4 Macam Perbedaan Aneka Pastry, Danish, Puff, Dan Croissant

  • Whatsapp
4 Macam Perbedaan Aneka Pastry, Danish, Puff, Dan Croissant
4 Macam Perbedaan Aneka Pastry, Danish, Puff, Dan Croissant

Garisatu.com – Ketika kita menjelajahi dunia bakery, tentunya ada banyak sekali ragam dan jenis bakery yang terkadang membuat kita bingung apa bedanya. Seperti contoh antara puff pastry, danish pastry, dan croissant pastry. Dan mungkin menurut sebagian orang ketiga ini merupakan produk yang sama, namun sebetulnya jiak dikupas, ketiga jenis ini memiliki perbedaan yang cukup mendalam.

Yuk, mari bahas dibawah ini perbedaan antara ketiganya.

Bacaan Lainnya

1.         Penggunaan ragi

4 Macam Perbedaan Aneka Pastry, Danish, Puff, Dan Croissant

Puff pastry sendiri merupakan jenis adonan roti yang tidak menggunakan ragi, contoh dari puff pastry seperti pisang molen, cheese roll, banana pastry, dan beberapa olahan manis lainnya.

Namun ini tidak berarti jika pastry selalu memiliki cita rasa yang manis.

Karena nyatanya banyak bakers yang memberi filing atau isian dengan rasa asin didalam puff pastry kreasi mereka.

Jika puff pastry tidak menggunakan ragi, maka berbeda dengan danish pastry dan croissant pastry.

Keduanya menggunakan ragi sebagai bahan dasarnya. Biasanya yang menjadi ciri khas dari danish pastry ialah memiliki lubang di tengah yang berisi kismis atau aneka buah buahan segar.

Hal ini yang membuat danish pastry cenderung identic dengan rasa manis. Sedangkan croissant, biasanya berisikan bahan asin nan gurih seperti beef, tuna, sosis, ham, cheese, dan lainnya.

Tetapi seiring perkembangannya, croissant juga sudah banyak yang memiliki isian manis seperti coklat hingga moka.

2.         Penggunaan tepung

4 Macam Perbedaan Aneka Pastry, Danish, Puff, Dan Croissant

Selain perbedaan dari segi ragi yang digunakan, bahan lain yang menjadi pembeda diantara ketiganya juga meliputi pemilihan tepung terigu.

Jika kamu ingin membuat puff pastry yang lembut, maka kamu bisa mencampurkan tepung terigu berprotein tinggi bersama dengan tepung terigu berprotein sedang.

Selain itu, proses pembuatan adonan puff pastry biasanya juga relatif lebih mudah dilakukan karena dapat dikerjakan pada suhu ruangan 24-26◦ Celcius.

Berbanding terbalik dengan pembuatan adonan danish pastry dan croissant yang disarankan dibuat pada suhu dibawah 20◦ Celcius. 

4 Macam Perbedaan Aneka Pastry, Danish, Puff, Dan Croissant

3.         Teknik pembuatan

4 Macam Perbedaan Aneka Pastry, Danish, Puff, Dan Croissant

Meskipun Teknik pembuatan ketiga jenis pastry ini cenderung sama, namun tetap ada sedikit perbedaan. Baik puff pastry, danish pastry dan croissant pastry memiliki teknik pengadukan adonan yang hanya ¾ kalis dan proses pelipatan (folding) yang dilakukan sebanyak 3 sampai 5 kali dengan ketebalan adonan 2 cm.

Perbedaan dari ketiganya terletak pada proses mengistirahatkan adonan yang harus terlebih dahulu dilakukan sebelum masuk ke dalam proses folding.

Pada puff pastry, adonan tersebut harus beristirahat selama 30 menit, sedangkan danish pastry dan croissant membutuhkan waktu istirahat yang lebih lama, yakni selama 1 hingga 2 jam di dalam freezer, baru kemudian adonan tersebut siap untuk dilipat.

Proses berikutnya setelah adonan tersebut diistirahatkan dan dilipat ialah proses pemanggangan.

Proses pemanggangan untuk puff pastry dan croissant pastry berada pada  suhu oven 200◦ Celcius selama 20 menit, sedangkan untuk danish pastry berada di suhu oven 180◦ Celcius selama 20 hingga 25 menit.

Ketiga jenis pastry tersebut juga memiliki sejumlah persamaan lain, yaitu menyangkut alat yang digunakan untuk menggiling adonan.

Jika usaha kamu baru mulai dan masih berskala dapur rumahan, kamu bisa menggunakan rolling pin kayu untuk menggiling adonan.

Atau bisa menggunakan mesin yang sering dikenal dengan nama dough sheeter atau mesin pengepres adonan.

4.         Hasil akhir

4 Macam Perbedaan Aneka Pastry, Danish, Puff, Dan Croissant

Proses terakhir yang dihasilkan dari ketiga jenis pastry ini ialah tampilannya.

Puff pastry cenderung berbentuk segitiga dengan tekstur lipatannya yang Nampak serta berwarna orange kecokelatan.

Sedangkan croissant memiliki bentuk melengkung seperti telapak kaki kuda atau bulan sabit.

Dan biasanya isian antara puff pastry dan croissant berada didalam kulit adonan.

Hal ini berbeda dengan danish pastry yang terdapat lubang ditengah untuk meletakkan isiannya, sehingga lebih mudah untuk dibedakan.

Dilihat sekilas, mungkin tekstur dari danish pastry tampak sama dengan puff pastry, namun kamu bisa membedakan kelembutan roti yang mengandung ragi setelah dikonsumsi.

Setelah kita memahami perbedaan dari ketiga jenis pastry tersebut di atas, tentunya pemilihan bahan yang berkualiatas baik dan bermutu tinggi perlu diperhatikan dengan bijak, karena bahan yang berkualitas akan menghasilkan olahan pastry yang juga berkualitas.

Hal itu disarankan Chef Koko Hidayat selaku Technical Manager West Area. Menurutnya, pemilihan Filma Margarine, Filma Danish Pastry Margarine, dan Filma Puff Pastry Shortening untuk setiap olahan puff pastry, danish pastry, dan croissant dapat menjadi pilihan yang tepat bagi Smart Bakers yang akan mencoba terjun ke dalam dunia pastry.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *