24 Tahun Disekap, Diperkosa dan Melahirkan 7 Anak #MIRIS

  • Whatsapp
24 Tahun Disekap, Diperkosa dan Melahirkan 7 Anak
24 Tahun Disekap, Diperkosa dan Melahirkan 7 Anak

Garisatu.com – 24 Tahun Disekap, Elizabeth Fritzl merupakan wanita warga negara Austria yang mengalami penyekapan, penganiayaan seksual, dan pemukulan oleh ayahnya sendiri, Josef Fritzl, selama 24 tahun sejak 1984 hingga 2008.

Polisi Austria menyatakan bahwa penyekapan itu dilakukan di dalam sebuah gudang bawah tanah kedap suara yang terletak membentang di bawah rumah dan kebun keluarga itu di desa dekat kota Amstetten di negara bagian Austria Hilir selama 24 tahun, di mana Elisabeth melahirkan tujuh orang anak-anak dari hasil pemerkosaan oleh ayahnya itu.

Bacaan Lainnya

24 Tahun Disekap, Diperkosa dan Melahirkan 7 Anak

24 Tahun Disekap

Josef Fritzal mulai memperkosa putrinya, Elisabeth, ketika ia berumur 11 tahun pada tahun 1977. Pada 24 Agustus 1984, membujuk Elisabeth masuk ke ruang bawah tanah di rumah keluarganya itu di jalan 40 Ybbsstrasse, di mana ia membius dan memborgol Elisabeth, menyekap dan berulang-ulang memperkosanya hingga April 2008.

Pada September 1984, sebuah surat tulisan tangan Elisabeth tiba, dalam surat itu ia menyatakan bahwa dirinya sudah bosan dengan kehidupan keluarganya dan memutuskan untuk melarikan diri. 

24 Tahun Disekap, Diperkosa dan Melahirkan 7 Anak

Ayah Elisabeth, Josef Fritzl, mengatakan kepada polisi yang datang ke rumah mereka bahwa ia tidak tahu ke mana Elisabeth pergi, Ia juga menduga bahwa Elisabeth telah bergabung dengan sebuah sekte keagamaan.

Tapi kenyataan yang sebenarnya adalah sang ayah telah menyekap putrinya di ruang bawah tanah yang berada dibawah 20 kaki didalam rumah tempat mereka tinggal. 24 Tahun Disekap dan diperkosa.

24 Tahun Disekap, Diperkosa dan Melahirkan 7 Anak

Pada sekitar tahun 1988 atau 1989, Kerstin lahir sebagai putri pertama dari tujuh anak-anak Elisabeth, diikuti dengan Stefan setahun kemudian. Pada Mei 1993, bayi berumur sembilan bulan, Lisa, ditinggalkan di depan rumah keluarga itu dengan secarik catatan dari Elisabeth yang meminta agar anak tersebut diurus. Pada Desember 1994, bayi lainnya, Monika, juga muncul di rumah itu. Orang tua Elisabeth menjadi pengadopsi anak-anak tersebut.

Menurut surat kabar Jerman, Bild, Elisabeth yang 24 Tahun disekap itu sempat berhasil lolos dari ruang bawah tanah itu pada 24 Desember 1994, namun berhasil ditemukan Josef yang memaksanya kembali ke tahanan itu.

24 Tahun Disekap, Diperkosa dan Melahirkan 7 Anak

Pada Mei 1996, Elisabeth yang merupakan korban 24 Tahun disekap melahirkan anak kembar. Salah satunya meninggal dunia setelah tiga hari dan Josef Fritzl membakarnya di tungku pembakaran. Kembarannya, Alexander, dikeluarkan pada tahun 1997.

Sebuah surat dari Elisabeth pada tahun 2003 mengatakan bahwa ia telah melahirkan seorang anak laki-laki lagi, Felix, setahun sebelumnya. Felix tetap bersama Kerstin dan Stefan di ruang bawah tanah itu.

Pada tanggal 19 April 2008, Kerstin tak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit dengan diagnosa gagal ginjal yang mengancam nyawanya. Staf rumah sakit kemudian menghubungi Interpol dan menyebarkan berita melalui media massa untuk mencari ibunya agar menginformasikan mengenai riwayat medis Kerstin. Secarik surat dari Elisabeth meminta pertolongan ditemukan di saku Kerstin.

24 Tahun Disekap, Diperkosa dan Melahirkan 7 Anak

Elisabeth sang korban 24 Tahun disekap itu memohon-mohon kepada ayahnya untuk pergi ke rumah sakit itu. Josef Fritzl kemudian melepaskan Elisabeth dari sekapannya bersama kedua putranya Stefan dan Felix, dan mengatakan bahwa Elisabeth telah memutuskan kembali pulang setelah pergi selama 24 tahun.

Pada 26 April 2008, Elisabeth dan ayahnya pergi ke rumah sakit di mana Kerstin dirawat. Sebuah telepon anonim menginformasikan keberadaan mereka, yang menggerakkan polisi untuk menyergap ayah dan ibunya di depan gedung rumah sakit tersebut. Keduanya dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi.

24 Tahun Disekap, Diperkosa dan Melahirkan 7 Anak

Elisabeth yang telah 24 Tahun disekap tidak memberitahukan apa-apa kepada polisi lebih rinci hingga mereka meyakinkannya bahwa ia tidak akan dipaksa bertemu ayahnya lagi. Elisabeth kemudian mengungkapkan kejahatan ayahnya. Josef Fritzl kemudian ditahan atas tuduhan penganiayaan seksual, inses, dan penculikan. Pada hari berikutnya, Elisabeth dan anak-anaknya segera dimasukkan ke dalam perlindungan.

24 Tahun Disekap, Diperkosa dan Melahirkan 7 Anak

Pada 28 April 2008, Josef Fritzl mengakui telah menyekap putrinya di ruang bawah tanah tanpa jendela selama 24 tahun dan menjadi ayah dari ketujuh anak Elisabeth. Polisi mengatakan bahwa Fritzl, seorang teknisi listrik, telah memberitahu penyelidik bagaimana memasuki ke penjara bawah tanah itu melalui sebuah pintu kecil tersembunyi, yang harus dibuka dengan kode sandi rahasia tanpa kunci. Istri Fritzl, Rosemarie, tampaknya selama ini tidak menyadari apa yang telah terjadi terhadap Elisabeth. Kemungkinan ia hanya berpikir, karena surat-surat dengan tulisan tangan Elisabeth, bahwa putrinya itu hanya sekadar kabur dari rumah. Nyatanya putri yang telah 24 Tahun disekap.

24 Tahun Disekap, Diperkosa dan Melahirkan 7 Anak

Pada 29 April 2008, diumumkan hasil tes DNA yang membuktikan bahwa Fritzl adalah ayah dari semua anak-anak putrinya yang berarti bahwa cucu-cucunya juga sekaligus anak-anaknya sendiri.

Sang Ayah, Josef Fritzl, yang saat itu berusia 73 tahun, berhasil ditangkap dan diadili di pengadilan kota Austria, Sankt Pölten. Ia didakwa atas tuduhan pemerkosaan massal, kasus inses, penahanan orang, pemaksaan dan pembunuhan karena kelalaian. Josef akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

24 Tahun Disekap, Diperkosa dan Melahirkan 7 Anak

Akhirnya Elisabeth bisa menjalani kehidupan normal di akhir tahun 2008 setelah ia dan anak-anaknya dianggap cukup pulih. Ia tinggal di sebuah desa yang dirahasiakan namanya di Austria yang hanya dikenal sebagai “Desa X.” Elisabeth pun diberikan identitas baru sebagai upaya untuk melupakan semua kenangan buruknya. Ia dan anak-anaknya juga disembunyikan dari media untuk dapat membiarkannya menjalani kehidupan barunya dengan tenang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *