4 Tips Bonceng Anak Di Motor Yang Aman

  • Whatsapp
4 Tips Bonceng Anak Di Motor Yang Aman

Garisatu.com – Motor kerap digunakan orang tua untuk bonceng anak ke sekolah atau keperluan lainnya. Karena sepeda motor kendaraan sebagian besar warga indonesia.

Apakah cukup aman untuk membonceng anak? Apakah anak sudah cukup kuat untuk berpegangan? Bagaimana agar anak terpapar polusi seminimal mungkin?

Bacaan Lainnya

Bonceng Anak Yang Aman

4 Tips Bonceng Anak Di Motor Yang Aman

Membonceng anak hanya sudah cukup usia

Sebelum membawa anak naik motor, perhatikan usia anak terlebih dahulu.

Jika ia belum berusia tiga tahun, hindari memboncengnya menggunakan motor. Pasalnya sebelum umur tiga tahun, anak belum mampu mencengkeram tubuh pengendara sehingga berisiko terjatuh.

Jika sudah berusia tiga tahun, tetap harus berhati-hati. Berikan penjelasan pada anak untuk memegang tubuh pengendara erat-erat dan minta anak untuk tidak tertidur di perjalanan.

Agar lebih aman, juga bisa menggunakan tali pengikat untuk mengikat tubuh anak ke tubuh pengendara.

Menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara yang lengkap

Pengendara dan yang dibonceng wajib menggunakan perlengkapan keamanan mulai dari helm, sarung tangan, dan sepatu. Boleh memakai sandal untuk jarak dekat.

Membonceng anak hanya dibelakang pengendara

4 Tips Bonceng Anak Di Motor Yang Aman

Selama ini, banyak orangtua yang membawa anaknya naik motor di bagian depan karena merasa lebih aman dan lebih mudah mengawasinya.

Padahal, posisi ini justru lebih berbahaya dibandingkan membonceng anak di belakang.

Apalagi, risiko anak terpapar polusi dan angin akan lebih besar ketika ia duduk di depan.

Untuk itu, selalu bonceng anak di bagian belakang. Lalu, pastikan anak sudah bisa menginjak footstep motor agar ia lebih mudah menjaga keseimbangan.

Memakai jaket dan masker

Anak juga harus menggunakan jaket dan masker. Tubuh anak anak sangat rentan terhadap angin kencang dan polusi udara.

Oleh karena itu, selalu pakaikan anak jaket tebal dan masker ketika memboncengnya naik motor.

Pakaikan juga baju lengan panjang dan celana panjang. Benda-benda ini akan meminimalisir paparan angin dan polusi ketika anak naik motor.

Berkendara dengan hati-hati

Meski sudah mengikuti peraturan dan mengenakan peralatan keselamatan, risiko terjatuh akan selalu ada, baik karena kesalahan sendiri ataupun karena kesalahan orang lain.

Oleh karena itu, Mama harus meningkatkan kewaspadaan dua kali lipat ketika membonceng anak naik motor. Berjalanlah dengan hati-hati dan patuhi rambu lalu lintas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *