar belakang saja keduanya sudah berbeda, sekarang kita bahas lebih lanjut mengenai perbedaan ayam negri dan ayam kampung dibawah ini.

1.         Bentuk

5 Perbedaan Ayam Kampung Dan Ayam Negeri, Mana Lebih Baik?

Ayam kampung cenderung memiliki bentuk tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan ayam negri.

Maka dari itu, ayam negri cenderung memiliki daging yang lebih banyak dan tebal dibandingkan dengan ayam kampung.

2.         Cara pemeliharaan

5 Perbedaan Ayam Kampung Dan Ayam Negeri, Mana Lebih Baik?

Ayam kampung cenderung mudah dipelihara karena tidak memerlukan perawatan intensif layaknya ayam negri.

Peternak ayam kampung cukup menaburkan pakan ayam di halaman dan ayam akan makan dengan sendirinya.

Ayam kampung merupakan tipe ayam yang membutuhkan ruangan lebih luas karena ia akan banyak berjalan kesana kemari.

Unggas ini juga memiliki Food Convertion Ratio (FCR) yang lebih tinggi. Dimana FCR berarti ayam kampung membutuhkan makanan lebih banyak untuk diubah menjadi daging karena mereka akan banyak berjalan.

Selain itu, makanan yang biasanya mereka konsumsi juga organik atau alami tanpa ada campuran bahan kimia.

Sedangkan ayam negeri biasanya dengan sengaja diternakkan untuk dijadikan bahan makanan.

Perawatan intensif pun dilakukan supaya mendapatkan kualitas daging yang baik.

Ayam yang sering disebut broiler ini membutuhkan makanan lebih sedikit supaya bisa menjadi gemuk karena memiliki FCR yang rendah.

Makanan yang diberikan biasanya mengandung campuran organik dan kimiawi. Selain itu, ayam negeri tidak membutuhkan ruangan yang besar.

Satu ruangan bisa menampung ayam broiler dalam jumlah yang cukup banyak.

3.         Harga

5 Perbedaan Ayam Kampung Dan Ayam Negeri, Mana Lebih Baik?

Meskipun perawatan ayam kampung lebih mudah, namun dari segi harga, ayam kampung cenderung lebih mahal karena membutuhkan makanan yang lebih banyak, susah gemuk, dan juga membutuhkan ruang yang luas.

Selain itu, ayam kampung terbilang lebih organic dan kaya gizi karena makanan yang dikonsumsi tidak dicampur dengan bahan bahan kimiawi.

Sedangkan ayam negri, meskipun berukuran lebih besar, harganya lebih murah dibandingkan dengan ayam kampung.

Hal ini dikarenakan jumlah produksi ayam negri terhitung cepat dan juga kebutuhan makannya lebih sedikit.

5 Perbedaan Ayam Kampung Dan Ayam Negeri

4.         Daging

5 Perbedaan Ayam Kampung Dan Ayam Negeri, Mana Lebih Baik?

Ayam kampung memiliki daging yang berwarna lebih gelap dan alot. Namun rasanya cenderung lebih gurih.

Hal tersebut dikarenakan dagingnya mengandung lebih banyak hemoglobin dari sel darah merah sehingga tinggi zat besi.

Sementara itu, daging ayam negri cenderung berwarna putih kemerahan. Dagingnya lebih empuk dan kenyal sehingga lebih mudah untuk dimasak dan dicerna.

Selain itu, daging ayam negeri juga lebih tebal dibanding ayam kampung.

5.         Kandungan gizi

5 Perbedaan Ayam Kampung Dan Ayam Negeri, Mana Lebih Baik?

Dalam setiap 100 gram daging ayam kampung mengandung 246 kalori energi, 37,9 gram protein, 9 gram lemak.

Dan tidak hanya itu, zat besi juga lebih banyak terdapat dalam daging ayam kampung.

Sedangkan, dalam setiap 100 gram daging ayam negeri mengandung 295 kalori energi, 37 gram protein, 14,7 gram lemak.

Dari sini kita bisa melihat jika ayam negri menghasilkan lebih banyak energi, namun juga lebih tinggi lemak, terutama pada bagian bawah kulit.

Sementara ayam kampung, meskipun lebih sedikit dagingnya, lebih kaya akan zat besi.

Di sisi lain, yang menjadi kekhawatiran dari para ibu ialah ayam negeri telah disuntik hormon supaya dagingnya lebih besar.

Namun, hal ini tidak perlu dikhawatirkan lagi karena di Indonesia penyuntikan hormon pada unggas sudah dilarang.

Ayam kampung memang terdengar lebih sehat untuk dikonsumsi. Namun, apapun jenis yang anda pilih, daging ayam tetap merupakan sumber protein yang baik.

Terbukti, kandungan protein di antara keduanya tidak terlalu jauh berbeda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *