5 Hal Dibalik Langkah Erick Thohir Hapus BUMN dan Rombak Direksi Pertamina

  • Whatsapp
5 Hal Dibalik Langkah Erick Thohir Hapus BUMN dan Rombak Direksi Pertamina

Garisatu.com – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jumat (12/6), Menteri BUMN Erick Thohir merombak besar direksi PT Pertamina (Persero).

Untuk Jabatan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati masih mendudukinya. Komisaris utama pun begitu, masih diisi oleh Basuki Tjahaja Purnama.

Meski begitu perombakan kali ini, Erick Thohir menghapus 6 direktur.

Rincian dari proses tersebut melebihi dari sekedar perampingan direksi Pertamina.

1. Direksi Pertamina Sisa Setengah

Para direksi yang tidak diganti adalah Direktur Keuangan Emma Sri Martini, Direktur SDM Koeshartanto, Direktur Manajemen Aset M. Haryo Yunianto, dan Direktur Logistik Supply Chain dan Infrastruktur Mulyono.

Sedangkan Strategi Portofolio dan New Ventures dijabat oleh Iman Rahman.

Selanjutnya 6 posisi direksi sisanya yang dihapus ialah Direktur Hulu Dharmawan Samsu, Direktur Mega Pengolahan dan Petrokimia Ignatius Tallulembang, Direktur Pengolahan Budi Santoso Syarif, Direktur Pemasaran Korporat Basuki Trikora Putra, Direktur Pemasaran Retail Mas’ud Khamid, dan terakhir Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Heru Setiawan.

Maka yang tadinya ada 12 posisi direksi, kini sisa 6.

Profil & Sejarah Karier Erick Thohir: Calon Menteri Jokowi? - Tirto.ID

2. Anak Usaha Pertamina Mau Diganti Menjadi Subholding

Di segi bisnis, Erick Thohir rasa lebih baik untuk Pertamina fokuskan bisnis intinya. Maka subholding akan dibangun dibawah 6 direksi yang masih bertahan diatas.

Detilnya yakni CEO of Upstream, CEO of Gas, CEO Power and NRE, dan CEO of Shipping, CEO Refining and Petrochemical yang dibantu satu deputi, CEO Commercial and Trading.

“Kalau kita lihat apa yang terjadi di Pertamina, kan ada holding, jadi bukan super holding ya, tapi dia punya subholding. Yang di holding memang direksinya harus enam, enggak boleh kebanyakan. Selain dirut, ada finance, human capital, corporate service. Nanti di subholding kita gabungkan unit-unit yang sangat banyak jadi satu kesatuan bisnis,” terang Erick Thohir konferensi pers virtual, Jumat (12/6).

Untuk itu ada juga 6 posisi CEO yang perlu diisi untuk 6 subholding tersebut. Dengan begitu, Erick akan menghapus sejumlah direksi di anak usaha.

Ia beri contoh, dengan Direktorat Hulu Pertamina yang dihapus, CEO of Upstream (hulu) hanya perlu fokus pada bisnis intinya, seperti menaikkan produksi dan lifting migas.

Nicke Rombak Direksi Anak Usaha Pertamina

3. Perkembangan Pertamina Dinantikan

Keenam direktorat operasional yang dihapus tersebut akan dimasukkan ke dalam beberapa subholding yang telah dibentuk, yaitu Shipping Company, subholding Commercial & Trading, subholding Power & New and Renewable Energi, subholding Upstream serta subholding Refinery & Petrochemical.

Seluruh subholding baru akan bergandeng tangan dengan subholding Gas yang sudah dibentuk di bawah Pertamina melalui PT Perusahaan Gas Negara Tbk sejak tahun 2018.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengucapkan bahwa penataan ulang ini dapat mendorong Pertamina, sebagai holding, pada pengelolaan portofolio dan sinergi bisnis di seluruh Pertamina Grup, menjalankan program-program nasional, dan mendorong kemajuan bisnis baru.

Untuk subholding, perannya ialah meningkatkan kemampuan dan fleksibilitas dalam kemitraan dan pendanaan yang lebih menguntungkan perusahaa, mendorong operational excellence melalui pengembangan skala dan sinergi masing-masing bisnis, mempercepat pengembangan bisnis dan kapabilitas bisnis existing.

“Melalui struktur baru ini, diharapkan Pertamina dapat menjadi lebih agile, fokus, dan cepat dalam pengembangan kapabilitas kelas dunia di bisnisnya masing masing,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6).

4. Rencana Pengurangan Produk BBM Pertamina

Menurut Erick Thohir, jumlah produk Bahan Bakar Minyak (BBM) yang selama ini dipasarkan Pertamina terlalu banyak dan sebaiknya dikurangi.

“Contohnya, dalam distribusi produk kita mau seefisien mungkin sebab isu logistik jadi kendala, apalagi kalau merek minyaknya kebanyakan, termasuk sinergitas oli dan distribusinya,” papar dia dalam konferensi pers virtual, Jumat (12/6).

Berdasarkan yang terpampang di situs Pertamina ada 8 produk BBM yang dipasarkan.

Untuk bahan bakar bermesin bensin, Pertamina menjual 5 produk yaitu Pertamax Racing, Pertamax Turbo, Pertamax, Pertalite, dan Premium.

Lalu untuk bahan bakar bermesin diesel, perusahaan memasarkan 3 produk yaitu Pertamina Dex, Dexlite, dan Solar.

Selain itu produk yang jarang disebut namun masih dipasarkan ialah kerosin atau minyak tanah meski peminat sudah sangat jarang sejak pemerintah mengkonversikan penggunaan LPG.

Menurut Erick Thohir, penghapusan produk BBM Pertamina bertujuan agar distribusi logistik lebih lancar.

Hal ini karena setiap kali truk mengirim satu macam produk, harus dibersihkan terlebih dahulu untuk mengirim produk BBM lain.

Keputusan penghapusan produk BBM juga diserahkan kepada Pertamina. Diharapkan agar kebijakan ini segera dilaksanan perusahaan.

Rekrutmen BUMN PT Perkebunan Nusantara (Persero) Group Besar ...

5. Dirut Anak Usaha Pun Akan Dihapus

Meski tidak dirinci apa Erick Thohir akan menghapus seluruh dirut anak usaha, ia mencontohkan kepengurusan yang terjadi di holding Semen Indonesia dan holding Perkebunan Nusantara (PTPN).

Erick Thohir memangkas banyak kursi direktur di holding PTPN, termasuk direktur utama di 13 PTPN.

Di masing-masing PTPN hanya disisakan 1 posisi, kecuali induk holdingnya yakni PTPN III, dengan kursi direksi lengkap.

Erick Thohir mengatakan, pengangkatan 6 CEO subholding serta penghapusan direktur anak usaha akan diserahkan kepada perusahaan. Namun tetap harus dikonsultasikan ke Kementrian BUMN dulu.

Kewajiban laporan BUMN ke kementrian bukan tertuju untuk memperpanjang birokrasi, melainkan agar semuanya ingat akan hierarki.

Erick Thohir tambahkan sebagai contoh, sebelumnya ada anak usaha yang menekan ingin menggelar RUPS sebelum induknya.

Pemangkasan direksi ini juga sejalan dengan rencanya Erick Thohir untuk menghapus perusahaan BUMN. Sejauh ini sudah 35 BUMN yang dihapus, dari 142 menjadi 107 perusahaan.

Belum berhenti disitu, ia berencana untuk menghapus lebih banyak lagi. Hal ini untuk beradaptasi di masa pandemi dimana ekonomi merosot.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *