3 Perbedaan Beras Organik Dan Non Organik

  • Whatsapp
3 Perbedaan Beras Organik Dan Non Organik
3 Perbedaan Beras Organik Dan Non Organik

Garisatu.com – Sama seperti buah, beras juga terdpaat beras organik dan non organik. Sebagai makanan pokok yang kita konsumsi setiap hari, tentu saja kita harus mengetahui perbedaan antara beras organic dan non organik untuk memilih jenis beras mana yang lebih sehat.

Kehadiran antara kedua jenis beras ini memang menimbulkan pertanyaan manakah yang lebih sehat dan lebih baik untuk dikonsumsi.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya beras, saat ini kita memang bisa menemukan banyak makanan dengan label organic diatasnya.

Perlu kita ketahui jika beras organic merupakan jenis beras yang dihasilkan melalui proses penanaman padi tanpa menggunakan pupuk dan pestisida berbahan kimia.

Selain itu, jika dibandingkan dengan beras non organik, beras organic juga memiliki beberapa kelebihan.

3 Perbedaan Beras Organik Dan Non Organik

Misalnya saja seperti, saat dimasak terasa lebih pulen dan tidak cepat basi serta tahan hingga 24 jam.

Lalu, apa manfaat mengonsumsi beras organic? Untuk lebih jelasnya, simak terlebih dahulu perbedaan beras organic dan non organik berikut ini.

1.         Beras organic dibudidayakan tanpa menggunakan pestisida

3 Perbedaan Beras Organik Dan Non Organik

Perbedaan antara beras organic dan non organic yang pertama ialah beras organic dibudidayakan tanpa menggunkaan pestisida.

Pestisida biasanya digunakan untuk membasmi hama hewan saat masa tanam.

Karena beras organic tidak menggunakan pestisida dalam memberantas hama, beras organik menggunakan pestisida alami yang dihasilkan dari daun-daunan dan buah-buahan yang difermentasikan secara alami.

Selain itu beras organic juga tidak menggunakan herbisida yang bertujuan untuk menghilangkan tanaman hama termasuk rumput liar.

Sedangkan pada beras non organic, pemberantasan hamanya masih menggunakan pestisida untuk memberantas binatang hama seperti gulma dan serangga.

Dan juga menggunakan herbisida dalam menghilangkan tanaman hama. Pastinya pestisida jika tidak dibersihkan dengan benar pada beras, maka akan berbahaya untuk dikonsumsi karena mengandung bahan kimia seperti piperonyl butoxide, malathion, dan carbaryl.

2.         Beras organik dibudidayakan menggunakan pupuk organik

3 Perbedaan Beras Organik Dan Non Organik

Selain tidak menggunakan pestisida, kelebihan dari beras organic ialah menggunakan pupuk organic, seperti pupuk hijau, kompos, atau pupuk hayati.

Dengan menggunakan pupuk organic yang menyuplai nutrisi pada tanah secara ramah lingkungan, maka bisa membantu meningkatkan kesehatan tanah dan menurunkan kelimpahan nutrisi pada beras atau padi yang ditanam.

Sementara pada beras non organic, beras yang ditanam menggunakan pupuk berbahan kimia.

Bahkan air yang digunakan untuk mengairi beras organic sekalipun tidak tercemar oleh bahan kimia sintetis.

Dan hingga proses pemanenan dan pengolahan hasil panen dilakukan dengan alami tanpa menambahkan zat-zat pengawet kimia sintetis maupun pewarna, seperti pemutih.

3 Perbedaan Beras Organik Dan Non Organik

3.         Mengandung lebih banyak nutrisi

Tidak sedikit orang yang menyepelekan konsumsi antara beras organik dan non organik, padahal beras organic memiliki banyak keunggulan dibandingkan beras non organic, seperti dari manfaatnya. Berikut manfaat yang bisa kita dapatkan dari beras organik.

3 Perbedaan Beras Organik Dan Non Organik

–           Mengurangi kadar urea dalam darah

Dengan mengkonsumsi beras organik, kamu bisa mengurangi kadar urea dalam darah yang selama ini telah menumpuk karena kebiasaan mengkonsumsi beras yang dipupuk dengan urea.

Dengan begitu, kamu juga bisa mengurangi kadar logam berat dalam darah karena penggunaan insektisida kimiawi, yang tidak ada di dalam beras organik.

–           Aman dikonsumsi penderita diabetes

3 Perbedaan Beras Organik Dan Non Organik

Beras organik memiliki kandungan nutrisi dan mineral yang tinggi. Selain itu, beras organik juga tinggi akan kandungan glukosannya.

Karbohidrat dan proteinnya pun mudah terurai, sehingga aman dan sangat direkomendasikan dikonsumsi oleh para penderita diabetes.

Selain aman dikonsumsi oleh penderita diabetes, beras organik juga baik untuk program diet, mencegah kanker, serangan jantung, asam urat, darah tinggi dan vertigo.

–           Dapat membantu mencegah penyakit-penyakit degeneratif yang disebabkan oleh pupuk kimia sintetis, pestisida kimia sintetis dan GMO (Genetic Modified Organizm).

–           Mendukung kesehatan yang lebih baik untukmu dan keluarga sebagai makanan pokok yang hampir setiap hari dikonsumsi.

–           Secara tidak langsung mendukung petani lokal untuk menerapkan pertanian organik.

–           Nasi lebih awet, tidak mudah basi atau berlendir.

Itulah beras organik, perbedaannya, serta manfaat mengonsumsi beras organik.

Tidak hanya beras putih, beras organik seperti beras hitam dan beras merah pun kini populer dikonsumsi oleh orang yang sedang dalam proses menurunkan berat badan atau sedang diet karena kandungan gula yang dimiliki beras organik lebih sedikit dibandingkan dengan beras non organik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *